alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Jember Raih Peringkat Ketiga Se-Jatim

Perlu Regulasi Serius Tangani Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terjadi setiap hari di Jawa Timur. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Jember. Per 7 Maret, penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Jember sudah mencapai 6.605 kasus. Atas data tersebut, Jember menjadi daerah dengan torehan kasus Covid-19 tertinggi ketiga di Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, tercatat sebanyak 6.605 kasus di Jember dengan penambahan pasien sebanyak 13 pasien pada akhir pekan lalu (7/3). Sementara itu, 6.109 pasien dinyatakan sembuh dan 421 pasien terkonfirmasi meninggal.

Surabaya menjadi kota dengan raihan tertinggi, yakni 21.750 kasus dengan 1.331 pasien meninggal. Lalu, Sidoarjo dengan 10.193 pasien yang terkonfirmasi positif dan 601 orang meninggal karena Covid-19. Sementara itu, Kabupaten Malang dan Banyuwangi berada di posisi keempat dan kelima. Yaitu, dengan jumlah kasus sebanyak 6.075 kasus dan 5.486 kasus positif.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tercatat sejak sepekan terakhir, Diskominfo Kabupaten Jember merilis data penambahan kasus pasien positif sebanyak 100 kasus. Sementara itu, ada enam kasus kematian dalam sepekan. Meski begitu, Plt Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa terjadi tren penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. “Dalam sepekan, tercatat ada sebanyak 105 pasien yang terkonfirmasi sembuh dari Covid-19. Sedangkan saat ini hanya ada 75 pasien yang menjalani perawatan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 itu.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP berpendapat bahwa sudah wajar Jember mendapatkan peringkat ketiga se-Jatim. Mengingat, jumlah penduduk Jember juga mencapai urutan ketiga setelah Surabaya dan Kabupaten Malang. Meski begitu, dia menuturkan bahwa jumlah penduduk tidak bisa dibuat acuan. Sebab, kasus di Jember masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Malang.

Oleh karena itu, pemerintah diminta harus segera membuat regulasi baru terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. “Apa pun program yang dibuat, penerapan protokol kesehatan harus diutamakan,” tegas dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tak boleh lengah meski terjadi penurunan kasus Covid-19. “Seperti kita ketahui, gelombang susulan kasus Covid-19 bisa terjadi kapan saja jika masyarakat dan pemerintah sama-sama lengah. Diharapkan pemerintah mampu kembali tegas kepada siapa pun yang tidak taat protokol kesehatan,” ulasnya.

Salah satunya, pada sarana dan prasarana publik. Dia menilai sudah banyak yang tak mengenakan masker, contohnya di lingkungan masjid. dr Angga sendiri mengaku telah berkeliling ke berbagai masjid saat menjalankan ibadah salat Jumat. Namun, dia menilai bahwa sudah banyak yang abai prokes. “Mulai tak memakai masker, tidak jaga jarak, hingga asal melakukan apa pun tanpa cuci tangan lebih dulu,” tandasnya.

5 Kabupaten dengan Kasus Tertinggi

Positif                   Sembuh               Meninggal

Surabaya             21.750                   20.200                   1.331

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terjadi setiap hari di Jawa Timur. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Jember. Per 7 Maret, penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Jember sudah mencapai 6.605 kasus. Atas data tersebut, Jember menjadi daerah dengan torehan kasus Covid-19 tertinggi ketiga di Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, tercatat sebanyak 6.605 kasus di Jember dengan penambahan pasien sebanyak 13 pasien pada akhir pekan lalu (7/3). Sementara itu, 6.109 pasien dinyatakan sembuh dan 421 pasien terkonfirmasi meninggal.

Surabaya menjadi kota dengan raihan tertinggi, yakni 21.750 kasus dengan 1.331 pasien meninggal. Lalu, Sidoarjo dengan 10.193 pasien yang terkonfirmasi positif dan 601 orang meninggal karena Covid-19. Sementara itu, Kabupaten Malang dan Banyuwangi berada di posisi keempat dan kelima. Yaitu, dengan jumlah kasus sebanyak 6.075 kasus dan 5.486 kasus positif.

Tercatat sejak sepekan terakhir, Diskominfo Kabupaten Jember merilis data penambahan kasus pasien positif sebanyak 100 kasus. Sementara itu, ada enam kasus kematian dalam sepekan. Meski begitu, Plt Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa terjadi tren penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. “Dalam sepekan, tercatat ada sebanyak 105 pasien yang terkonfirmasi sembuh dari Covid-19. Sedangkan saat ini hanya ada 75 pasien yang menjalani perawatan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 itu.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP berpendapat bahwa sudah wajar Jember mendapatkan peringkat ketiga se-Jatim. Mengingat, jumlah penduduk Jember juga mencapai urutan ketiga setelah Surabaya dan Kabupaten Malang. Meski begitu, dia menuturkan bahwa jumlah penduduk tidak bisa dibuat acuan. Sebab, kasus di Jember masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Malang.

