alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Ubah Kebiasaan Menyikat Gigi saat Mandi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Kebiasaan masyarakat Indonesia menyikat gigi sebelum makan atau saat mandi sudah menjadi budaya. Padahal yang penting adalah menggosok gigi setelah makan.

Oleh karena itu, kata dia, dampak kebiasaan menyikat gigi sebelum makan adalah berpotensi gigi berlubang. Dokter gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unej, Elyda Akhya Afida Misrohmasari, mengatakan, gigi berlubang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak kecil.

Faktor penyebab gigi berlubang sebenarnya banyak. Pertama, faktor perilaku. “Perilaku orang tua juga menentukan. Salah satunya tidak memberikan pembelajaran menyikat gigi dengan baik atau tidak menjadikan hal penting perilaku membersihkan gigi itu,” tutur Elyda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika orang tua mengajarkan menyikat gigi pada anaknya, maka akan membuat kebiasaan yang dapat diterima hingga dewasa. Selain itu, dari segi makanan, sebaiknya tidak mengonsumsi gula terlalu banyak, termasuk makan cokelat. “Jika konsumsi makanan manis tidak bisa dihindari, maka seharusnya membuat pola sehat untuk menyikat gigi setelah makan,” tuturnya.

Budaya menyikat gigi saat mandi ini perlu diubah. Seharusnya membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dengan menyikat gigi setelah makan. Menurut survei riset kesehatan dasar, 97 persen orang Indonesia menyikat gigi dua kali sehari. Tapi, yang rendah menyikat gigi pada waktu yang benar. “Waktu benar, minimal habis makan atau sarapan dan sebelum tidur. Karena banyak yang terjadi, setelah makan tidak dibersihkan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, jika hal itu terjadi akan berakibat pada sisa makanan yang ada. Akibatnya kuman akan melakukan fermentasi makanan, kemudian gigi berlubang. “Berbeda ceritanya jika menyikat gigi setelah makan. Sehingga tidak banyak sisa makanan yang difermentasi bakteri,” jelasnya.

Elyda menyampaikan, jika bakteri yang ada di ronggang mulut itu adalah bakteri yang tidak suka udara atau oksigen, berarti saat mulut sering menutup bakteri bekerja lebih giat mengonsumsi sisa makanan. “Apalagi durasi tidur itu 8 jam. Makanya sebelum tidur itu sikat gigi,” paparnya.

Menurutnya, pekerjaan rumah bersama untuk mengubah kebiasaan menyikat gigi saat mandi, menjadi setelah makan dan sebelum tidur. “Orang Indonesia rajin sikat gigi, tapi sayangnya momen tidak tepat. Waktu terbaik adalah setelah sarapan dan sebelum tidur,” ucapnya. (mg3/c2/dwi)

 

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Kebiasaan masyarakat Indonesia menyikat gigi sebelum makan atau saat mandi sudah menjadi budaya. Padahal yang penting adalah menggosok gigi setelah makan.

Oleh karena itu, kata dia, dampak kebiasaan menyikat gigi sebelum makan adalah berpotensi gigi berlubang. Dokter gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unej, Elyda Akhya Afida Misrohmasari, mengatakan, gigi berlubang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak kecil.

Faktor penyebab gigi berlubang sebenarnya banyak. Pertama, faktor perilaku. “Perilaku orang tua juga menentukan. Salah satunya tidak memberikan pembelajaran menyikat gigi dengan baik atau tidak menjadikan hal penting perilaku membersihkan gigi itu,” tutur Elyda.

Ketika orang tua mengajarkan menyikat gigi pada anaknya, maka akan membuat kebiasaan yang dapat diterima hingga dewasa. Selain itu, dari segi makanan, sebaiknya tidak mengonsumsi gula terlalu banyak, termasuk makan cokelat. “Jika konsumsi makanan manis tidak bisa dihindari, maka seharusnya membuat pola sehat untuk menyikat gigi setelah makan,” tuturnya.

