alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Semuanya Harus Menjadi Rumah Sehat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jember. Kondisi ini ingin diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

“Semuanya harus menjadi rumah yang sehat. Kami akan habiskan masalah rumah tidak layak huni,” tegas bupati kepada wartawan, Minggu, 08 Desember 2019.

Program rumah tidak layak huni disosialisasikan oleh bupati dengan mengundang keluarga penerima manfaat. Relawan juga diundang dalam acara yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tahun 2019, masih terang bupati, pemerintah menyelesaikan lebih 4.500 rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat.

Terkait kriteria, bupati menjelaskan rumah yang mendapat program ini menempati lahan milik sendiri atau milik keluarga yang diizinkan untuk dibangun.

Rumah tersebut juga berlantai tanah. Pencahayaan ruang tidak ada. Juga tidak ada sanitasi. Penghuninya berpenghasilan kurang dari Rp. 600 ribu.

“Diproritaskan keluarga punya anak, karena di dalamnya ada anak-anak yang akan tumbuh. Untuk lansia, akan diberikan pilihan kamar layak huni atau rumah layak huni,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jember. Kondisi ini ingin diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

“Semuanya harus menjadi rumah yang sehat. Kami akan habiskan masalah rumah tidak layak huni,” tegas bupati kepada wartawan, Minggu, 08 Desember 2019.

Program rumah tidak layak huni disosialisasikan oleh bupati dengan mengundang keluarga penerima manfaat. Relawan juga diundang dalam acara yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember itu.

Tahun 2019, masih terang bupati, pemerintah menyelesaikan lebih 4.500 rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat.

Terkait kriteria, bupati menjelaskan rumah yang mendapat program ini menempati lahan milik sendiri atau milik keluarga yang diizinkan untuk dibangun.

Rumah tersebut juga berlantai tanah. Pencahayaan ruang tidak ada. Juga tidak ada sanitasi. Penghuninya berpenghasilan kurang dari Rp. 600 ribu.

“Diproritaskan keluarga punya anak, karena di dalamnya ada anak-anak yang akan tumbuh. Untuk lansia, akan diberikan pilihan kamar layak huni atau rumah layak huni,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jember. Kondisi ini ingin diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

“Semuanya harus menjadi rumah yang sehat. Kami akan habiskan masalah rumah tidak layak huni,” tegas bupati kepada wartawan, Minggu, 08 Desember 2019.

Program rumah tidak layak huni disosialisasikan oleh bupati dengan mengundang keluarga penerima manfaat. Relawan juga diundang dalam acara yang berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember itu.

Tahun 2019, masih terang bupati, pemerintah menyelesaikan lebih 4.500 rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat.

Terkait kriteria, bupati menjelaskan rumah yang mendapat program ini menempati lahan milik sendiri atau milik keluarga yang diizinkan untuk dibangun.

Rumah tersebut juga berlantai tanah. Pencahayaan ruang tidak ada. Juga tidak ada sanitasi. Penghuninya berpenghasilan kurang dari Rp. 600 ribu.

“Diproritaskan keluarga punya anak, karena di dalamnya ada anak-anak yang akan tumbuh. Untuk lansia, akan diberikan pilihan kamar layak huni atau rumah layak huni,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/