alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Masyarakat Harus Pahami Keamanan Konsumsi Makanan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat seyogianya perlu memperhatikan kesehatan makanan yang mereka konsumsi dengan baik dan benar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jember Dra Any Koosbudiwati Apt saat menjadi pemateri di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, belum lama ini. Mengapa demikian?

Berdasar Peraturan Pemerintah PP RI Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, dia menuturkan bahwa kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, serta membahayakan kesehatan manusia namun tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. “Dengan begitu, bisa aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.

Setidaknya, lanjut dia, ada lima cara yang harus dilalui. Mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan pangan yang mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan bahan air dan bahan makanan yang aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjaga kebersihan bisa dimulai dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. Mencuci tangan sesudah dari toilet. Mencuci segera peralatan memasak setelah digunakan. Serta menjaga area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan binatang lain. Sebisa mungkin, pisahkan daging sapi, daging unggas, dan seafood dari pangan lain.

Lalu, gunakan peralatan yang terpisah seperti pisau dan talenan untuk mengolah pangan mentah serta simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang. “Masak pangan dengan benar, terutama daging sapi, daging unggas, telur, dan seafood,” tegasnya.

Kemudian, pangan rebusan seperti sup harus dimasak sampai mendidih dan usahakan agar suhu internalnya mencapai 70 derajat Celsius untuk daging. “Usahakan cairannya bening, tidak berwarna merah muda. Agar lebih yakin, gunakan termometer,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat seyogianya perlu memperhatikan kesehatan makanan yang mereka konsumsi dengan baik dan benar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jember Dra Any Koosbudiwati Apt saat menjadi pemateri di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, belum lama ini. Mengapa demikian?

Berdasar Peraturan Pemerintah PP RI Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, dia menuturkan bahwa kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, serta membahayakan kesehatan manusia namun tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. “Dengan begitu, bisa aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.

Setidaknya, lanjut dia, ada lima cara yang harus dilalui. Mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan pangan yang mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan bahan air dan bahan makanan yang aman.

Menjaga kebersihan bisa dimulai dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. Mencuci tangan sesudah dari toilet. Mencuci segera peralatan memasak setelah digunakan. Serta menjaga area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan binatang lain. Sebisa mungkin, pisahkan daging sapi, daging unggas, dan seafood dari pangan lain.

Lalu, gunakan peralatan yang terpisah seperti pisau dan talenan untuk mengolah pangan mentah serta simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang. “Masak pangan dengan benar, terutama daging sapi, daging unggas, telur, dan seafood,” tegasnya.

Kemudian, pangan rebusan seperti sup harus dimasak sampai mendidih dan usahakan agar suhu internalnya mencapai 70 derajat Celsius untuk daging. “Usahakan cairannya bening, tidak berwarna merah muda. Agar lebih yakin, gunakan termometer,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat seyogianya perlu memperhatikan kesehatan makanan yang mereka konsumsi dengan baik dan benar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jember Dra Any Koosbudiwati Apt saat menjadi pemateri di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, belum lama ini. Mengapa demikian?

Berdasar Peraturan Pemerintah PP RI Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, dia menuturkan bahwa kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, serta membahayakan kesehatan manusia namun tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. “Dengan begitu, bisa aman untuk dikonsumsi,” imbuhnya.

Setidaknya, lanjut dia, ada lima cara yang harus dilalui. Mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan pangan yang mentah dan matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan bahan air dan bahan makanan yang aman.

Menjaga kebersihan bisa dimulai dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. Mencuci tangan sesudah dari toilet. Mencuci segera peralatan memasak setelah digunakan. Serta menjaga area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan binatang lain. Sebisa mungkin, pisahkan daging sapi, daging unggas, dan seafood dari pangan lain.

Lalu, gunakan peralatan yang terpisah seperti pisau dan talenan untuk mengolah pangan mentah serta simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang. “Masak pangan dengan benar, terutama daging sapi, daging unggas, telur, dan seafood,” tegasnya.

Kemudian, pangan rebusan seperti sup harus dimasak sampai mendidih dan usahakan agar suhu internalnya mencapai 70 derajat Celsius untuk daging. “Usahakan cairannya bening, tidak berwarna merah muda. Agar lebih yakin, gunakan termometer,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/