alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kebiasaan Buruk, Jangan Tunggu Sakit untuk Cek Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember mengeluarkan data bahwa ada sebanyak 82 kematian karena terpapar Covid-19 selama Agustus hingga 5 Agustus kemarin. Sementara itu, total selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sudah ada 1.050 kematian akibat korona.

Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi kondisi terebut adalah banyak korban Covid-19 yang terlambat memeriksakan diri. “Banyak yang datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah sakit parah,” paparnya. Karena itu, nyawa mereka banyak yang tak tertolong. Belum lagi, banyak yang sebenarnya sakit, tetapi tidak mengetahui dirinya sakit.

Oleh karena itu, Hendy mengimbau supaya masyarakat Jember rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Terutama dalam melaksanakan tes swab antigen. Dalam hal ini, dia menerangkan bahwa pemerintah sudah memberikan pelayanan tes swab gratis di tiap-tiap puskesmas. Terutama bagi masyarakat yang bergejala atau telah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Dengan begitu, bisa menjaga diri sendiri dan orang lain. “Kalau ketahuan positif, bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin,” ujar Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto menyatakan bahwa kematian juga disebabkan oleh fenomena warga yang isoman malah sembunyi. “Bahkan, saya sering dikontak beberapa orang tanpa identitas yang menanyakan penanganan Covid-19 untuk orang lain. Padahal dia yang butuh itu,” paparnya.

Dia berharap warga Jember bisa terbuka kepada petugas medis. Terlebih, lanjutnya, jangan termakan stigma di-covid-kan. “Kami berharap, stigma masyarakat juga jangan terlalu berlebihan terhadap Covid-19 agar tidak menimbulkan kepanikan,” terangnya.

Selain itu, dia berharap masyarakat Jember tidak terlambat melaporkan diri ketika bergejala. Supaya segera mendapatkan penanganan dari petugas.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember mengeluarkan data bahwa ada sebanyak 82 kematian karena terpapar Covid-19 selama Agustus hingga 5 Agustus kemarin. Sementara itu, total selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sudah ada 1.050 kematian akibat korona.

Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi kondisi terebut adalah banyak korban Covid-19 yang terlambat memeriksakan diri. “Banyak yang datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah sakit parah,” paparnya. Karena itu, nyawa mereka banyak yang tak tertolong. Belum lagi, banyak yang sebenarnya sakit, tetapi tidak mengetahui dirinya sakit.

Oleh karena itu, Hendy mengimbau supaya masyarakat Jember rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Terutama dalam melaksanakan tes swab antigen. Dalam hal ini, dia menerangkan bahwa pemerintah sudah memberikan pelayanan tes swab gratis di tiap-tiap puskesmas. Terutama bagi masyarakat yang bergejala atau telah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Dengan begitu, bisa menjaga diri sendiri dan orang lain. “Kalau ketahuan positif, bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin,” ujar Hendy.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto menyatakan bahwa kematian juga disebabkan oleh fenomena warga yang isoman malah sembunyi. “Bahkan, saya sering dikontak beberapa orang tanpa identitas yang menanyakan penanganan Covid-19 untuk orang lain. Padahal dia yang butuh itu,” paparnya.

Dia berharap warga Jember bisa terbuka kepada petugas medis. Terlebih, lanjutnya, jangan termakan stigma di-covid-kan. “Kami berharap, stigma masyarakat juga jangan terlalu berlebihan terhadap Covid-19 agar tidak menimbulkan kepanikan,” terangnya.

Selain itu, dia berharap masyarakat Jember tidak terlambat melaporkan diri ketika bergejala. Supaya segera mendapatkan penanganan dari petugas.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember mengeluarkan data bahwa ada sebanyak 82 kematian karena terpapar Covid-19 selama Agustus hingga 5 Agustus kemarin. Sementara itu, total selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sudah ada 1.050 kematian akibat korona.

Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi kondisi terebut adalah banyak korban Covid-19 yang terlambat memeriksakan diri. “Banyak yang datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah sakit parah,” paparnya. Karena itu, nyawa mereka banyak yang tak tertolong. Belum lagi, banyak yang sebenarnya sakit, tetapi tidak mengetahui dirinya sakit.

Oleh karena itu, Hendy mengimbau supaya masyarakat Jember rutin memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Terutama dalam melaksanakan tes swab antigen. Dalam hal ini, dia menerangkan bahwa pemerintah sudah memberikan pelayanan tes swab gratis di tiap-tiap puskesmas. Terutama bagi masyarakat yang bergejala atau telah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Dengan begitu, bisa menjaga diri sendiri dan orang lain. “Kalau ketahuan positif, bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin,” ujar Hendy.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto menyatakan bahwa kematian juga disebabkan oleh fenomena warga yang isoman malah sembunyi. “Bahkan, saya sering dikontak beberapa orang tanpa identitas yang menanyakan penanganan Covid-19 untuk orang lain. Padahal dia yang butuh itu,” paparnya.

Dia berharap warga Jember bisa terbuka kepada petugas medis. Terlebih, lanjutnya, jangan termakan stigma di-covid-kan. “Kami berharap, stigma masyarakat juga jangan terlalu berlebihan terhadap Covid-19 agar tidak menimbulkan kepanikan,” terangnya.

Selain itu, dia berharap masyarakat Jember tidak terlambat melaporkan diri ketika bergejala. Supaya segera mendapatkan penanganan dari petugas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/