alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Vaksinasi Usai, Perekonomian Jember Bagaimana?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 Kabupaten Jember akhirnya menyelesaikan vaksinasi gelombang pertama, Kamis (4/2) lalu. Sedikitnya ada sekitar 855 nakes ikut serta dalam vaksinasi susulan yang dilaksanakan sejak Selasa (2/2) itu.

Plt Kadiskominfo Gatot Triyono menjelaskan, vaksinasi masal itu digelar karena sebelumnya para nakes belum mendapatkan vaksin. “Mereka merupakan para nakes yang tidak bisa hadir atau ditunda penyuntikan vaksinnya. Lalu mendapatkan panggilan untuk ikut vaksinasi di Aula PB Soedirman,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dia menyatakan bahwa jumlah nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) sebanyak 8.274 orang. Sementara itu, sebanyak 6.481 orang sudah divaksin dengan persentase mencapai 78,33 persen. “Jika dilihat dari persentase itu, angka ini telah melebihi target nasional yang sebesar 70 persen,” tutur pria yang juga menjabat menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gatot menjelaskan, vaksinasi Covid-19 itu akan diberikan dua kali dengan rentang waktu 14 hari sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Vaksinasi yang dimulai sejak 27 Januari lalu merupakan penyuntikan dosis pertama. Sesuai jadwal, dosis kedua mulai diberikan kepada para nakes pada 10 Februari mendatang. Menurut dia, nakes merupakan kelompok prioritas penerima vaksin yang menjadi sasaran pertama.

Lalu, apakah perampungan vaksinasi tersebut bisa berdampak pada pertumbuhan perekonomian Jember kelak? Pengamat ekonomi Jember Dr Agus Luthfi Msi optimistis perekonomian Jember bakal tumbuh meski sangat pelan. Mengingat, yang mendapatkan vaksin baru tenaga kesehatan, sedangkan yang lain belum diketahui kapan bakal divaksin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 Kabupaten Jember akhirnya menyelesaikan vaksinasi gelombang pertama, Kamis (4/2) lalu. Sedikitnya ada sekitar 855 nakes ikut serta dalam vaksinasi susulan yang dilaksanakan sejak Selasa (2/2) itu.

Plt Kadiskominfo Gatot Triyono menjelaskan, vaksinasi masal itu digelar karena sebelumnya para nakes belum mendapatkan vaksin. “Mereka merupakan para nakes yang tidak bisa hadir atau ditunda penyuntikan vaksinnya. Lalu mendapatkan panggilan untuk ikut vaksinasi di Aula PB Soedirman,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dia menyatakan bahwa jumlah nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) sebanyak 8.274 orang. Sementara itu, sebanyak 6.481 orang sudah divaksin dengan persentase mencapai 78,33 persen. “Jika dilihat dari persentase itu, angka ini telah melebihi target nasional yang sebesar 70 persen,” tutur pria yang juga menjabat menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut.

Gatot menjelaskan, vaksinasi Covid-19 itu akan diberikan dua kali dengan rentang waktu 14 hari sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Vaksinasi yang dimulai sejak 27 Januari lalu merupakan penyuntikan dosis pertama. Sesuai jadwal, dosis kedua mulai diberikan kepada para nakes pada 10 Februari mendatang. Menurut dia, nakes merupakan kelompok prioritas penerima vaksin yang menjadi sasaran pertama.

Lalu, apakah perampungan vaksinasi tersebut bisa berdampak pada pertumbuhan perekonomian Jember kelak? Pengamat ekonomi Jember Dr Agus Luthfi Msi optimistis perekonomian Jember bakal tumbuh meski sangat pelan. Mengingat, yang mendapatkan vaksin baru tenaga kesehatan, sedangkan yang lain belum diketahui kapan bakal divaksin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satgas Covid-19 Kabupaten Jember akhirnya menyelesaikan vaksinasi gelombang pertama, Kamis (4/2) lalu. Sedikitnya ada sekitar 855 nakes ikut serta dalam vaksinasi susulan yang dilaksanakan sejak Selasa (2/2) itu.

Plt Kadiskominfo Gatot Triyono menjelaskan, vaksinasi masal itu digelar karena sebelumnya para nakes belum mendapatkan vaksin. “Mereka merupakan para nakes yang tidak bisa hadir atau ditunda penyuntikan vaksinnya. Lalu mendapatkan panggilan untuk ikut vaksinasi di Aula PB Soedirman,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dia menyatakan bahwa jumlah nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) sebanyak 8.274 orang. Sementara itu, sebanyak 6.481 orang sudah divaksin dengan persentase mencapai 78,33 persen. “Jika dilihat dari persentase itu, angka ini telah melebihi target nasional yang sebesar 70 persen,” tutur pria yang juga menjabat menjadi Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) tersebut.

Gatot menjelaskan, vaksinasi Covid-19 itu akan diberikan dua kali dengan rentang waktu 14 hari sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Vaksinasi yang dimulai sejak 27 Januari lalu merupakan penyuntikan dosis pertama. Sesuai jadwal, dosis kedua mulai diberikan kepada para nakes pada 10 Februari mendatang. Menurut dia, nakes merupakan kelompok prioritas penerima vaksin yang menjadi sasaran pertama.

Lalu, apakah perampungan vaksinasi tersebut bisa berdampak pada pertumbuhan perekonomian Jember kelak? Pengamat ekonomi Jember Dr Agus Luthfi Msi optimistis perekonomian Jember bakal tumbuh meski sangat pelan. Mengingat, yang mendapatkan vaksin baru tenaga kesehatan, sedangkan yang lain belum diketahui kapan bakal divaksin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/