alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Aktivitas Posyandu Jember Mulai Normal

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID — Aktivitas posyandu saat ini mulai berangsur normal. Meski dalam dua tahun terakhir posyandu sempat vakum lantaran tingginya kasus positif virus korona. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, semenjak tingginya kasus Covid-19 dua tahun kemarin, aktivitas imunisasi posyandu sempat vakum. Sebab, memang kondisinya tidak memungkinkan. Namun, sebagian posyandu yang wilayahnya masih zona hijau diperbolehkan untuk melayani masyarakat.
Baru pada bulan Maret 2021 lalu ada sebagian posyandu yang sudah mulai beraktivitas kembali. “Juni itu kita tutup, karena kena gelombang Covid-19 lagi. Oktober baru ada beberapa posyandu yang buka dan November baru buka semua hingga sekarang,” tambahnya.
Kini, seiring dengan tren kasus Covid-19 menurun, posyandu rutin melaksanakan kegiatan di beberapa titik di setiap daerah. Sehingga saat ini ada istilah jemput bola. Para nakes pun langsung mendatangi rumah warga. “Kalau imunisasi harus sepuluh anak. Semisal BCG untuk mencegah penyakit TBC harus dikumpulkan dulu. Kalau cuma tiga anak, akhirnya kita arahkan ke rumah bidannya,” tuturnya.
Kegiatan imunisasi dilakukan sesuai usia. Imunisasi dasar lengkap. Ketika lahir ada imunisasi BCG dan DPT untuk mencegah difteri dan tetanus. Baru ketika balita menginjak umur 9 bulan dilakukan BCG ke-2 dan pada umur 9 bulan balita akan vaksin campak. “Diusahakan ibu dan balita rutin datang ke posyandu, sehingga diketahui kesehatannya,” ungkapnya.
Membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena tahun sebelumnya sudah jalan pada 2018. Karena Covid-19 berhenti, dan sekarang mulai aktif lagi untuk turun ke lapangan. Dia mengatakan, saat ini posyandu terus melakukan upaya pendampingan balita gizi buruk, dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi agar dapat melahirkan bayinya dengan selamat.
“Sekarang kami sudah membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena pada tahun 2018 sudah jalan, namun tahun berikutnya terkendala pandemi. Dan alhamdulillah sekarang mulai aktif untuk turun ke lapangan,” jelasnya.
Selain itu, dengan Permendagri Tahun 2021, saat ini posyandu sudah sah menjadi lembaga desa, sehingga pengelolaannya sepenuhnya diserahkan ke desa dengan ADD-nya. “Jadi, mereka yang punya wadahnya. Kami yang mengisi kegiatannya. Sampai saat ini kader posyandu di Jember 14.380, jadi cukup banyak,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID — Aktivitas posyandu saat ini mulai berangsur normal. Meski dalam dua tahun terakhir posyandu sempat vakum lantaran tingginya kasus positif virus korona. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, semenjak tingginya kasus Covid-19 dua tahun kemarin, aktivitas imunisasi posyandu sempat vakum. Sebab, memang kondisinya tidak memungkinkan. Namun, sebagian posyandu yang wilayahnya masih zona hijau diperbolehkan untuk melayani masyarakat.
Baru pada bulan Maret 2021 lalu ada sebagian posyandu yang sudah mulai beraktivitas kembali. “Juni itu kita tutup, karena kena gelombang Covid-19 lagi. Oktober baru ada beberapa posyandu yang buka dan November baru buka semua hingga sekarang,” tambahnya.
Kini, seiring dengan tren kasus Covid-19 menurun, posyandu rutin melaksanakan kegiatan di beberapa titik di setiap daerah. Sehingga saat ini ada istilah jemput bola. Para nakes pun langsung mendatangi rumah warga. “Kalau imunisasi harus sepuluh anak. Semisal BCG untuk mencegah penyakit TBC harus dikumpulkan dulu. Kalau cuma tiga anak, akhirnya kita arahkan ke rumah bidannya,” tuturnya.
