alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Vaksinasi Tenaga Pendidik Dilakukan Bertahap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 83 pegawai Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, mulai mengikuti vaksinasi, kemarin (5/3). Puluhan pegawai tersebut ada yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Imuniasi Covid-19 yang berlangsung mulai pukul 07.00 di Aula Wiyata Mandala ini, akan disusul dengan vaksinasi kepada tenaga pendidik lainnya di puskesmas masing-masing.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski yang dijadwalkan mencapai 83 orang, tapi tak semuanya bisa mengkuti vaksinasi. Sebab, ada pegawai yang tidak memenuhi persyaratan. Mereka tidak lolos tahapan skrining. Misalnya tentang kondisi tubuh, tinggi rendahnya tensi darah, dan gula darah. Idealnya, ukuran tensi darah dan gula darah agar bisa divaksin yaitu di bawah 180.

Alternatifnya, beberapa pegawai yang tidak memenuhi syarat harus menunggu 30 menit untuk istirahat. Mereka juga diberi obat oleh Satgas Covid-19 yang bertugas. Yakni dari Puskesmas Patrang dan Puskesmas Banjarsengon.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yunis Utami, salah satu pegawai yang tidak lolos skrining, tensi darahnya mencapai 180. Padahal Yunis tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi. “Istri saya tidak pernah kena darah tinggi,” kata, Nurul Taufan, suami Yunis, yang juga staff di Dispendik Jember.

Yunis pun harus menunggu sekitar setengah jam untuk bisa mengikuti vaksin. Berdasarkan keterangan dokter yang bertugas, tingginya tensi Yunis disebabkan lantaran sebelum melakukan vaksinasi dirinya sempat tegang. “Karena tegang mau disuntik. Kata petugas, itu bisa berpengaruh pada tensi,” ungkap Yunis.

Selain Yunis, beberapa pegawai lain yang juga tidak memenuhi syarat adalah Cahya. Cahya terpaksa harus melakukan vaksinasi Senin depan di Puskesmas Patrang atau Puskesmas Banjarsengon. Sebab, tensi darah dan tensi gula Cahya melebihi angka 180. Bahkan, Kepala Dispendik Jember Bambang Hariyono juga tidak memenuhi syarat mengikuti vaksinasi. Dia harus menunggu tensi darahnya normal kembali.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 83 pegawai Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, mulai mengikuti vaksinasi, kemarin (5/3). Puluhan pegawai tersebut ada yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Imuniasi Covid-19 yang berlangsung mulai pukul 07.00 di Aula Wiyata Mandala ini, akan disusul dengan vaksinasi kepada tenaga pendidik lainnya di puskesmas masing-masing.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski yang dijadwalkan mencapai 83 orang, tapi tak semuanya bisa mengkuti vaksinasi. Sebab, ada pegawai yang tidak memenuhi persyaratan. Mereka tidak lolos tahapan skrining. Misalnya tentang kondisi tubuh, tinggi rendahnya tensi darah, dan gula darah. Idealnya, ukuran tensi darah dan gula darah agar bisa divaksin yaitu di bawah 180.

Alternatifnya, beberapa pegawai yang tidak memenuhi syarat harus menunggu 30 menit untuk istirahat. Mereka juga diberi obat oleh Satgas Covid-19 yang bertugas. Yakni dari Puskesmas Patrang dan Puskesmas Banjarsengon.

Yunis Utami, salah satu pegawai yang tidak lolos skrining, tensi darahnya mencapai 180. Padahal Yunis tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi. “Istri saya tidak pernah kena darah tinggi,” kata, Nurul Taufan, suami Yunis, yang juga staff di Dispendik Jember.

Yunis pun harus menunggu sekitar setengah jam untuk bisa mengikuti vaksin. Berdasarkan keterangan dokter yang bertugas, tingginya tensi Yunis disebabkan lantaran sebelum melakukan vaksinasi dirinya sempat tegang. “Karena tegang mau disuntik. Kata petugas, itu bisa berpengaruh pada tensi,” ungkap Yunis.

Selain Yunis, beberapa pegawai lain yang juga tidak memenuhi syarat adalah Cahya. Cahya terpaksa harus melakukan vaksinasi Senin depan di Puskesmas Patrang atau Puskesmas Banjarsengon. Sebab, tensi darah dan tensi gula Cahya melebihi angka 180. Bahkan, Kepala Dispendik Jember Bambang Hariyono juga tidak memenuhi syarat mengikuti vaksinasi. Dia harus menunggu tensi darahnya normal kembali.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 83 pegawai Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, mulai mengikuti vaksinasi, kemarin (5/3). Puluhan pegawai tersebut ada yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Imuniasi Covid-19 yang berlangsung mulai pukul 07.00 di Aula Wiyata Mandala ini, akan disusul dengan vaksinasi kepada tenaga pendidik lainnya di puskesmas masing-masing.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, meski yang dijadwalkan mencapai 83 orang, tapi tak semuanya bisa mengkuti vaksinasi. Sebab, ada pegawai yang tidak memenuhi persyaratan. Mereka tidak lolos tahapan skrining. Misalnya tentang kondisi tubuh, tinggi rendahnya tensi darah, dan gula darah. Idealnya, ukuran tensi darah dan gula darah agar bisa divaksin yaitu di bawah 180.

Alternatifnya, beberapa pegawai yang tidak memenuhi syarat harus menunggu 30 menit untuk istirahat. Mereka juga diberi obat oleh Satgas Covid-19 yang bertugas. Yakni dari Puskesmas Patrang dan Puskesmas Banjarsengon.

Yunis Utami, salah satu pegawai yang tidak lolos skrining, tensi darahnya mencapai 180. Padahal Yunis tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi. “Istri saya tidak pernah kena darah tinggi,” kata, Nurul Taufan, suami Yunis, yang juga staff di Dispendik Jember.

Yunis pun harus menunggu sekitar setengah jam untuk bisa mengikuti vaksin. Berdasarkan keterangan dokter yang bertugas, tingginya tensi Yunis disebabkan lantaran sebelum melakukan vaksinasi dirinya sempat tegang. “Karena tegang mau disuntik. Kata petugas, itu bisa berpengaruh pada tensi,” ungkap Yunis.

Selain Yunis, beberapa pegawai lain yang juga tidak memenuhi syarat adalah Cahya. Cahya terpaksa harus melakukan vaksinasi Senin depan di Puskesmas Patrang atau Puskesmas Banjarsengon. Sebab, tensi darah dan tensi gula Cahya melebihi angka 180. Bahkan, Kepala Dispendik Jember Bambang Hariyono juga tidak memenuhi syarat mengikuti vaksinasi. Dia harus menunggu tensi darahnya normal kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/