Budaya menyikat gigi saat mandi ini perlu diubah. Seharusnya membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dengan menyikat gigi setelah makan. Menurut survei riset kesehatan dasar, 97 persen orang Indonesia menyikat gigi dua kali sehari. Tapi, yang rendah menyikat gigi pada waktu yang benar. “Waktu benar, minimal habis makan atau sarapan dan sebelum tidur. Karena banyak yang terjadi, setelah makan tidak dibersihkan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, jika hal itu terjadi akan berakibat pada sisa makanan yang ada. Akibatnya kuman akan melakukan fermentasi makanan, kemudian gigi berlubang. “Berbeda ceritanya jika menyikat gigi setelah makan. Sehingga tidak banyak sisa makanan yang difermentasi bakteri,” jelasnya.

Elyda menyampaikan, jika bakteri yang ada di ronggang mulut itu adalah bakteri yang tidak suka udara atau oksigen, berarti saat mulut sering menutup bakteri bekerja lebih giat mengonsumsi sisa makanan. “Apalagi durasi tidur itu 8 jam. Makanya sebelum tidur itu sikat gigi,” paparnya.

Menurutnya, pekerjaan rumah bersama untuk mengubah kebiasaan menyikat gigi saat mandi, menjadi setelah makan dan sebelum tidur. “Orang Indonesia rajin sikat gigi, tapi sayangnya momen tidak tepat. Waktu terbaik adalah setelah sarapan dan sebelum tidur,” ucapnya. (mg3/c2/dwi)

 

SUMBERSARI, Radar Jember – Kebiasaan masyarakat Indonesia menyikat gigi sebelum makan atau saat mandi sudah menjadi budaya. Padahal yang penting adalah menggosok gigi setelah makan.

Oleh karena itu, kata dia, dampak kebiasaan menyikat gigi sebelum makan adalah berpotensi gigi berlubang. Dokter gigi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unej, Elyda Akhya Afida Misrohmasari, mengatakan, gigi berlubang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak kecil.

Faktor penyebab gigi berlubang sebenarnya banyak. Pertama, faktor perilaku. “Perilaku orang tua juga menentukan. Salah satunya tidak memberikan pembelajaran menyikat gigi dengan baik atau tidak menjadikan hal penting perilaku membersihkan gigi itu,” tutur Elyda.

Ketika orang tua mengajarkan menyikat gigi pada anaknya, maka akan membuat kebiasaan yang dapat diterima hingga dewasa. Selain itu, dari segi makanan, sebaiknya tidak mengonsumsi gula terlalu banyak, termasuk makan cokelat. “Jika konsumsi makanan manis tidak bisa dihindari, maka seharusnya membuat pola sehat untuk menyikat gigi setelah makan,” tuturnya.

Budaya menyikat gigi saat mandi ini perlu diubah. Seharusnya membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dengan menyikat gigi setelah makan. Menurut survei riset kesehatan dasar, 97 persen orang Indonesia menyikat gigi dua kali sehari. Tapi, yang rendah menyikat gigi pada waktu yang benar. “Waktu benar, minimal habis makan atau sarapan dan sebelum tidur. Karena banyak yang terjadi, setelah makan tidak dibersihkan,” tuturnya.

Dia melanjutkan, jika hal itu terjadi akan berakibat pada sisa makanan yang ada. Akibatnya kuman akan melakukan fermentasi makanan, kemudian gigi berlubang. “Berbeda ceritanya jika menyikat gigi setelah makan. Sehingga tidak banyak sisa makanan yang difermentasi bakteri,” jelasnya.

Elyda menyampaikan, jika bakteri yang ada di ronggang mulut itu adalah bakteri yang tidak suka udara atau oksigen, berarti saat mulut sering menutup bakteri bekerja lebih giat mengonsumsi sisa makanan. “Apalagi durasi tidur itu 8 jam. Makanya sebelum tidur itu sikat gigi,” paparnya.

Menurutnya, pekerjaan rumah bersama untuk mengubah kebiasaan menyikat gigi saat mandi, menjadi setelah makan dan sebelum tidur. “Orang Indonesia rajin sikat gigi, tapi sayangnya momen tidak tepat. Waktu terbaik adalah setelah sarapan dan sebelum tidur,” ucapnya. (mg3/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/