alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Virus Hendra Lebih Mematikan Ketimbang Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Virus Hendra kini menjadi perbincangan berbagai kalangan,setelah kasus Covid-19 di Indonesia semakin terus melandai. Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menyebutkan, virus Hendra lebih mematikan dibanding virus Covid-19.

BACA JUGA : Gresik Malu Ada Warga Nikahi Kambing

”Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika Covid-19 pada tingkat 3–4 persen, virus Hendra berada pada tingkat 50 persen kematian.Meski mematikan, virus bernama ilmiah Hendra henipavirus itu masih jarang ditemukan pada manusia. Berdasar data sejak 1994 hingga 2013, dilaporkan tujuh kematian manusia akibat virus itu.”kata Laura.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Virus Hendra kini menjadi perbincangan berbagai kalangan,setelah kasus Covid-19 di Indonesia semakin terus melandai. Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menyebutkan, virus Hendra lebih mematikan dibanding virus Covid-19.

BACA JUGA : Gresik Malu Ada Warga Nikahi Kambing

”Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika Covid-19 pada tingkat 3–4 persen, virus Hendra berada pada tingkat 50 persen kematian.Meski mematikan, virus bernama ilmiah Hendra henipavirus itu masih jarang ditemukan pada manusia. Berdasar data sejak 1994 hingga 2013, dilaporkan tujuh kematian manusia akibat virus itu.”kata Laura.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Virus Hendra kini menjadi perbincangan berbagai kalangan,setelah kasus Covid-19 di Indonesia semakin terus melandai. Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani menyebutkan, virus Hendra lebih mematikan dibanding virus Covid-19.

BACA JUGA : Gresik Malu Ada Warga Nikahi Kambing

”Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika Covid-19 pada tingkat 3–4 persen, virus Hendra berada pada tingkat 50 persen kematian.Meski mematikan, virus bernama ilmiah Hendra henipavirus itu masih jarang ditemukan pada manusia. Berdasar data sejak 1994 hingga 2013, dilaporkan tujuh kematian manusia akibat virus itu.”kata Laura.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/