alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Terima Kasih Sukarelawan PMI

Hari ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember memperingati 14 tahun Hari Sukarelawan PMI. Peringatan yang ditandai dengan upacara di Alun-Alun Jember tersebut juga dibarengkan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-74 PMI. Momentum ini dipersembahkan kepada para sukarelawan atas komitmen mereka yang mengabdi untuk kemanusiaan.

Mobile_AP_Rectangle 1

Di antaranya adalah Dialog Nasional bertema “Peran Pemerintah dalam Membangun Produktivitas PMI”. Acara yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha itu digelar sebagai wahana mengomunikasikan beragam problem PMI di daerah dalam membangun produktivitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. “Karena selama ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi PMI di daerah. Salah satunya adalah pendanaan,” terang Ketua PMI Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH, kemarin (6/12).

Diharapkan, dialog yang dihadiri oleh perwakilan PMI dari berbagai kabupaten di Jawa Timur dan luar Jawa Timur dapat menemukan solusi menyangkut pendanaan tersebut. Selain itu, diharapkan ada penguatan kapasitas kelembagaan PMI sebagai mitra pemerintah daerah, menanamkan pemahaman terhadap pemerintah daerah agar memberikan dukungan bagi kinerja dan produktivitas PMI, serta meningkatkan kebersamaan kelembagaan PMI antardaerah.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Jember dr Faida MMR, Ketua PMI Jawa Timur Mayjend Purn Imam Utomo, dan Pengurus Pusat PMI Bidang Kerelawanan H Muhammad Muas. “Relawan adalah orang terhormat, maka pemerintah harus hadir dan bersinergi bersama PMI untuk menghargai komitmen mereka. Kami siap membantu karena ingin Jember menjadi kota yang peduli, welas asih, dan mengedepankan gotong royong,” kata Bupati Faida.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai bentuk penghargaan, kata Faida, pemerintah daerah telah meminta PMI menyerahkan basis data sukarelawan. Mereka yang telah berkomitmen untuk kemanusiaan itu, semisal lebih dari 25 melakukan donor darah akan mendapat BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Lebih dari 100 kali bakal diumrahkan. “Untuk anak-anak sukarelawan yang tidak mampu, juga berhadap mendapat beasiswa kuliah ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” paparnya.

Tak hanya dialog nasional, dalam rangkaian acara itu juga ada defille Sukarelawan PMI Kabupaten Jember dan simulasi bencana gempa bumi yang bersinergi lintas organisasi kemanusiaan, seusai pelaksanaan upacara. Sehari berikutnya, juga digelar senam bersama sukarelawan dan masyarakat Jember yang diselenggarakan pada Minggu (8/12) di alun-alun Jember sekitar pukul 06.30. Targetnya senam itu diikuti 2.000 peserta.

- Advertisement -

Di antaranya adalah Dialog Nasional bertema “Peran Pemerintah dalam Membangun Produktivitas PMI”. Acara yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha itu digelar sebagai wahana mengomunikasikan beragam problem PMI di daerah dalam membangun produktivitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. “Karena selama ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi PMI di daerah. Salah satunya adalah pendanaan,” terang Ketua PMI Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH, kemarin (6/12).

Diharapkan, dialog yang dihadiri oleh perwakilan PMI dari berbagai kabupaten di Jawa Timur dan luar Jawa Timur dapat menemukan solusi menyangkut pendanaan tersebut. Selain itu, diharapkan ada penguatan kapasitas kelembagaan PMI sebagai mitra pemerintah daerah, menanamkan pemahaman terhadap pemerintah daerah agar memberikan dukungan bagi kinerja dan produktivitas PMI, serta meningkatkan kebersamaan kelembagaan PMI antardaerah.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Jember dr Faida MMR, Ketua PMI Jawa Timur Mayjend Purn Imam Utomo, dan Pengurus Pusat PMI Bidang Kerelawanan H Muhammad Muas. “Relawan adalah orang terhormat, maka pemerintah harus hadir dan bersinergi bersama PMI untuk menghargai komitmen mereka. Kami siap membantu karena ingin Jember menjadi kota yang peduli, welas asih, dan mengedepankan gotong royong,” kata Bupati Faida.

Sebagai bentuk penghargaan, kata Faida, pemerintah daerah telah meminta PMI menyerahkan basis data sukarelawan. Mereka yang telah berkomitmen untuk kemanusiaan itu, semisal lebih dari 25 melakukan donor darah akan mendapat BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Lebih dari 100 kali bakal diumrahkan. “Untuk anak-anak sukarelawan yang tidak mampu, juga berhadap mendapat beasiswa kuliah ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” paparnya.

Tak hanya dialog nasional, dalam rangkaian acara itu juga ada defille Sukarelawan PMI Kabupaten Jember dan simulasi bencana gempa bumi yang bersinergi lintas organisasi kemanusiaan, seusai pelaksanaan upacara. Sehari berikutnya, juga digelar senam bersama sukarelawan dan masyarakat Jember yang diselenggarakan pada Minggu (8/12) di alun-alun Jember sekitar pukul 06.30. Targetnya senam itu diikuti 2.000 peserta.

Di antaranya adalah Dialog Nasional bertema “Peran Pemerintah dalam Membangun Produktivitas PMI”. Acara yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha itu digelar sebagai wahana mengomunikasikan beragam problem PMI di daerah dalam membangun produktivitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. “Karena selama ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi PMI di daerah. Salah satunya adalah pendanaan,” terang Ketua PMI Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH, kemarin (6/12).

Diharapkan, dialog yang dihadiri oleh perwakilan PMI dari berbagai kabupaten di Jawa Timur dan luar Jawa Timur dapat menemukan solusi menyangkut pendanaan tersebut. Selain itu, diharapkan ada penguatan kapasitas kelembagaan PMI sebagai mitra pemerintah daerah, menanamkan pemahaman terhadap pemerintah daerah agar memberikan dukungan bagi kinerja dan produktivitas PMI, serta meningkatkan kebersamaan kelembagaan PMI antardaerah.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Jember dr Faida MMR, Ketua PMI Jawa Timur Mayjend Purn Imam Utomo, dan Pengurus Pusat PMI Bidang Kerelawanan H Muhammad Muas. “Relawan adalah orang terhormat, maka pemerintah harus hadir dan bersinergi bersama PMI untuk menghargai komitmen mereka. Kami siap membantu karena ingin Jember menjadi kota yang peduli, welas asih, dan mengedepankan gotong royong,” kata Bupati Faida.

Sebagai bentuk penghargaan, kata Faida, pemerintah daerah telah meminta PMI menyerahkan basis data sukarelawan. Mereka yang telah berkomitmen untuk kemanusiaan itu, semisal lebih dari 25 melakukan donor darah akan mendapat BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Lebih dari 100 kali bakal diumrahkan. “Untuk anak-anak sukarelawan yang tidak mampu, juga berhadap mendapat beasiswa kuliah ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” paparnya.

Tak hanya dialog nasional, dalam rangkaian acara itu juga ada defille Sukarelawan PMI Kabupaten Jember dan simulasi bencana gempa bumi yang bersinergi lintas organisasi kemanusiaan, seusai pelaksanaan upacara. Sehari berikutnya, juga digelar senam bersama sukarelawan dan masyarakat Jember yang diselenggarakan pada Minggu (8/12) di alun-alun Jember sekitar pukul 06.30. Targetnya senam itu diikuti 2.000 peserta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/