Oleh karena itu, pemerintah diminta harus segera membuat regulasi baru terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. “Apa pun program yang dibuat, penerapan protokol kesehatan harus diutamakan,” tegas dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tak boleh lengah meski terjadi penurunan kasus Covid-19. “Seperti kita ketahui, gelombang susulan kasus Covid-19 bisa terjadi kapan saja jika masyarakat dan pemerintah sama-sama lengah. Diharapkan pemerintah mampu kembali tegas kepada siapa pun yang tidak taat protokol kesehatan,” ulasnya.

Salah satunya, pada sarana dan prasarana publik. Dia menilai sudah banyak yang tak mengenakan masker, contohnya di lingkungan masjid. dr Angga sendiri mengaku telah berkeliling ke berbagai masjid saat menjalankan ibadah salat Jumat. Namun, dia menilai bahwa sudah banyak yang abai prokes. “Mulai tak memakai masker, tidak jaga jarak, hingga asal melakukan apa pun tanpa cuci tangan lebih dulu,” tandasnya.

5 Kabupaten dengan Kasus Tertinggi

Positif                   Sembuh               Meninggal

Surabaya             21.750                   20.200                   1.331

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terjadi setiap hari di Jawa Timur. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Jember. Per 7 Maret, penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Jember sudah mencapai 6.605 kasus. Atas data tersebut, Jember menjadi daerah dengan torehan kasus Covid-19 tertinggi ketiga di Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, tercatat sebanyak 6.605 kasus di Jember dengan penambahan pasien sebanyak 13 pasien pada akhir pekan lalu (7/3). Sementara itu, 6.109 pasien dinyatakan sembuh dan 421 pasien terkonfirmasi meninggal.

Surabaya menjadi kota dengan raihan tertinggi, yakni 21.750 kasus dengan 1.331 pasien meninggal. Lalu, Sidoarjo dengan 10.193 pasien yang terkonfirmasi positif dan 601 orang meninggal karena Covid-19. Sementara itu, Kabupaten Malang dan Banyuwangi berada di posisi keempat dan kelima. Yaitu, dengan jumlah kasus sebanyak 6.075 kasus dan 5.486 kasus positif.

Tercatat sejak sepekan terakhir, Diskominfo Kabupaten Jember merilis data penambahan kasus pasien positif sebanyak 100 kasus. Sementara itu, ada enam kasus kematian dalam sepekan. Meski begitu, Plt Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa terjadi tren penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Jember. “Dalam sepekan, tercatat ada sebanyak 105 pasien yang terkonfirmasi sembuh dari Covid-19. Sedangkan saat ini hanya ada 75 pasien yang menjalani perawatan,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 itu.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP berpendapat bahwa sudah wajar Jember mendapatkan peringkat ketiga se-Jatim. Mengingat, jumlah penduduk Jember juga mencapai urutan ketiga setelah Surabaya dan Kabupaten Malang. Meski begitu, dia menuturkan bahwa jumlah penduduk tidak bisa dibuat acuan. Sebab, kasus di Jember masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Malang.

Oleh karena itu, pemerintah diminta harus segera membuat regulasi baru terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. “Apa pun program yang dibuat, penerapan protokol kesehatan harus diutamakan,” tegas dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi itu.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tak boleh lengah meski terjadi penurunan kasus Covid-19. “Seperti kita ketahui, gelombang susulan kasus Covid-19 bisa terjadi kapan saja jika masyarakat dan pemerintah sama-sama lengah. Diharapkan pemerintah mampu kembali tegas kepada siapa pun yang tidak taat protokol kesehatan,” ulasnya.

Salah satunya, pada sarana dan prasarana publik. Dia menilai sudah banyak yang tak mengenakan masker, contohnya di lingkungan masjid. dr Angga sendiri mengaku telah berkeliling ke berbagai masjid saat menjalankan ibadah salat Jumat. Namun, dia menilai bahwa sudah banyak yang abai prokes. “Mulai tak memakai masker, tidak jaga jarak, hingga asal melakukan apa pun tanpa cuci tangan lebih dulu,” tandasnya.

5 Kabupaten dengan Kasus Tertinggi

Positif                   Sembuh               Meninggal

Surabaya             21.750                   20.200                   1.331

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/