alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Ngeri ! Infeksi Gigi Bisa Sebabkan Kematian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ancaman kematian dari fokal infeksi gigi sungguh nyata. Hal tersebut tidak boleh disepelekan oleh masyarakat, khususnya penderita gigi berlubang.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) sekaligus dokter spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember (Unej), drg Zainul Cholid, menegaskan bahwa gigi adalah sumber utama fokal infeksi. “Jadi, infeksi dari gigi bisa menyebar ke daerah tubuh lainnya seperti ke jantung, paru-paru, otak, kulit, dan sebagainya. Inilah yang berbahaya bila gigi itu infeksi,” tuturnya.

Penderita Diabetes Rentan Terkena TBC

Mobile_AP_Rectangle 2

Zainul memberikan salah satu contoh penyebaran ke kulit. “Saya dapat pasien yang kulitnya gatal. Ternyata itu karena gigi berlubang,” tuturnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat yang belum paham akan pentingnya perawatan gigi di dokter gigi. “Saya sering kali dapat pasien yang melakukan pembuatan gigi palsu. Sehingga langit-langitnya sampai bolong. Ada juga karena giginya tertutup, maka muncul kista,” ucapnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Zainul menjelaskan, gigi yang ada di dalam rongga mulut itu tidak berdiri sendiri. Justru rongga mulut adalah sumber infeksi ke seluruh tubuh.

Penyebab infeksi pada gigi tidak hanya karena salah mencabut atau gigi berlubang. Tapi, juga dipicu oleh gigi yang pertumbuhannya salah. Atau disebut impaksi gigi yang merupakan kondisi gigi terjebak di dalam gusi, sehingga pertumbuhannya tidak sempurna.

Gigi impaksi dapat terjadi karena kelebihan atau benih giginya yang salah tumbuh. Menurutnya, gigi impaksi sulit dideteksi lebih awal. Hal itu karena kebiasaan masyarakat, yaitu tidak akan periksa bila tidak ada keluhan pada gigi. “Padahal cek rutin minimal 6 bulan sekali itu sangat penting,” tuturnya.

Impaksi dapat menyebabkan bengkak, nyeri, pusing ringan sampai berat, telinga berdengung, hingga sakit di tengkuk. “Impaksi juga dapat menyebabkan kista, tumor, dan asam lambung juga,” terangnya

Gigi itu korelasinya banyak, dan sebagai dokter gigi diwajibkan melakukan penyuluhan. Namun, masyarakat terlalu menganggap remeh. “Kata orang, sakit gigi tidak berbahaya. Justru sakit gigi itu bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

Gigi merupakan pintu masuknya kuman. “Ketika gigi sudah berlubang, kuman akan berjalan. Bila menyebar ke atas, jalurnya bisa ke pembuluh darah, kemudian ke otak. Sedangkan ke bawah lewat pembuluh darah saraf dan rongga leher, dan batasnya di dada. Kalau lolos di leher, berarti ke dada. Kalau dada lolos, nanti bisa menyebar ke yang lain. Termasuk ke jantung, paru, dan organ lain,” jelasnya.

Tidak sesederhana itu masalah yang ditimbulkan oleh gigi. Bila sudah terjadi infeksi dan kondisi pasien memburuk, maka kematian bisa datang dalam hitungan jam. “Bisa 1–2 jam,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Grafis: Radar Bojonegoro
Editor: Dwi Siswanto

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ancaman kematian dari fokal infeksi gigi sungguh nyata. Hal tersebut tidak boleh disepelekan oleh masyarakat, khususnya penderita gigi berlubang.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) sekaligus dokter spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember (Unej), drg Zainul Cholid, menegaskan bahwa gigi adalah sumber utama fokal infeksi. “Jadi, infeksi dari gigi bisa menyebar ke daerah tubuh lainnya seperti ke jantung, paru-paru, otak, kulit, dan sebagainya. Inilah yang berbahaya bila gigi itu infeksi,” tuturnya.

Penderita Diabetes Rentan Terkena TBC

Zainul memberikan salah satu contoh penyebaran ke kulit. “Saya dapat pasien yang kulitnya gatal. Ternyata itu karena gigi berlubang,” tuturnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat yang belum paham akan pentingnya perawatan gigi di dokter gigi. “Saya sering kali dapat pasien yang melakukan pembuatan gigi palsu. Sehingga langit-langitnya sampai bolong. Ada juga karena giginya tertutup, maka muncul kista,” ucapnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Zainul menjelaskan, gigi yang ada di dalam rongga mulut itu tidak berdiri sendiri. Justru rongga mulut adalah sumber infeksi ke seluruh tubuh.

Penyebab infeksi pada gigi tidak hanya karena salah mencabut atau gigi berlubang. Tapi, juga dipicu oleh gigi yang pertumbuhannya salah. Atau disebut impaksi gigi yang merupakan kondisi gigi terjebak di dalam gusi, sehingga pertumbuhannya tidak sempurna.

