alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Gugah Semangat Warga, Cegah Gelombang Tiga

Detail Penanganan Omicron Harus Dipatuhi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya virus Covid-19 varian Omicron mengundang banyak kekhawatiran. Hal ini memerlukan edukasi dan mitigasi khusus agar masyarakat bisa tenang dan tetap beraktivitas dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Kasus Covid-19, termasuk Omicron, selama ini sering mewarnai banyak pemberitaan di media massa maupun berseliweran media sosial (medsos). Akan tetapi, langkah konkret untuk menanganinya belum secara detail dilakukan dan diikuti oleh warga Jember. Nah, Bupati Jember Hendy Siswanto, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Batara C Pangaribuan, serta Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo banyak melakukan langkah antisipasi di Jember.

Langkah-langkah Bupati Jember Hendy Siswanto maupun Satgas Covid-19 di antaranya melakukan pengecekan rumah sakit, yakni RS Paru, RSD dr Soebandi, dan RS Jember Klinik. Selanjutnya, bersama forkopimda juga memaksimalkan penyiapan tempat isolasi terpadu (isoter) yang terletak di Hotel Kebonagung. “Kita maksimalkan lagi dan hari ini wujud antisipasi kami, bagaimana kesiapan BOR, kesiapan oksigen, kesiapan obat dan pendukungnya, kami cek secara detail,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain fasilitas untuk perawatan pasien, bupati juga mengerahkan satpol PP serta terus kolaborasi bersama TNI dan Polri untuk mengaktifkan kembali sosialisasi dan pembagian masker. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan yang belum suntik vaksin segera mengikuti vaksinasi.

Tak hanya itu, bupati, dandim, serta kapolres juga mencermati pidato Presiden RI Joko Widodo yang dilangsungkan secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (7/22). Pada kesempatan itu, presiden yang akrab disapa Jokowi itu banyak memberikan arahan. Di mana, pada tahun 2020 dan 2021, Indonesia mampu melewati gelombang demi gelombang, termasuk gelombang varian Delta. Keberhasilan melewati gelombang tersebut tidak lain berkat gotong royong yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.

Nah, pada tahun ini, varian Omicron muncul dengan penularannya yang lebih cepat. Hal ini menjadi tantangan baru yang menuntut pemerintah agar tidak lengah. Sebab, varian ini bisa empat kali lipat lebih cepat menyerang jika dibandingkan dengan varian Delta. “Jika melihat tren kasus Omicron di dunia, kasus baru di Amerika, Inggris, Prancis sangat tinggi. Namun, untuk tingkat rawatnya masih pada posisi di bawah varian Delta,” tutur orang nomor satu di Indonesia itu.

Jika belajar dari negara lain, pemerintah daerah tentu memiliki kendala yang lebih dengan menangani masyarakat secara langsung. Presiden Jokowi pun mengharapkan para pemangku kebijakan di daerah menangani varian Omicron dengan manajemen yang lebih baik daripada saat menghadapi varian Delta.

Dari tren kasus Omicron di Indonesia, kasus yang paling banyak terjadi ialah di Jawa-Bali, yakni sebanyak 93 persen dari semua kasus di Indonesia. “Namun, kita patut bersyukur lantaran tingkat rawatnya masih rendah. Kematian juga masih sangat rendah,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya virus Covid-19 varian Omicron mengundang banyak kekhawatiran. Hal ini memerlukan edukasi dan mitigasi khusus agar masyarakat bisa tenang dan tetap beraktivitas dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Kasus Covid-19, termasuk Omicron, selama ini sering mewarnai banyak pemberitaan di media massa maupun berseliweran media sosial (medsos). Akan tetapi, langkah konkret untuk menanganinya belum secara detail dilakukan dan diikuti oleh warga Jember. Nah, Bupati Jember Hendy Siswanto, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Batara C Pangaribuan, serta Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo banyak melakukan langkah antisipasi di Jember.

Langkah-langkah Bupati Jember Hendy Siswanto maupun Satgas Covid-19 di antaranya melakukan pengecekan rumah sakit, yakni RS Paru, RSD dr Soebandi, dan RS Jember Klinik. Selanjutnya, bersama forkopimda juga memaksimalkan penyiapan tempat isolasi terpadu (isoter) yang terletak di Hotel Kebonagung. “Kita maksimalkan lagi dan hari ini wujud antisipasi kami, bagaimana kesiapan BOR, kesiapan oksigen, kesiapan obat dan pendukungnya, kami cek secara detail,” paparnya.

Selain fasilitas untuk perawatan pasien, bupati juga mengerahkan satpol PP serta terus kolaborasi bersama TNI dan Polri untuk mengaktifkan kembali sosialisasi dan pembagian masker. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan yang belum suntik vaksin segera mengikuti vaksinasi.

