alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Kasus Covid-19 di Jember Meningkat, Ini Kata Dinkes Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

“Kalau tidak cukup, nanti bisa isoter di JSG. Kalau tidak cukup lagi bisa di Secaba. Nanti kami koordinasi dengan forkopimda. Tempat isoter yang ada bisa diaktifkan kembali,” tuturnya.

Meski semakin hari kasus penyebaran semakin tinggi, ia meminta agar masyarakat tidak panik. Pencegahan penularan Covid-19 itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Seperti melakukan tracing bagi masyarakat yang merasa tubuhnya kurang sehat, atau mereka yang melakukan perjalanan jauh. Kemudian, melakukan vaksinasi hingga dosis booster, dan yang terpenting yakni tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kami dorong agar semua masyarakat sudah vaksin. Kalau misal ada satu kasus, paling tidak 15 orang yang satu tempat dengan pasien harus tracing,” imbuhnya.

Selain melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan melalui operasi yustisi di tempat-tempat umum, Pemkab Jember juga menekankan upaya percepatan vaksinasi. Yakni vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun, vaksinasi dosis 2 untuk lansia, juga vaksinasi booster untuk umum. Capaian vaksinasi di kabupaten terbesar ketiga di Jawa Timur ini kini telah mencapai lebih dari 70 persen. Kemudian, untuk lansia lebih dari 30 persen dari target 70 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saat ini, kita mengejar yang dosis dua, demi herd immunity. Karena sebagian besar kalau sudah divaksin, penyakit termasuk virus bisa ditangkal,” pungkasnya. (del/c2/nur)

- Advertisement -

“Kalau tidak cukup, nanti bisa isoter di JSG. Kalau tidak cukup lagi bisa di Secaba. Nanti kami koordinasi dengan forkopimda. Tempat isoter yang ada bisa diaktifkan kembali,” tuturnya.

Meski semakin hari kasus penyebaran semakin tinggi, ia meminta agar masyarakat tidak panik. Pencegahan penularan Covid-19 itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Seperti melakukan tracing bagi masyarakat yang merasa tubuhnya kurang sehat, atau mereka yang melakukan perjalanan jauh. Kemudian, melakukan vaksinasi hingga dosis booster, dan yang terpenting yakni tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kami dorong agar semua masyarakat sudah vaksin. Kalau misal ada satu kasus, paling tidak 15 orang yang satu tempat dengan pasien harus tracing,” imbuhnya.

Selain melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan melalui operasi yustisi di tempat-tempat umum, Pemkab Jember juga menekankan upaya percepatan vaksinasi. Yakni vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun, vaksinasi dosis 2 untuk lansia, juga vaksinasi booster untuk umum. Capaian vaksinasi di kabupaten terbesar ketiga di Jawa Timur ini kini telah mencapai lebih dari 70 persen. Kemudian, untuk lansia lebih dari 30 persen dari target 70 persen.

“Saat ini, kita mengejar yang dosis dua, demi herd immunity. Karena sebagian besar kalau sudah divaksin, penyakit termasuk virus bisa ditangkal,” pungkasnya. (del/c2/nur)

“Kalau tidak cukup, nanti bisa isoter di JSG. Kalau tidak cukup lagi bisa di Secaba. Nanti kami koordinasi dengan forkopimda. Tempat isoter yang ada bisa diaktifkan kembali,” tuturnya.

Meski semakin hari kasus penyebaran semakin tinggi, ia meminta agar masyarakat tidak panik. Pencegahan penularan Covid-19 itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Seperti melakukan tracing bagi masyarakat yang merasa tubuhnya kurang sehat, atau mereka yang melakukan perjalanan jauh. Kemudian, melakukan vaksinasi hingga dosis booster, dan yang terpenting yakni tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kami dorong agar semua masyarakat sudah vaksin. Kalau misal ada satu kasus, paling tidak 15 orang yang satu tempat dengan pasien harus tracing,” imbuhnya.

Selain melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan melalui operasi yustisi di tempat-tempat umum, Pemkab Jember juga menekankan upaya percepatan vaksinasi. Yakni vaksinasi untuk anak usia 6 hingga 11 tahun, vaksinasi dosis 2 untuk lansia, juga vaksinasi booster untuk umum. Capaian vaksinasi di kabupaten terbesar ketiga di Jawa Timur ini kini telah mencapai lebih dari 70 persen. Kemudian, untuk lansia lebih dari 30 persen dari target 70 persen.

“Saat ini, kita mengejar yang dosis dua, demi herd immunity. Karena sebagian besar kalau sudah divaksin, penyakit termasuk virus bisa ditangkal,” pungkasnya. (del/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/