alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pergantian Musim, Waspadai DBD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pergantian musim dari hujan ke kemarau patut diwaspadai. Pasalnya, sisa-sisa genangan air hingga selokan bisa menjadi sarang pertumbuhan jentik. Hal itu dapat memicu persebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu, melakukan langkah-langkah pencegahan menjadi bagian penting yang dapat dilakukan.

BACA JUGA : Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, saat ini pihaknya melalui tenaga promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, serta pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah dalam mencegah terjadinya DBD. Dengan menguras, menutup, dan mengubur atau yang dikenal dengan 3M.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Jadi, seperti bak kamar mandi itu harus rutin dibersihkan untuk mematikan jentiknya, sehingga dengan begitu, nyamuk itu tidak tumbuh sampai dewasa,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, saat ditemui di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, untuk tempat yang sulit dijangkau, pihaknya melalui posyandu sudah melakukan penyuluhan dan keliling di masyarakat untuk memantau tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Jika ditemukan tempat yang sulit untuk dijangkau, maka mereka akan memberikan abate. Biasanya itu dibagikan oleh kader posyandu yang keliling. “Sedangkan untuk dari kesehatan lingkungan, juga menyampaikan untuk lebih memedulikan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan sinergi program. Sejauh ini, pihaknya tidak hanya memaksimalkan kader posyandu, melainkan juga melakukan sinergi sekolah-sekolah. “Jadi, kemarin kami mengukuhkan beberapa siswa untuk menjadi siswa pemantau jentik di daerahnya masing-masing. Minimalnya di sekolahnya dan di rumahnya sendiri,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pergantian musim dari hujan ke kemarau patut diwaspadai. Pasalnya, sisa-sisa genangan air hingga selokan bisa menjadi sarang pertumbuhan jentik. Hal itu dapat memicu persebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu, melakukan langkah-langkah pencegahan menjadi bagian penting yang dapat dilakukan.

BACA JUGA : Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, saat ini pihaknya melalui tenaga promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, serta pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah dalam mencegah terjadinya DBD. Dengan menguras, menutup, dan mengubur atau yang dikenal dengan 3M.

“Jadi, seperti bak kamar mandi itu harus rutin dibersihkan untuk mematikan jentiknya, sehingga dengan begitu, nyamuk itu tidak tumbuh sampai dewasa,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, saat ditemui di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, untuk tempat yang sulit dijangkau, pihaknya melalui posyandu sudah melakukan penyuluhan dan keliling di masyarakat untuk memantau tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Jika ditemukan tempat yang sulit untuk dijangkau, maka mereka akan memberikan abate. Biasanya itu dibagikan oleh kader posyandu yang keliling. “Sedangkan untuk dari kesehatan lingkungan, juga menyampaikan untuk lebih memedulikan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan sinergi program. Sejauh ini, pihaknya tidak hanya memaksimalkan kader posyandu, melainkan juga melakukan sinergi sekolah-sekolah. “Jadi, kemarin kami mengukuhkan beberapa siswa untuk menjadi siswa pemantau jentik di daerahnya masing-masing. Minimalnya di sekolahnya dan di rumahnya sendiri,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa pergantian musim dari hujan ke kemarau patut diwaspadai. Pasalnya, sisa-sisa genangan air hingga selokan bisa menjadi sarang pertumbuhan jentik. Hal itu dapat memicu persebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu, melakukan langkah-langkah pencegahan menjadi bagian penting yang dapat dilakukan.

BACA JUGA : Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat DBD

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, saat ini pihaknya melalui tenaga promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, serta pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah dalam mencegah terjadinya DBD. Dengan menguras, menutup, dan mengubur atau yang dikenal dengan 3M.

“Jadi, seperti bak kamar mandi itu harus rutin dibersihkan untuk mematikan jentiknya, sehingga dengan begitu, nyamuk itu tidak tumbuh sampai dewasa,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, saat ditemui di kantornya, Jalan Srikoyo 1 nomor 3, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, untuk tempat yang sulit dijangkau, pihaknya melalui posyandu sudah melakukan penyuluhan dan keliling di masyarakat untuk memantau tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Jika ditemukan tempat yang sulit untuk dijangkau, maka mereka akan memberikan abate. Biasanya itu dibagikan oleh kader posyandu yang keliling. “Sedangkan untuk dari kesehatan lingkungan, juga menyampaikan untuk lebih memedulikan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan sinergi program. Sejauh ini, pihaknya tidak hanya memaksimalkan kader posyandu, melainkan juga melakukan sinergi sekolah-sekolah. “Jadi, kemarin kami mengukuhkan beberapa siswa untuk menjadi siswa pemantau jentik di daerahnya masing-masing. Minimalnya di sekolahnya dan di rumahnya sendiri,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/