alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kasus Covid-19 di Jember Meningkat, Ini Kata Dinkes Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki bulan kedua 2022, pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember semakin mengkhawatirkan. Dimulai sejak empat hari yang lalu, yakni Minggu, (6/2) terdapat 21 kasus terkonfirmasi baru dengan jumlah pasien sembuh sebanyak tujuh orang. Kemudian, pada hari selanjutnya, Senin (7/2) kasus terkonfirmasi baru bertambah menjadi 39 kasus, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 14 orang. Hingga pada Selasa (8/2) terus naik menjadi 95 kasus terkonfirmasi baru, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 19 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Lilik Lailiyah, naiknya angka penyebaran virus yang berbahaya ini disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya yakni masyarakat yang mulai abai akan protokol kesehatan. Terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Pasien dari kasus yang masih aktif tersebut sebagian sedang melakukan isolasi mandiri dan sebagian isolasi terpusat (isoter), untuk mereka yang tidak bergejala. Sedangkan untuk yang bergejala berat, saat ini mereka tengah dirawat atau melakukan isolasi di rumah sakit. “Ada tujuh orang yang isoter,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah menyediakan fasilitas isoter di beberapa tempat di Hotel Kebonagung dan Stadion Jember Sport Garden (JSG). Namun, untuk sementara, yang digunakan saat ini hanyalah Hotel Kebonagung dengan kapasitas 70 pasien. Sementara, untuk isolasi di RS, Pemkab Jember juga telah melakukan pengecekan di tiga RS yang terletak di pusat kota, yakni RSD dr Soebandi, RS Paru, dan RS Jember Klinik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki bulan kedua 2022, pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember semakin mengkhawatirkan. Dimulai sejak empat hari yang lalu, yakni Minggu, (6/2) terdapat 21 kasus terkonfirmasi baru dengan jumlah pasien sembuh sebanyak tujuh orang. Kemudian, pada hari selanjutnya, Senin (7/2) kasus terkonfirmasi baru bertambah menjadi 39 kasus, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 14 orang. Hingga pada Selasa (8/2) terus naik menjadi 95 kasus terkonfirmasi baru, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 19 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Lilik Lailiyah, naiknya angka penyebaran virus yang berbahaya ini disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya yakni masyarakat yang mulai abai akan protokol kesehatan. Terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Pasien dari kasus yang masih aktif tersebut sebagian sedang melakukan isolasi mandiri dan sebagian isolasi terpusat (isoter), untuk mereka yang tidak bergejala. Sedangkan untuk yang bergejala berat, saat ini mereka tengah dirawat atau melakukan isolasi di rumah sakit. “Ada tujuh orang yang isoter,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah menyediakan fasilitas isoter di beberapa tempat di Hotel Kebonagung dan Stadion Jember Sport Garden (JSG). Namun, untuk sementara, yang digunakan saat ini hanyalah Hotel Kebonagung dengan kapasitas 70 pasien. Sementara, untuk isolasi di RS, Pemkab Jember juga telah melakukan pengecekan di tiga RS yang terletak di pusat kota, yakni RSD dr Soebandi, RS Paru, dan RS Jember Klinik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memasuki bulan kedua 2022, pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember semakin mengkhawatirkan. Dimulai sejak empat hari yang lalu, yakni Minggu, (6/2) terdapat 21 kasus terkonfirmasi baru dengan jumlah pasien sembuh sebanyak tujuh orang. Kemudian, pada hari selanjutnya, Senin (7/2) kasus terkonfirmasi baru bertambah menjadi 39 kasus, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 14 orang. Hingga pada Selasa (8/2) terus naik menjadi 95 kasus terkonfirmasi baru, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 19 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Lilik Lailiyah, naiknya angka penyebaran virus yang berbahaya ini disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya yakni masyarakat yang mulai abai akan protokol kesehatan. Terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Pasien dari kasus yang masih aktif tersebut sebagian sedang melakukan isolasi mandiri dan sebagian isolasi terpusat (isoter), untuk mereka yang tidak bergejala. Sedangkan untuk yang bergejala berat, saat ini mereka tengah dirawat atau melakukan isolasi di rumah sakit. “Ada tujuh orang yang isoter,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah menyediakan fasilitas isoter di beberapa tempat di Hotel Kebonagung dan Stadion Jember Sport Garden (JSG). Namun, untuk sementara, yang digunakan saat ini hanyalah Hotel Kebonagung dengan kapasitas 70 pasien. Sementara, untuk isolasi di RS, Pemkab Jember juga telah melakukan pengecekan di tiga RS yang terletak di pusat kota, yakni RSD dr Soebandi, RS Paru, dan RS Jember Klinik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/