alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

600 Suspek PMK, Dua di Antaranya Mati

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember harus jadi perhatian. Pasalnya, sudah ada empat ekor sapi terinfeksi dan dua ekor mati. Bahkan, ada 600 suspek PMK

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti mengungkapkan, berdasarkan data terakhir pada Selasa, 7 Juni, sudah ditemukan beberapa kasus suspek berdasarkan uji klinis dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan, ada ratusan yang menunjukan gejala PMK,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setiap hari, jumlah kasus suspek PMK terus bertambah. Berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, terdata 600 ekor suspek dan 4 ekor sapi dinyatakan positif PMK. “Ada 4 ekor sapi positif berdasarkan hasil pemeriksaan Lab Pusvetma Surabaya,” ucapnya.

Penularan yang terjadi sejauh ini secara cepat. Dari ratusan sapi yang suspek, sudah ada 2 ekor yang mati, dan 1 sapi kondisinya yang sudah kritis. “Suspek yaitu menunjukkan gejala klinis mengarah PMK ada 600 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember harus jadi perhatian. Pasalnya, sudah ada empat ekor sapi terinfeksi dan dua ekor mati. Bahkan, ada 600 suspek PMK

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti mengungkapkan, berdasarkan data terakhir pada Selasa, 7 Juni, sudah ditemukan beberapa kasus suspek berdasarkan uji klinis dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan, ada ratusan yang menunjukan gejala PMK,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setiap hari, jumlah kasus suspek PMK terus bertambah. Berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, terdata 600 ekor suspek dan 4 ekor sapi dinyatakan positif PMK. “Ada 4 ekor sapi positif berdasarkan hasil pemeriksaan Lab Pusvetma Surabaya,” ucapnya.

Penularan yang terjadi sejauh ini secara cepat. Dari ratusan sapi yang suspek, sudah ada 2 ekor yang mati, dan 1 sapi kondisinya yang sudah kritis. “Suspek yaitu menunjukkan gejala klinis mengarah PMK ada 600 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember harus jadi perhatian. Pasalnya, sudah ada empat ekor sapi terinfeksi dan dua ekor mati. Bahkan, ada 600 suspek PMK

BACA JUGA : Tengok Karya Jurnalistik, Lawan Kabar Hoax

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti mengungkapkan, berdasarkan data terakhir pada Selasa, 7 Juni, sudah ditemukan beberapa kasus suspek berdasarkan uji klinis dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan, ada ratusan yang menunjukan gejala PMK,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setiap hari, jumlah kasus suspek PMK terus bertambah. Berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, terdata 600 ekor suspek dan 4 ekor sapi dinyatakan positif PMK. “Ada 4 ekor sapi positif berdasarkan hasil pemeriksaan Lab Pusvetma Surabaya,” ucapnya.

Penularan yang terjadi sejauh ini secara cepat. Dari ratusan sapi yang suspek, sudah ada 2 ekor yang mati, dan 1 sapi kondisinya yang sudah kritis. “Suspek yaitu menunjukkan gejala klinis mengarah PMK ada 600 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/