Kegiatan imunisasi dilakukan sesuai usia. Imunisasi dasar lengkap. Ketika lahir ada imunisasi BCG dan DPT untuk mencegah difteri dan tetanus. Baru ketika balita menginjak umur 9 bulan dilakukan BCG ke-2 dan pada umur 9 bulan balita akan vaksin campak. “Diusahakan ibu dan balita rutin datang ke posyandu, sehingga diketahui kesehatannya,” ungkapnya.
Membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena tahun sebelumnya sudah jalan pada 2018. Karena Covid-19 berhenti, dan sekarang mulai aktif lagi untuk turun ke lapangan. Dia mengatakan, saat ini posyandu terus melakukan upaya pendampingan balita gizi buruk, dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi agar dapat melahirkan bayinya dengan selamat.
“Sekarang kami sudah membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena pada tahun 2018 sudah jalan, namun tahun berikutnya terkendala pandemi. Dan alhamdulillah sekarang mulai aktif untuk turun ke lapangan,” jelasnya.
Selain itu, dengan Permendagri Tahun 2021, saat ini posyandu sudah sah menjadi lembaga desa, sehingga pengelolaannya sepenuhnya diserahkan ke desa dengan ADD-nya. “Jadi, mereka yang punya wadahnya. Kami yang mengisi kegiatannya. Sampai saat ini kader posyandu di Jember 14.380, jadi cukup banyak,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

PATRANG, RADARJEMBER.ID — Aktivitas posyandu saat ini mulai berangsur normal. Meski dalam dua tahun terakhir posyandu sempat vakum lantaran tingginya kasus positif virus korona. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari mengatakan, semenjak tingginya kasus Covid-19 dua tahun kemarin, aktivitas imunisasi posyandu sempat vakum. Sebab, memang kondisinya tidak memungkinkan. Namun, sebagian posyandu yang wilayahnya masih zona hijau diperbolehkan untuk melayani masyarakat.
Baru pada bulan Maret 2021 lalu ada sebagian posyandu yang sudah mulai beraktivitas kembali. “Juni itu kita tutup, karena kena gelombang Covid-19 lagi. Oktober baru ada beberapa posyandu yang buka dan November baru buka semua hingga sekarang,” tambahnya.
Kini, seiring dengan tren kasus Covid-19 menurun, posyandu rutin melaksanakan kegiatan di beberapa titik di setiap daerah. Sehingga saat ini ada istilah jemput bola. Para nakes pun langsung mendatangi rumah warga. “Kalau imunisasi harus sepuluh anak. Semisal BCG untuk mencegah penyakit TBC harus dikumpulkan dulu. Kalau cuma tiga anak, akhirnya kita arahkan ke rumah bidannya,” tuturnya.
Kegiatan imunisasi dilakukan sesuai usia. Imunisasi dasar lengkap. Ketika lahir ada imunisasi BCG dan DPT untuk mencegah difteri dan tetanus. Baru ketika balita menginjak umur 9 bulan dilakukan BCG ke-2 dan pada umur 9 bulan balita akan vaksin campak. “Diusahakan ibu dan balita rutin datang ke posyandu, sehingga diketahui kesehatannya,” ungkapnya.
Membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena tahun sebelumnya sudah jalan pada 2018. Karena Covid-19 berhenti, dan sekarang mulai aktif lagi untuk turun ke lapangan. Dia mengatakan, saat ini posyandu terus melakukan upaya pendampingan balita gizi buruk, dan pendampingan ibu hamil risiko tinggi agar dapat melahirkan bayinya dengan selamat.
“Sekarang kami sudah membagi wilayah binaan untuk spesialis anak, karena pada tahun 2018 sudah jalan, namun tahun berikutnya terkendala pandemi. Dan alhamdulillah sekarang mulai aktif untuk turun ke lapangan,” jelasnya.
Selain itu, dengan Permendagri Tahun 2021, saat ini posyandu sudah sah menjadi lembaga desa, sehingga pengelolaannya sepenuhnya diserahkan ke desa dengan ADD-nya. “Jadi, mereka yang punya wadahnya. Kami yang mengisi kegiatannya. Sampai saat ini kader posyandu di Jember 14.380, jadi cukup banyak,” pungkasnya. (mg6/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/