alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Bupati Izinkan Warga Salat Id di Masjid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto, memperbolehkan warga melaksanakan salat Idul Fitri di masjid. Namun, karena Jember masih zona oranye, maka tidak semuanya dapat mengikuti ritual di tempat ibadah tersebut.

Untuk melaksanakan salat Id, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pengurus masjid dan warga. Di antaranya, setiap masjid harus menggunakan termogan untuk mengecek suhu tubuh masyarakat yang hendak beribadah. Kemudian, pihak masjid juga harus membatasi jumlah jamaah yang hadir, maksimal 15 persen dari kapasitas normal.

Sedangkan bagi warga, harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak saat melakukan ibadah. “Zona oranye itu bisa. Maksimal 15 persen jamaahnya dari kapasitas yang ada. Masjid Raudatul Muchlisin hanya 15 persen saja. Hanya di ged utama,” ungkapnya di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (10/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Di Masjid Raudatul Muchlisin, kapasitas normalnya sekitar dua ribu jamaah. Sedangkan jamaah yang boleh melakukan salat Id nantinya, maksimal berjumlah dua hingga tiga ratusan saja. Begitu juga dengan masjid yang menjadi ikon Jember, yakni Al Baitul Amien. Di masjid yang terletak di tengah kota tersebut, juga diberlakukan peraturan yang sama oleh pemerintah kabupaten.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat beribadah, Pemkab Jember juga meminta kepada tenaga PNS agar turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perdesaan. Bagi masjid yang belum memiliki termogan, maka disarankan untuk menggunakan termogan milik sekolah yang ada di sekitarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto, memperbolehkan warga melaksanakan salat Idul Fitri di masjid. Namun, karena Jember masih zona oranye, maka tidak semuanya dapat mengikuti ritual di tempat ibadah tersebut.

Untuk melaksanakan salat Id, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pengurus masjid dan warga. Di antaranya, setiap masjid harus menggunakan termogan untuk mengecek suhu tubuh masyarakat yang hendak beribadah. Kemudian, pihak masjid juga harus membatasi jumlah jamaah yang hadir, maksimal 15 persen dari kapasitas normal.

Sedangkan bagi warga, harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak saat melakukan ibadah. “Zona oranye itu bisa. Maksimal 15 persen jamaahnya dari kapasitas yang ada. Masjid Raudatul Muchlisin hanya 15 persen saja. Hanya di ged utama,” ungkapnya di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (10/5).

Di Masjid Raudatul Muchlisin, kapasitas normalnya sekitar dua ribu jamaah. Sedangkan jamaah yang boleh melakukan salat Id nantinya, maksimal berjumlah dua hingga tiga ratusan saja. Begitu juga dengan masjid yang menjadi ikon Jember, yakni Al Baitul Amien. Di masjid yang terletak di tengah kota tersebut, juga diberlakukan peraturan yang sama oleh pemerintah kabupaten.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat beribadah, Pemkab Jember juga meminta kepada tenaga PNS agar turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perdesaan. Bagi masjid yang belum memiliki termogan, maka disarankan untuk menggunakan termogan milik sekolah yang ada di sekitarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto, memperbolehkan warga melaksanakan salat Idul Fitri di masjid. Namun, karena Jember masih zona oranye, maka tidak semuanya dapat mengikuti ritual di tempat ibadah tersebut.

Untuk melaksanakan salat Id, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pengurus masjid dan warga. Di antaranya, setiap masjid harus menggunakan termogan untuk mengecek suhu tubuh masyarakat yang hendak beribadah. Kemudian, pihak masjid juga harus membatasi jumlah jamaah yang hadir, maksimal 15 persen dari kapasitas normal.

Sedangkan bagi warga, harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak saat melakukan ibadah. “Zona oranye itu bisa. Maksimal 15 persen jamaahnya dari kapasitas yang ada. Masjid Raudatul Muchlisin hanya 15 persen saja. Hanya di ged utama,” ungkapnya di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (10/5).

Di Masjid Raudatul Muchlisin, kapasitas normalnya sekitar dua ribu jamaah. Sedangkan jamaah yang boleh melakukan salat Id nantinya, maksimal berjumlah dua hingga tiga ratusan saja. Begitu juga dengan masjid yang menjadi ikon Jember, yakni Al Baitul Amien. Di masjid yang terletak di tengah kota tersebut, juga diberlakukan peraturan yang sama oleh pemerintah kabupaten.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat beribadah, Pemkab Jember juga meminta kepada tenaga PNS agar turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perdesaan. Bagi masjid yang belum memiliki termogan, maka disarankan untuk menggunakan termogan milik sekolah yang ada di sekitarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/