alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Telat Makan Jadi Mag, Puasa kok Gak?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya penyakit lambung atau yang biasa kita kenal dengan mag terjadi akibat pola makan yang tidak teratur. Telat makan. Bahkan salah memilih makanan. Namun, mengapa orang yang berpuasa justru tidak sakit mag?

Baca Juga : Perhatikan Menu Sahur dan Buka Puasa

Nah, dalam dunia kesehatan, ditemukan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit mag tersebut. Terlebih, bagi kalangan umat muslim yang terbiasa menahan lapar seharian penuh selama Ramadan seperti ini. Apalagi, berpuasa diwajibkan, tetapi tidak menyebabkan penyakit lambung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih menuturkan, penyebab terjadinya penyakit mag atau lambung tidak melulu karena telat makan. Banyak faktor yang memengaruhinya. Paling utama adalah stres atau tekanan pada pikiran. “Semakin kita stres, maka ada hormon yang memicu peningkatan keluarnya asam lambung. Akhirnya menyebabkan adanya nyeri pada ulu hati yang kita kenal dengan mag,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Srikoyo 1 Nomor 3, Dusun Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Rabu (6/4).

Faktor makanan yang tidak tepat, menurutnya, juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Seperti terlalu banyak mengonsumsi masakan pedas dan keras seperti jambu biji. “Jadi, bukan hanya disebabkan terlambatnya makan,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya penyakit lambung atau yang biasa kita kenal dengan mag terjadi akibat pola makan yang tidak teratur. Telat makan. Bahkan salah memilih makanan. Namun, mengapa orang yang berpuasa justru tidak sakit mag?

Baca Juga : Perhatikan Menu Sahur dan Buka Puasa

Nah, dalam dunia kesehatan, ditemukan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit mag tersebut. Terlebih, bagi kalangan umat muslim yang terbiasa menahan lapar seharian penuh selama Ramadan seperti ini. Apalagi, berpuasa diwajibkan, tetapi tidak menyebabkan penyakit lambung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih menuturkan, penyebab terjadinya penyakit mag atau lambung tidak melulu karena telat makan. Banyak faktor yang memengaruhinya. Paling utama adalah stres atau tekanan pada pikiran. “Semakin kita stres, maka ada hormon yang memicu peningkatan keluarnya asam lambung. Akhirnya menyebabkan adanya nyeri pada ulu hati yang kita kenal dengan mag,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Srikoyo 1 Nomor 3, Dusun Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Rabu (6/4).

Faktor makanan yang tidak tepat, menurutnya, juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Seperti terlalu banyak mengonsumsi masakan pedas dan keras seperti jambu biji. “Jadi, bukan hanya disebabkan terlambatnya makan,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya penyakit lambung atau yang biasa kita kenal dengan mag terjadi akibat pola makan yang tidak teratur. Telat makan. Bahkan salah memilih makanan. Namun, mengapa orang yang berpuasa justru tidak sakit mag?

Baca Juga : Perhatikan Menu Sahur dan Buka Puasa

Nah, dalam dunia kesehatan, ditemukan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit mag tersebut. Terlebih, bagi kalangan umat muslim yang terbiasa menahan lapar seharian penuh selama Ramadan seperti ini. Apalagi, berpuasa diwajibkan, tetapi tidak menyebabkan penyakit lambung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih menuturkan, penyebab terjadinya penyakit mag atau lambung tidak melulu karena telat makan. Banyak faktor yang memengaruhinya. Paling utama adalah stres atau tekanan pada pikiran. “Semakin kita stres, maka ada hormon yang memicu peningkatan keluarnya asam lambung. Akhirnya menyebabkan adanya nyeri pada ulu hati yang kita kenal dengan mag,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Srikoyo 1 Nomor 3, Dusun Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Rabu (6/4).

Faktor makanan yang tidak tepat, menurutnya, juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Seperti terlalu banyak mengonsumsi masakan pedas dan keras seperti jambu biji. “Jadi, bukan hanya disebabkan terlambatnya makan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/