alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Cegah PMK, Kesehatan Hewan Dicek

Mobile_AP_Rectangle 1

GARAHAN, Radar Jember – Kepolisian Resor (Polres) Jember mendirikan pos penyekatan di Desa Garahan, Kecamatan Silo, dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru, kemarin. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan.

BACA JUGA : Temui Jokowi Janji Tambah Kuota Haji

Pos penyekatan ini didirikan untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap kesehatan hewan. Dengan begitu, lalu lintas pengiriman sapi yang masuk Jember maupun yang ke luar daerah dapat dipastikan aman tanpa PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada pos penyekatan itu, kemarin, setidaknya ada tiga mobil pikap pengangkut hewan ternak kambing yang diberhentikan. Tujuannya untuk memeriksa kondisi hewan dalam keadaan sehat atau justru mengidap PMK. Para sopir pun mengaku tak menyangka sebelumnya jika di perjalanan akan diperiksa khusus untuk kesehatan hewannya.

Petugas yang ada di pos penyekatan juga gabungan. Seperti di Desa Garahan. Petugas gabungan yang memberhentikan pikap langsung menjelaskan bahwa  hewan ternak yang akan dikirim terlebih dahulu diperiksa. Petugas gabungan itu ada dari Polres Jember, Puskesmas Silo, dan Pusat Kesehatan Hewan Silo Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember.

Setiap kendaraan pengangkut hewan ternak yang melintas langsung diberhentikan petugas. Petugas kemudian memeriksa kesehatan hewan untuk memastikan ternak tersebut benar-benar sehat. Jika dinyatakan bebas PMK, maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun, jika ada yang ditemukan PMK, maka ada proses yang harus dilalui, sebelum diminta pulang ke rumahnya oleh petugas kesehatan.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo didampingi Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan yang ada di dua titik. Pertama di Kecamatan Sumberbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan di Desa Garahan, Kecamatan  Silo.

Bersama petugas kesehatan hewan, polisi memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan untuk lewat. Tapi, jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta untuk kembali.

- Advertisement -

GARAHAN, Radar Jember – Kepolisian Resor (Polres) Jember mendirikan pos penyekatan di Desa Garahan, Kecamatan Silo, dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru, kemarin. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan.

BACA JUGA : Temui Jokowi Janji Tambah Kuota Haji

Pos penyekatan ini didirikan untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap kesehatan hewan. Dengan begitu, lalu lintas pengiriman sapi yang masuk Jember maupun yang ke luar daerah dapat dipastikan aman tanpa PMK.

Pada pos penyekatan itu, kemarin, setidaknya ada tiga mobil pikap pengangkut hewan ternak kambing yang diberhentikan. Tujuannya untuk memeriksa kondisi hewan dalam keadaan sehat atau justru mengidap PMK. Para sopir pun mengaku tak menyangka sebelumnya jika di perjalanan akan diperiksa khusus untuk kesehatan hewannya.

Petugas yang ada di pos penyekatan juga gabungan. Seperti di Desa Garahan. Petugas gabungan yang memberhentikan pikap langsung menjelaskan bahwa  hewan ternak yang akan dikirim terlebih dahulu diperiksa. Petugas gabungan itu ada dari Polres Jember, Puskesmas Silo, dan Pusat Kesehatan Hewan Silo Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember.

Setiap kendaraan pengangkut hewan ternak yang melintas langsung diberhentikan petugas. Petugas kemudian memeriksa kesehatan hewan untuk memastikan ternak tersebut benar-benar sehat. Jika dinyatakan bebas PMK, maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun, jika ada yang ditemukan PMK, maka ada proses yang harus dilalui, sebelum diminta pulang ke rumahnya oleh petugas kesehatan.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo didampingi Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan yang ada di dua titik. Pertama di Kecamatan Sumberbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan di Desa Garahan, Kecamatan  Silo.

Bersama petugas kesehatan hewan, polisi memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan untuk lewat. Tapi, jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta untuk kembali.

GARAHAN, Radar Jember – Kepolisian Resor (Polres) Jember mendirikan pos penyekatan di Desa Garahan, Kecamatan Silo, dan di wilayah Kecamatan Sumberbaru, kemarin. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan.

BACA JUGA : Temui Jokowi Janji Tambah Kuota Haji

Pos penyekatan ini didirikan untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap kesehatan hewan. Dengan begitu, lalu lintas pengiriman sapi yang masuk Jember maupun yang ke luar daerah dapat dipastikan aman tanpa PMK.

Pada pos penyekatan itu, kemarin, setidaknya ada tiga mobil pikap pengangkut hewan ternak kambing yang diberhentikan. Tujuannya untuk memeriksa kondisi hewan dalam keadaan sehat atau justru mengidap PMK. Para sopir pun mengaku tak menyangka sebelumnya jika di perjalanan akan diperiksa khusus untuk kesehatan hewannya.

Petugas yang ada di pos penyekatan juga gabungan. Seperti di Desa Garahan. Petugas gabungan yang memberhentikan pikap langsung menjelaskan bahwa  hewan ternak yang akan dikirim terlebih dahulu diperiksa. Petugas gabungan itu ada dari Polres Jember, Puskesmas Silo, dan Pusat Kesehatan Hewan Silo Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember.

Setiap kendaraan pengangkut hewan ternak yang melintas langsung diberhentikan petugas. Petugas kemudian memeriksa kesehatan hewan untuk memastikan ternak tersebut benar-benar sehat. Jika dinyatakan bebas PMK, maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun, jika ada yang ditemukan PMK, maka ada proses yang harus dilalui, sebelum diminta pulang ke rumahnya oleh petugas kesehatan.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo didampingi Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, pos penyekatan untuk membatasi lalu lintas pengiriman hewan yang ada di dua titik. Pertama di Kecamatan Sumberbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan di Desa Garahan, Kecamatan  Silo.

Bersama petugas kesehatan hewan, polisi memeriksa setiap ternak yang melintas. Jika dinyatakan sehat, diizinkan untuk lewat. Tapi, jika ternyata ditemukan ada penyakit, maka pembawa hewan tersebut diminta untuk kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/