Tak hanya itu, bupati, dandim, serta kapolres juga mencermati pidato Presiden RI Joko Widodo yang dilangsungkan secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (7/22). Pada kesempatan itu, presiden yang akrab disapa Jokowi itu banyak memberikan arahan. Di mana, pada tahun 2020 dan 2021, Indonesia mampu melewati gelombang demi gelombang, termasuk gelombang varian Delta. Keberhasilan melewati gelombang tersebut tidak lain berkat gotong royong yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.

Nah, pada tahun ini, varian Omicron muncul dengan penularannya yang lebih cepat. Hal ini menjadi tantangan baru yang menuntut pemerintah agar tidak lengah. Sebab, varian ini bisa empat kali lipat lebih cepat menyerang jika dibandingkan dengan varian Delta. “Jika melihat tren kasus Omicron di dunia, kasus baru di Amerika, Inggris, Prancis sangat tinggi. Namun, untuk tingkat rawatnya masih pada posisi di bawah varian Delta,” tutur orang nomor satu di Indonesia itu.

Jika belajar dari negara lain, pemerintah daerah tentu memiliki kendala yang lebih dengan menangani masyarakat secara langsung. Presiden Jokowi pun mengharapkan para pemangku kebijakan di daerah menangani varian Omicron dengan manajemen yang lebih baik daripada saat menghadapi varian Delta.

Dari tren kasus Omicron di Indonesia, kasus yang paling banyak terjadi ialah di Jawa-Bali, yakni sebanyak 93 persen dari semua kasus di Indonesia. “Namun, kita patut bersyukur lantaran tingkat rawatnya masih rendah. Kematian juga masih sangat rendah,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya virus Covid-19 varian Omicron mengundang banyak kekhawatiran. Hal ini memerlukan edukasi dan mitigasi khusus agar masyarakat bisa tenang dan tetap beraktivitas dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Kasus Covid-19, termasuk Omicron, selama ini sering mewarnai banyak pemberitaan di media massa maupun berseliweran media sosial (medsos). Akan tetapi, langkah konkret untuk menanganinya belum secara detail dilakukan dan diikuti oleh warga Jember. Nah, Bupati Jember Hendy Siswanto, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Batara C Pangaribuan, serta Kapolres Jember AKBP Heri Purnomo banyak melakukan langkah antisipasi di Jember.

Langkah-langkah Bupati Jember Hendy Siswanto maupun Satgas Covid-19 di antaranya melakukan pengecekan rumah sakit, yakni RS Paru, RSD dr Soebandi, dan RS Jember Klinik. Selanjutnya, bersama forkopimda juga memaksimalkan penyiapan tempat isolasi terpadu (isoter) yang terletak di Hotel Kebonagung. “Kita maksimalkan lagi dan hari ini wujud antisipasi kami, bagaimana kesiapan BOR, kesiapan oksigen, kesiapan obat dan pendukungnya, kami cek secara detail,” paparnya.

Selain fasilitas untuk perawatan pasien, bupati juga mengerahkan satpol PP serta terus kolaborasi bersama TNI dan Polri untuk mengaktifkan kembali sosialisasi dan pembagian masker. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan yang belum suntik vaksin segera mengikuti vaksinasi.

Tak hanya itu, bupati, dandim, serta kapolres juga mencermati pidato Presiden RI Joko Widodo yang dilangsungkan secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (7/22). Pada kesempatan itu, presiden yang akrab disapa Jokowi itu banyak memberikan arahan. Di mana, pada tahun 2020 dan 2021, Indonesia mampu melewati gelombang demi gelombang, termasuk gelombang varian Delta. Keberhasilan melewati gelombang tersebut tidak lain berkat gotong royong yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.

Nah, pada tahun ini, varian Omicron muncul dengan penularannya yang lebih cepat. Hal ini menjadi tantangan baru yang menuntut pemerintah agar tidak lengah. Sebab, varian ini bisa empat kali lipat lebih cepat menyerang jika dibandingkan dengan varian Delta. “Jika melihat tren kasus Omicron di dunia, kasus baru di Amerika, Inggris, Prancis sangat tinggi. Namun, untuk tingkat rawatnya masih pada posisi di bawah varian Delta,” tutur orang nomor satu di Indonesia itu.

Jika belajar dari negara lain, pemerintah daerah tentu memiliki kendala yang lebih dengan menangani masyarakat secara langsung. Presiden Jokowi pun mengharapkan para pemangku kebijakan di daerah menangani varian Omicron dengan manajemen yang lebih baik daripada saat menghadapi varian Delta.

Dari tren kasus Omicron di Indonesia, kasus yang paling banyak terjadi ialah di Jawa-Bali, yakni sebanyak 93 persen dari semua kasus di Indonesia. “Namun, kita patut bersyukur lantaran tingkat rawatnya masih rendah. Kematian juga masih sangat rendah,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/