alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jangan Kesampingkan Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai digelar di dua sekolah, kemarin, tampaknya menjadi pelecut semangat Pemkab Jember untuk segera menggelar PTM. Namun, apakah pembelajaran tatap muka itu sudah efektif, mengingat banyak daerah yang belum zona hijau?

Data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, hanya ada tiga kecamatan dengan zona hijau. Yakni, Kecamatan Ledokombo, Jenggawah, dan Jombang. Sementara itu, pemerintah hanya memperbolehkan pembelajaran tatap muka di zona yang sudah hijau. Artinya, sudah tidak ada kasus Covid-19 di daerah itu.

Jika ditindaklanjuti, simulasi PTM yang dilaksanakan Pemkab Jember kemarin juga tidak sesuai, lantaran dilaksanakan di dua kecamatan yang belum berzona hijau. Yakni Kecamatan Patrang (kuning) dan Sumbersari (oranye). Ditanya tentang hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bambang Hariono menyatakan, pelaksanaan simulasi itu tidak ada masalah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini kan hanya sebagai simulasi saja. Yang nantinya akan kami kembangkan untuk lingkup yang lebih besar,” ucapnya. Dia berharap, seluruh kecamatan di Jember segera berzona hijau. Dengan demikian, PTM bisa segera dilaksanakan secara menyeluruh di Kabupaten Jember.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP, dokter spesialis yang menangani pasien korona di RSD dr Soebandi, menerangkan bahwa kebijakan PTM itu memang tak lepas dari pro dan kontra di masyarakat. Satu sisi, masyarakat sudah jenuh dengan aktivitas yang membosankan di rumah. Namun di sisi lain, mereka juga rentan terpapar korona. “Jika pembelajaran itu dilakukan di daerah yang belum zona hijau,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai digelar di dua sekolah, kemarin, tampaknya menjadi pelecut semangat Pemkab Jember untuk segera menggelar PTM. Namun, apakah pembelajaran tatap muka itu sudah efektif, mengingat banyak daerah yang belum zona hijau?

Data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, hanya ada tiga kecamatan dengan zona hijau. Yakni, Kecamatan Ledokombo, Jenggawah, dan Jombang. Sementara itu, pemerintah hanya memperbolehkan pembelajaran tatap muka di zona yang sudah hijau. Artinya, sudah tidak ada kasus Covid-19 di daerah itu.

Jika ditindaklanjuti, simulasi PTM yang dilaksanakan Pemkab Jember kemarin juga tidak sesuai, lantaran dilaksanakan di dua kecamatan yang belum berzona hijau. Yakni Kecamatan Patrang (kuning) dan Sumbersari (oranye). Ditanya tentang hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bambang Hariono menyatakan, pelaksanaan simulasi itu tidak ada masalah.

“Ini kan hanya sebagai simulasi saja. Yang nantinya akan kami kembangkan untuk lingkup yang lebih besar,” ucapnya. Dia berharap, seluruh kecamatan di Jember segera berzona hijau. Dengan demikian, PTM bisa segera dilaksanakan secara menyeluruh di Kabupaten Jember.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP, dokter spesialis yang menangani pasien korona di RSD dr Soebandi, menerangkan bahwa kebijakan PTM itu memang tak lepas dari pro dan kontra di masyarakat. Satu sisi, masyarakat sudah jenuh dengan aktivitas yang membosankan di rumah. Namun di sisi lain, mereka juga rentan terpapar korona. “Jika pembelajaran itu dilakukan di daerah yang belum zona hijau,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai digelar di dua sekolah, kemarin, tampaknya menjadi pelecut semangat Pemkab Jember untuk segera menggelar PTM. Namun, apakah pembelajaran tatap muka itu sudah efektif, mengingat banyak daerah yang belum zona hijau?

Data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, hanya ada tiga kecamatan dengan zona hijau. Yakni, Kecamatan Ledokombo, Jenggawah, dan Jombang. Sementara itu, pemerintah hanya memperbolehkan pembelajaran tatap muka di zona yang sudah hijau. Artinya, sudah tidak ada kasus Covid-19 di daerah itu.

Jika ditindaklanjuti, simulasi PTM yang dilaksanakan Pemkab Jember kemarin juga tidak sesuai, lantaran dilaksanakan di dua kecamatan yang belum berzona hijau. Yakni Kecamatan Patrang (kuning) dan Sumbersari (oranye). Ditanya tentang hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bambang Hariono menyatakan, pelaksanaan simulasi itu tidak ada masalah.

“Ini kan hanya sebagai simulasi saja. Yang nantinya akan kami kembangkan untuk lingkup yang lebih besar,” ucapnya. Dia berharap, seluruh kecamatan di Jember segera berzona hijau. Dengan demikian, PTM bisa segera dilaksanakan secara menyeluruh di Kabupaten Jember.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP, dokter spesialis yang menangani pasien korona di RSD dr Soebandi, menerangkan bahwa kebijakan PTM itu memang tak lepas dari pro dan kontra di masyarakat. Satu sisi, masyarakat sudah jenuh dengan aktivitas yang membosankan di rumah. Namun di sisi lain, mereka juga rentan terpapar korona. “Jika pembelajaran itu dilakukan di daerah yang belum zona hijau,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/