alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Meninggal Setelah Divaksin, Cek Kronologinya

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kabar meninggalnya seorang siswa laki-laki bernama Ananda Rahel Pratama pada 19 September lalu mendadak jadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, remaja 15 tahun yang diketahui warga Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, itu meninggal setelah mengikuti vaksinasi di SMAN 1 Kencong.

Sebelumnya, diketahui remaja yang meninggal tersebut mengikuti vaksin yang diadakan pihak sekolahnya pada 10 September lalu. Saat itu, seluruh pelajar diminta mengikuti vaksinasi sebagai prasyarat sekolah tatap muka.

Menurut Ahmad Sholehan Yusuf, salah satu keluarga korban meninggal tersebut, sebelum divaksin, kondisi anaknya sehat dan tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun, setelah mendapat suntikan vaksin, anaknya mulai menunjukkan gejala demam, meriang, dan pusing. Karena tak kunjung membaik, pihak keluarga membawa korban untuk dirawat di RSUD Balung. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong alias meninggal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Temuan peserta vaksin SMAN 1 Kencong yang meninggal itu seketika menjadi atensi pihak terkait. Terutama Dinas Kesehatan Jember. Plt Kadinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, seusai kejadian itu, pihaknya mengaku telah melakukan upaya investigasi dengan meminta keterangan sejumlah pihak yang terkait. Mulai dari sekolah, Puskesmas Cakru, pihak keluarga, hingga RSD Balung. “Berdasarkan hasil laboratorium dan diagnosis, siswa meninggal bukan karena vaksinasi, tapi ada penyakit penyerta atau penyakit bawaan,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (5/10).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis itu pula diketahui korban meninggal memiliki penyakit bawaan sejenis infeksi hati. Kendati begitu, pihaknya tidak menyebutkan detail penyakit seperti apa yang diidap korban tersebut.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kabar meninggalnya seorang siswa laki-laki bernama Ananda Rahel Pratama pada 19 September lalu mendadak jadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, remaja 15 tahun yang diketahui warga Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, itu meninggal setelah mengikuti vaksinasi di SMAN 1 Kencong.

Sebelumnya, diketahui remaja yang meninggal tersebut mengikuti vaksin yang diadakan pihak sekolahnya pada 10 September lalu. Saat itu, seluruh pelajar diminta mengikuti vaksinasi sebagai prasyarat sekolah tatap muka.

Menurut Ahmad Sholehan Yusuf, salah satu keluarga korban meninggal tersebut, sebelum divaksin, kondisi anaknya sehat dan tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun, setelah mendapat suntikan vaksin, anaknya mulai menunjukkan gejala demam, meriang, dan pusing. Karena tak kunjung membaik, pihak keluarga membawa korban untuk dirawat di RSUD Balung. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong alias meninggal.

Temuan peserta vaksin SMAN 1 Kencong yang meninggal itu seketika menjadi atensi pihak terkait. Terutama Dinas Kesehatan Jember. Plt Kadinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, seusai kejadian itu, pihaknya mengaku telah melakukan upaya investigasi dengan meminta keterangan sejumlah pihak yang terkait. Mulai dari sekolah, Puskesmas Cakru, pihak keluarga, hingga RSD Balung. “Berdasarkan hasil laboratorium dan diagnosis, siswa meninggal bukan karena vaksinasi, tapi ada penyakit penyerta atau penyakit bawaan,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (5/10).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis itu pula diketahui korban meninggal memiliki penyakit bawaan sejenis infeksi hati. Kendati begitu, pihaknya tidak menyebutkan detail penyakit seperti apa yang diidap korban tersebut.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kabar meninggalnya seorang siswa laki-laki bernama Ananda Rahel Pratama pada 19 September lalu mendadak jadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, remaja 15 tahun yang diketahui warga Dusun Sumberan, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, itu meninggal setelah mengikuti vaksinasi di SMAN 1 Kencong.

Sebelumnya, diketahui remaja yang meninggal tersebut mengikuti vaksin yang diadakan pihak sekolahnya pada 10 September lalu. Saat itu, seluruh pelajar diminta mengikuti vaksinasi sebagai prasyarat sekolah tatap muka.

Menurut Ahmad Sholehan Yusuf, salah satu keluarga korban meninggal tersebut, sebelum divaksin, kondisi anaknya sehat dan tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun, setelah mendapat suntikan vaksin, anaknya mulai menunjukkan gejala demam, meriang, dan pusing. Karena tak kunjung membaik, pihak keluarga membawa korban untuk dirawat di RSUD Balung. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong alias meninggal.

Temuan peserta vaksin SMAN 1 Kencong yang meninggal itu seketika menjadi atensi pihak terkait. Terutama Dinas Kesehatan Jember. Plt Kadinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, seusai kejadian itu, pihaknya mengaku telah melakukan upaya investigasi dengan meminta keterangan sejumlah pihak yang terkait. Mulai dari sekolah, Puskesmas Cakru, pihak keluarga, hingga RSD Balung. “Berdasarkan hasil laboratorium dan diagnosis, siswa meninggal bukan karena vaksinasi, tapi ada penyakit penyerta atau penyakit bawaan,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin (5/10).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis itu pula diketahui korban meninggal memiliki penyakit bawaan sejenis infeksi hati. Kendati begitu, pihaknya tidak menyebutkan detail penyakit seperti apa yang diidap korban tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca