alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jangan Susul Angka Kudus dan Bangkalan

Lonjakan Kasus Positif, Belasan dalam Dua Hari

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus cukup bikin kejutan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Jateng, ada peningkatan sebanyak puluhan kali lipat dalam sepekan. Kini, ada sebanyak 1.747 yang menjalani perawatan alias terbanyak se-Jateng.

Hal yang sama juga terjadi di Madura. Tepatnya di Kabupaten Bangkalan, yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seusai libur Lebaran. Kasus kumulatif Covid-19 di Bangkalan, tercatat ada sebanyak 1.754 kasus. Sebanyak 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia, dan sebanyak 56 pasien masih dirawat.

Lantas, bagaimana dengan Kabupaten Jember? Belum lama ini, terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Jember dalam dua hari terakhir, yakni pada 5 dan 6 Juni. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada 5 Juni, dilaporkan sebanyak enam kasus baru, yaitu lima kasus di Kecamatan Tanggul (satu keluarga) dan satu kasus di Kecamatan Sumbersari. Sementara, pada 6 Juni, dilaporkan sebanyak 11 kasus baru Covid-19 yang terdiri atas lima kasus di Kecamatan Patrang, dua kasus di Kecamatan Sumbersari, dan empat kasus di Kecamatan Jenggawah.

Tren kasus satu keluarga yang terjadi pada 5 Juni itu diakibatkan salah seorang warga yang baru datang dari Jakarta untuk cuti dinas. Pada 2 Juni, dia melaksanakan swab antigen untuk syarat perjalanan kembali ke Jakarta, tetapi hasilnya positif. Menindaklanjuti hal itu, dia juga langsung menjalani tes swab PCR, dan hasilnya positif.

Karena itu, satu keluarga pun menjalani tracing dan hasilnya positif Covid-19 semua. Mulai dari mertua laki-laki dan perempuan, istri, hingga adik iparnya.

Pada 6 Juni, Habib menambahkan bahwa juga ada penambahan kasus satu keluarga. Yakni terjadi di Kecamatan Patrang. “Dari lima kasus yang terjadi di Patrang, empat di antaranya merupakan satu keluarga dari PMI (pekerja migran Indonesia, Red) yang dijemput keluarga,” tuturnya.

Pada 24 Mei lalu, Habib menjelaskan bahwa salah seorang PMI itu datang ke Indonesia. Lalu, dilakukan tes swab di asrama haji Surabaya. “Kedua orang tuanya dinyatakan positif, tapi dia negatif,” ungkap Habib.

Pada 26 Mei, salah seorang PMI tersebut dijemput kakeknya pulang ke Kelurahan Gebang. Karena dirasa mengkhawatirkan, para petugas berupaya untuk mencarinya. “Pas ketemu, diputuskan isolasi mandiri dan diawasi ketat,” lanjutnya. Namun, pada 29 Mei di-swab oleh petugas Puskesmas Patrang dengan hasil positif. Lanjut diisolasi di RS dr Soebandi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus cukup bikin kejutan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Jateng, ada peningkatan sebanyak puluhan kali lipat dalam sepekan. Kini, ada sebanyak 1.747 yang menjalani perawatan alias terbanyak se-Jateng.

Hal yang sama juga terjadi di Madura. Tepatnya di Kabupaten Bangkalan, yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seusai libur Lebaran. Kasus kumulatif Covid-19 di Bangkalan, tercatat ada sebanyak 1.754 kasus. Sebanyak 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia, dan sebanyak 56 pasien masih dirawat.

Lantas, bagaimana dengan Kabupaten Jember? Belum lama ini, terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Jember dalam dua hari terakhir, yakni pada 5 dan 6 Juni. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim.

Pada 5 Juni, dilaporkan sebanyak enam kasus baru, yaitu lima kasus di Kecamatan Tanggul (satu keluarga) dan satu kasus di Kecamatan Sumbersari. Sementara, pada 6 Juni, dilaporkan sebanyak 11 kasus baru Covid-19 yang terdiri atas lima kasus di Kecamatan Patrang, dua kasus di Kecamatan Sumbersari, dan empat kasus di Kecamatan Jenggawah.

Tren kasus satu keluarga yang terjadi pada 5 Juni itu diakibatkan salah seorang warga yang baru datang dari Jakarta untuk cuti dinas. Pada 2 Juni, dia melaksanakan swab antigen untuk syarat perjalanan kembali ke Jakarta, tetapi hasilnya positif. Menindaklanjuti hal itu, dia juga langsung menjalani tes swab PCR, dan hasilnya positif.

