alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kesadaran Prokes Harus Seperti Pakai Helm

Nyoman: Tokoh Masyarakat Perlu Dilibatkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di Jember. Seorang motivator sekaligus anggota DPRD Jember, Nyoman Aribowo, memandang, ada hal yang belum sepenuhnya dijiwai masyarakat. Yaitu perilaku di era kekinian yang harus serba mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Demi menggugah agar kepatuhan terhadap prokes menyeluruh, maka perlu gerakan gotong royong. “Para tokoh sudah waktunya ikut bergotong-royong memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Selama era kebiasaan baru, diakui atau tidak, masyarakat di Jember belum sepenuhnya sadar. Karena itu, prokes yang dikenal dengan sebutan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas, belum merasuk menjadi kebiasaan dan kebutuhan warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyoman mencontohkan, seharusnya kesadaran menerapkan prokes sama dengan memakai helm. Saat ini, kata dia, pengguna helm sudah berpikir untuk keselamatan, bukan karena takut ditilang lagi, seperti awal kebiasaan itu disosialisasikan. Pun demikian, mengenakan masker, selayaknya dipahami untuk keselamatan diri dan kesehatan. “Penyadaran ini yang perlu dilakukan dengan bergotong royong. Semua orang harus bahu-membahu memberikan pemahaman pentingnya prokes,” ulasnya.

Dengan begitu, alam bawah sadar warga, menurut Nyoman, akan menjadi terbiasa. Saat akan keluar menaiki motor, mereka terbiasa memakai helm. Begitu pula, kebiasaan orang keluar rumah memakai masker juga harus terus digugah. “Jaga jarak, hindari kerumunan, serta prokes lain harus terus disosialisasikan. Bagaimanapun, mematuhi prokes belum sepenuhnya melekat di hati masyarakat,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di Jember. Seorang motivator sekaligus anggota DPRD Jember, Nyoman Aribowo, memandang, ada hal yang belum sepenuhnya dijiwai masyarakat. Yaitu perilaku di era kekinian yang harus serba mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Demi menggugah agar kepatuhan terhadap prokes menyeluruh, maka perlu gerakan gotong royong. “Para tokoh sudah waktunya ikut bergotong-royong memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Selama era kebiasaan baru, diakui atau tidak, masyarakat di Jember belum sepenuhnya sadar. Karena itu, prokes yang dikenal dengan sebutan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas, belum merasuk menjadi kebiasaan dan kebutuhan warga.

Nyoman mencontohkan, seharusnya kesadaran menerapkan prokes sama dengan memakai helm. Saat ini, kata dia, pengguna helm sudah berpikir untuk keselamatan, bukan karena takut ditilang lagi, seperti awal kebiasaan itu disosialisasikan. Pun demikian, mengenakan masker, selayaknya dipahami untuk keselamatan diri dan kesehatan. “Penyadaran ini yang perlu dilakukan dengan bergotong royong. Semua orang harus bahu-membahu memberikan pemahaman pentingnya prokes,” ulasnya.

Dengan begitu, alam bawah sadar warga, menurut Nyoman, akan menjadi terbiasa. Saat akan keluar menaiki motor, mereka terbiasa memakai helm. Begitu pula, kebiasaan orang keluar rumah memakai masker juga harus terus digugah. “Jaga jarak, hindari kerumunan, serta prokes lain harus terus disosialisasikan. Bagaimanapun, mematuhi prokes belum sepenuhnya melekat di hati masyarakat,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di Jember. Seorang motivator sekaligus anggota DPRD Jember, Nyoman Aribowo, memandang, ada hal yang belum sepenuhnya dijiwai masyarakat. Yaitu perilaku di era kekinian yang harus serba mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Demi menggugah agar kepatuhan terhadap prokes menyeluruh, maka perlu gerakan gotong royong. “Para tokoh sudah waktunya ikut bergotong-royong memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Selama era kebiasaan baru, diakui atau tidak, masyarakat di Jember belum sepenuhnya sadar. Karena itu, prokes yang dikenal dengan sebutan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas, belum merasuk menjadi kebiasaan dan kebutuhan warga.

Nyoman mencontohkan, seharusnya kesadaran menerapkan prokes sama dengan memakai helm. Saat ini, kata dia, pengguna helm sudah berpikir untuk keselamatan, bukan karena takut ditilang lagi, seperti awal kebiasaan itu disosialisasikan. Pun demikian, mengenakan masker, selayaknya dipahami untuk keselamatan diri dan kesehatan. “Penyadaran ini yang perlu dilakukan dengan bergotong royong. Semua orang harus bahu-membahu memberikan pemahaman pentingnya prokes,” ulasnya.

Dengan begitu, alam bawah sadar warga, menurut Nyoman, akan menjadi terbiasa. Saat akan keluar menaiki motor, mereka terbiasa memakai helm. Begitu pula, kebiasaan orang keluar rumah memakai masker juga harus terus digugah. “Jaga jarak, hindari kerumunan, serta prokes lain harus terus disosialisasikan. Bagaimanapun, mematuhi prokes belum sepenuhnya melekat di hati masyarakat,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/