alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Waspadai Klaster Baju Hari Raya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Lebaran yang tinggal menghitung hari ini patut menjadi perhatian seluruh masyarakat Jember. Khususnya, bagi yang gemar membeli baju Lebaran.

Seperti diketahui, pusat-pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, selalu dipadati pelanggan. Sayangnya, pandemi Covid-19 masih menjadi pokok penanganan yang belum ditemukan ujungnya. Karena itu, hal itu perlu mendapatkan penanganan, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya.

Secara tegas, Bupati Jember Hendy Siswanto mengimbau pusat-pusat perbelanjaan untuk mengontrol kepadatan pelanggan yang berada di tempatnya masing-masing. “Tentunya, nanti akan kita cegah jika sampai menimbulkan keramaian,” ulasnya, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski begitu, dia menerangkan bahwa hal itu bukan semata-mata untuk menghentikan perekonomian banyak pihak. Karena itu, butuh pemahaman bersama untuk saling berkolaborasi dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Tujuannya untuk mencegah persebaran Covid-19 di pusat-pusat perbelanjaan.

Terlebih lagi, lanjut dia, semangat orang Jember dalam berbelanja memang tidak perlu diragukan lagi. Terutama dalam memilah baju-baju yang sesuai dengan isi kantong dan style masing-masing. Namun, tanpa disadari, hal itu bisa berisiko menularkan virus Covid-19. Sebab, bekas baju yang dipegang orang bisa dengan mudah dipegang orang lain. Apalagi, para pengunjung tersebut kerap berjubel dalam mengantre dan tidak menerapkan physical distancing.

Karena itu, berdasar SE yang sudah dibuat, Hendy berharap para pelaku usaha mampu menerapkan aturan pemerintah daerah dengan menerapkan kapasitas perbelanjaan sebanyak 40 persen dari kapasitas gedung normal. Tujuannya untuk menekan kemungkinan terjadinya kerumunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Lebaran yang tinggal menghitung hari ini patut menjadi perhatian seluruh masyarakat Jember. Khususnya, bagi yang gemar membeli baju Lebaran.

Seperti diketahui, pusat-pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, selalu dipadati pelanggan. Sayangnya, pandemi Covid-19 masih menjadi pokok penanganan yang belum ditemukan ujungnya. Karena itu, hal itu perlu mendapatkan penanganan, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya.

Secara tegas, Bupati Jember Hendy Siswanto mengimbau pusat-pusat perbelanjaan untuk mengontrol kepadatan pelanggan yang berada di tempatnya masing-masing. “Tentunya, nanti akan kita cegah jika sampai menimbulkan keramaian,” ulasnya, belum lama ini.

Meski begitu, dia menerangkan bahwa hal itu bukan semata-mata untuk menghentikan perekonomian banyak pihak. Karena itu, butuh pemahaman bersama untuk saling berkolaborasi dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Tujuannya untuk mencegah persebaran Covid-19 di pusat-pusat perbelanjaan.

Terlebih lagi, lanjut dia, semangat orang Jember dalam berbelanja memang tidak perlu diragukan lagi. Terutama dalam memilah baju-baju yang sesuai dengan isi kantong dan style masing-masing. Namun, tanpa disadari, hal itu bisa berisiko menularkan virus Covid-19. Sebab, bekas baju yang dipegang orang bisa dengan mudah dipegang orang lain. Apalagi, para pengunjung tersebut kerap berjubel dalam mengantre dan tidak menerapkan physical distancing.

Karena itu, berdasar SE yang sudah dibuat, Hendy berharap para pelaku usaha mampu menerapkan aturan pemerintah daerah dengan menerapkan kapasitas perbelanjaan sebanyak 40 persen dari kapasitas gedung normal. Tujuannya untuk menekan kemungkinan terjadinya kerumunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang perayaan Lebaran yang tinggal menghitung hari ini patut menjadi perhatian seluruh masyarakat Jember. Khususnya, bagi yang gemar membeli baju Lebaran.

Seperti diketahui, pusat-pusat perbelanjaan, baik modern maupun tradisional, selalu dipadati pelanggan. Sayangnya, pandemi Covid-19 masih menjadi pokok penanganan yang belum ditemukan ujungnya. Karena itu, hal itu perlu mendapatkan penanganan, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya.

Secara tegas, Bupati Jember Hendy Siswanto mengimbau pusat-pusat perbelanjaan untuk mengontrol kepadatan pelanggan yang berada di tempatnya masing-masing. “Tentunya, nanti akan kita cegah jika sampai menimbulkan keramaian,” ulasnya, belum lama ini.

Meski begitu, dia menerangkan bahwa hal itu bukan semata-mata untuk menghentikan perekonomian banyak pihak. Karena itu, butuh pemahaman bersama untuk saling berkolaborasi dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan (prokes). Tujuannya untuk mencegah persebaran Covid-19 di pusat-pusat perbelanjaan.

Terlebih lagi, lanjut dia, semangat orang Jember dalam berbelanja memang tidak perlu diragukan lagi. Terutama dalam memilah baju-baju yang sesuai dengan isi kantong dan style masing-masing. Namun, tanpa disadari, hal itu bisa berisiko menularkan virus Covid-19. Sebab, bekas baju yang dipegang orang bisa dengan mudah dipegang orang lain. Apalagi, para pengunjung tersebut kerap berjubel dalam mengantre dan tidak menerapkan physical distancing.

Karena itu, berdasar SE yang sudah dibuat, Hendy berharap para pelaku usaha mampu menerapkan aturan pemerintah daerah dengan menerapkan kapasitas perbelanjaan sebanyak 40 persen dari kapasitas gedung normal. Tujuannya untuk menekan kemungkinan terjadinya kerumunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/