Karena itu, satu keluarga pun menjalani tracing dan hasilnya positif Covid-19 semua. Mulai dari mertua laki-laki dan perempuan, istri, hingga adik iparnya.

Pada 6 Juni, Habib menambahkan bahwa juga ada penambahan kasus satu keluarga. Yakni terjadi di Kecamatan Patrang. “Dari lima kasus yang terjadi di Patrang, empat di antaranya merupakan satu keluarga dari PMI (pekerja migran Indonesia, Red) yang dijemput keluarga,” tuturnya.

Pada 24 Mei lalu, Habib menjelaskan bahwa salah seorang PMI itu datang ke Indonesia. Lalu, dilakukan tes swab di asrama haji Surabaya. “Kedua orang tuanya dinyatakan positif, tapi dia negatif,” ungkap Habib.

Pada 26 Mei, salah seorang PMI tersebut dijemput kakeknya pulang ke Kelurahan Gebang. Karena dirasa mengkhawatirkan, para petugas berupaya untuk mencarinya. “Pas ketemu, diputuskan isolasi mandiri dan diawasi ketat,” lanjutnya. Namun, pada 29 Mei di-swab oleh petugas Puskesmas Patrang dengan hasil positif. Lanjut diisolasi di RS dr Soebandi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus cukup bikin kejutan. Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Jateng, ada peningkatan sebanyak puluhan kali lipat dalam sepekan. Kini, ada sebanyak 1.747 yang menjalani perawatan alias terbanyak se-Jateng.

Hal yang sama juga terjadi di Madura. Tepatnya di Kabupaten Bangkalan, yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 seusai libur Lebaran. Kasus kumulatif Covid-19 di Bangkalan, tercatat ada sebanyak 1.754 kasus. Sebanyak 1.520 dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia, dan sebanyak 56 pasien masih dirawat.

Lantas, bagaimana dengan Kabupaten Jember? Belum lama ini, terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Jember dalam dua hari terakhir, yakni pada 5 dan 6 Juni. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Habib Salim.

Pada 5 Juni, dilaporkan sebanyak enam kasus baru, yaitu lima kasus di Kecamatan Tanggul (satu keluarga) dan satu kasus di Kecamatan Sumbersari. Sementara, pada 6 Juni, dilaporkan sebanyak 11 kasus baru Covid-19 yang terdiri atas lima kasus di Kecamatan Patrang, dua kasus di Kecamatan Sumbersari, dan empat kasus di Kecamatan Jenggawah.

Tren kasus satu keluarga yang terjadi pada 5 Juni itu diakibatkan salah seorang warga yang baru datang dari Jakarta untuk cuti dinas. Pada 2 Juni, dia melaksanakan swab antigen untuk syarat perjalanan kembali ke Jakarta, tetapi hasilnya positif. Menindaklanjuti hal itu, dia juga langsung menjalani tes swab PCR, dan hasilnya positif.

Karena itu, satu keluarga pun menjalani tracing dan hasilnya positif Covid-19 semua. Mulai dari mertua laki-laki dan perempuan, istri, hingga adik iparnya.

Pada 6 Juni, Habib menambahkan bahwa juga ada penambahan kasus satu keluarga. Yakni terjadi di Kecamatan Patrang. “Dari lima kasus yang terjadi di Patrang, empat di antaranya merupakan satu keluarga dari PMI (pekerja migran Indonesia, Red) yang dijemput keluarga,” tuturnya.

Pada 24 Mei lalu, Habib menjelaskan bahwa salah seorang PMI itu datang ke Indonesia. Lalu, dilakukan tes swab di asrama haji Surabaya. “Kedua orang tuanya dinyatakan positif, tapi dia negatif,” ungkap Habib.

Pada 26 Mei, salah seorang PMI tersebut dijemput kakeknya pulang ke Kelurahan Gebang. Karena dirasa mengkhawatirkan, para petugas berupaya untuk mencarinya. “Pas ketemu, diputuskan isolasi mandiri dan diawasi ketat,” lanjutnya. Namun, pada 29 Mei di-swab oleh petugas Puskesmas Patrang dengan hasil positif. Lanjut diisolasi di RS dr Soebandi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/