Gigi impaksi dapat terjadi karena kelebihan atau benih giginya yang salah tumbuh. Menurutnya, gigi impaksi sulit dideteksi lebih awal. Hal itu karena kebiasaan masyarakat, yaitu tidak akan periksa bila tidak ada keluhan pada gigi. “Padahal cek rutin minimal 6 bulan sekali itu sangat penting,” tuturnya.

Impaksi dapat menyebabkan bengkak, nyeri, pusing ringan sampai berat, telinga berdengung, hingga sakit di tengkuk. “Impaksi juga dapat menyebabkan kista, tumor, dan asam lambung juga,” terangnya

Gigi itu korelasinya banyak, dan sebagai dokter gigi diwajibkan melakukan penyuluhan. Namun, masyarakat terlalu menganggap remeh. “Kata orang, sakit gigi tidak berbahaya. Justru sakit gigi itu bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

Gigi merupakan pintu masuknya kuman. “Ketika gigi sudah berlubang, kuman akan berjalan. Bila menyebar ke atas, jalurnya bisa ke pembuluh darah, kemudian ke otak. Sedangkan ke bawah lewat pembuluh darah saraf dan rongga leher, dan batasnya di dada. Kalau lolos di leher, berarti ke dada. Kalau dada lolos, nanti bisa menyebar ke yang lain. Termasuk ke jantung, paru, dan organ lain,” jelasnya.

Tidak sesederhana itu masalah yang ditimbulkan oleh gigi. Bila sudah terjadi infeksi dan kondisi pasien memburuk, maka kematian bisa datang dalam hitungan jam. “Bisa 1–2 jam,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Grafis: Radar Bojonegoro
Editor: Dwi Siswanto

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ancaman kematian dari fokal infeksi gigi sungguh nyata. Hal tersebut tidak boleh disepelekan oleh masyarakat, khususnya penderita gigi berlubang.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) sekaligus dokter spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember (Unej), drg Zainul Cholid, menegaskan bahwa gigi adalah sumber utama fokal infeksi. “Jadi, infeksi dari gigi bisa menyebar ke daerah tubuh lainnya seperti ke jantung, paru-paru, otak, kulit, dan sebagainya. Inilah yang berbahaya bila gigi itu infeksi,” tuturnya.

Penderita Diabetes Rentan Terkena TBC

Zainul memberikan salah satu contoh penyebaran ke kulit. “Saya dapat pasien yang kulitnya gatal. Ternyata itu karena gigi berlubang,” tuturnya.

Dia menambahkan, banyak masyarakat yang belum paham akan pentingnya perawatan gigi di dokter gigi. “Saya sering kali dapat pasien yang melakukan pembuatan gigi palsu. Sehingga langit-langitnya sampai bolong. Ada juga karena giginya tertutup, maka muncul kista,” ucapnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Zainul menjelaskan, gigi yang ada di dalam rongga mulut itu tidak berdiri sendiri. Justru rongga mulut adalah sumber infeksi ke seluruh tubuh.

Penyebab infeksi pada gigi tidak hanya karena salah mencabut atau gigi berlubang. Tapi, juga dipicu oleh gigi yang pertumbuhannya salah. Atau disebut impaksi gigi yang merupakan kondisi gigi terjebak di dalam gusi, sehingga pertumbuhannya tidak sempurna.

Gigi impaksi dapat terjadi karena kelebihan atau benih giginya yang salah tumbuh. Menurutnya, gigi impaksi sulit dideteksi lebih awal. Hal itu karena kebiasaan masyarakat, yaitu tidak akan periksa bila tidak ada keluhan pada gigi. “Padahal cek rutin minimal 6 bulan sekali itu sangat penting,” tuturnya.

Impaksi dapat menyebabkan bengkak, nyeri, pusing ringan sampai berat, telinga berdengung, hingga sakit di tengkuk. “Impaksi juga dapat menyebabkan kista, tumor, dan asam lambung juga,” terangnya

Gigi itu korelasinya banyak, dan sebagai dokter gigi diwajibkan melakukan penyuluhan. Namun, masyarakat terlalu menganggap remeh. “Kata orang, sakit gigi tidak berbahaya. Justru sakit gigi itu bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

Gigi merupakan pintu masuknya kuman. “Ketika gigi sudah berlubang, kuman akan berjalan. Bila menyebar ke atas, jalurnya bisa ke pembuluh darah, kemudian ke otak. Sedangkan ke bawah lewat pembuluh darah saraf dan rongga leher, dan batasnya di dada. Kalau lolos di leher, berarti ke dada. Kalau dada lolos, nanti bisa menyebar ke yang lain. Termasuk ke jantung, paru, dan organ lain,” jelasnya.

Tidak sesederhana itu masalah yang ditimbulkan oleh gigi. Bila sudah terjadi infeksi dan kondisi pasien memburuk, maka kematian bisa datang dalam hitungan jam. “Bisa 1–2 jam,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Grafis: Radar Bojonegoro
Editor: Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/