Awas, Anak Kecanduan Video Game

dr Inke Kusumastuti M Blomed SPKj, dokter ahli kejiwaan RSD dr Soebandi Jember.

RADARJEMBER.ID- Seiring berkembang dan semakin luasnya pemanfaatan teknologi, manusia masa kini sudah terpapar teknologi sejak usia sangat dini. Salah satu pemanfaatan teknologi ini antara lain dalam bentuk video game.

IKLAN

Memang, permainan ini bisa memberikan berbagai manfaat positif untuk perkembangan anak.  Misalnya membantu meningkatkan kemampuan koordinasi anggota tubuh, melatih keterampilan pemecahan masalah, serta meningkatkan perhatian dan konsentrasi.

Meskipun demikian, jika video game digunakan secara berlebihan, adiksi atau kecanduan dapat terjadi, dan hal ini bisa berdampak buruk. “Adiksi atau kecanduan video game pada anak merupakan salah satu fenomena yang akhir-akhir ini semakin banyak terjadi. Kondisi kecanduan ini didapatkan tidak hanya pada orang dewasa, tetapi justru lebih banyak pada anak dan remaja,” kata dr Inke Kusumastuti M Blomed SPKj, dokter ahli kejiwaan RSD dr Soebandi Jember.

Salah satu tanda yang dapat menunjukkan kemungkinan adanya adiksi video game pada anak adalah adanya kemarahan, tindakan agresif, atau kesedihan yang mendalam saat orang tua mengambil video game tersebut. Anak bisa duduk terdiam dan menangis keras hingga menolak untuk makan, tidur, atau melakukan apa pun. “Anak yang bermain video game berjam-jam tiap hari bisa kehilangan waktu untuk bersosialisasi, mengerjakan tugas sekolah, atau berolahraga,” imbuhnya.

Mereka juga cenderung melupakan hobi dan aktivitas lain yang biasanya dilakukan. Hal ini menyebabkan perkembangan emosional anak menjadi sangat terganggu. Penting bagi orang tua untuk sebisa mungkin memberikan dukungan sebaik mungkin bagi berbagai aspek perkembangan anak. Agar anak bisa terhindar dari adiksi video game dan dampak buruknya. “Orang tua perlu memantau dengan teliti durasi yang dihabiskan anak untuk bermain video game, masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari akibat aktivitas ini, serta bagaimana reaksi anak jika aktivitas bermain video game ini dibatasi,” terangnya.

Anak juga perlu dilatih menggunakan gawai secara bertanggung jawab, ada aturan-aturan yang jelas tentang kapan gawai ini boleh atau tidak boleh digunakan. Apa saja yang boleh dilakukan dengan gawai tersebut. Serta memberikan hukuman yang tegas dan mendidik jika terjadi pelanggaran aturan.

Yang tidak kalah pentingnya, orang tua perlu memberikan stimulasi baik yang bervariasi agar anak berkesempatan mengetahui banyak hal yang menyenangkan selain bermain video game. Memberikan stimulasi ini antara lain dapat dilakukan dengan mengajak anak berolahraga, bermusik, berwisata, dan bersosialisasi dengan berbagai orang. Aktivitas yang bervariasi ini dapat mendukung perkembangan otak yang nantinya membuat anak menjadi mampu memahami aktivitas mana yang baik dan tidak baik bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Anak menjadi percaya diri menghadapi dunia nyata karena memiliki berbagai kemampuan yang dibutuhkan, sehingga ia tidak perlu merasa perlu melarikan diri dengan hidup di dunia maya secara berlebihan.

Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :