alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Cegah Kematian Korban Tersedak

Orang Tua Harus Punya Skill

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden bocah SD yang tersedak rambutan hingga meninggal harus menjadi perhatian bersama. Utamanya para orang tua. Sebab, peristiwa serupa bisa saja terulang dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, orang tua harus paham dan memiliki skill bagaimana cara pertolongan pertama pada anak yang tersedak.

dr Denny Rizaldi Arianto Sp THT-KL FICS menengarai, ada kemungkinan biji rambutan itu menyumbat saluran pernapasan, hingga mengakibatkan bocah asal Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, itu meninggal. “Karena diameter biji rambutan yang terlalu besar, sedangkan tenggorokannya terlalu kecil. Hal itu mengakibatkan saluran pernapasannya tersumbat total,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/2).

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di RSD dr Soebandi ini pun menyarankan, jika mendapati kejadian serupa, orang yang mengetahui harus segera melakukan Heimlich maneuver alias pertolongan pada orang yang tersedak. Ada beberapa teknik yang bisa dipelajari guna membantu orang yang tersedak tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Teknik pertolongan pertama ini disebutnya akan mendorong ke atas cadangan udara di paru-paru dengan cepat, sehingga benda asing yang menjadi pemicu seseorang yang tersedak dapat dikeluarkan dengan memunculkan refleks batuk dan membuat jalan pernapasan terbuka. Jika begitu, maka nyawa anak yang tersedak tersebut dapat terselamatkan.

Menurutnya, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat orang yang tersedak itu rileks, lalu bantu untuk berdiri. Kemudian, posisikan badan penolong di belakang orang tersebut. “Jika yang tersedak adalah anak-anak, berlututlah di belakangnya. Bungkukkan tubuh anak itu ke depan. Lalu, pukul punggungnya menggunakan telapak tangan beberapa kali hingga benda asing itu keluar,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden bocah SD yang tersedak rambutan hingga meninggal harus menjadi perhatian bersama. Utamanya para orang tua. Sebab, peristiwa serupa bisa saja terulang dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, orang tua harus paham dan memiliki skill bagaimana cara pertolongan pertama pada anak yang tersedak.

dr Denny Rizaldi Arianto Sp THT-KL FICS menengarai, ada kemungkinan biji rambutan itu menyumbat saluran pernapasan, hingga mengakibatkan bocah asal Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, itu meninggal. “Karena diameter biji rambutan yang terlalu besar, sedangkan tenggorokannya terlalu kecil. Hal itu mengakibatkan saluran pernapasannya tersumbat total,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/2).

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di RSD dr Soebandi ini pun menyarankan, jika mendapati kejadian serupa, orang yang mengetahui harus segera melakukan Heimlich maneuver alias pertolongan pada orang yang tersedak. Ada beberapa teknik yang bisa dipelajari guna membantu orang yang tersedak tersebut.

Teknik pertolongan pertama ini disebutnya akan mendorong ke atas cadangan udara di paru-paru dengan cepat, sehingga benda asing yang menjadi pemicu seseorang yang tersedak dapat dikeluarkan dengan memunculkan refleks batuk dan membuat jalan pernapasan terbuka. Jika begitu, maka nyawa anak yang tersedak tersebut dapat terselamatkan.

Menurutnya, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat orang yang tersedak itu rileks, lalu bantu untuk berdiri. Kemudian, posisikan badan penolong di belakang orang tersebut. “Jika yang tersedak adalah anak-anak, berlututlah di belakangnya. Bungkukkan tubuh anak itu ke depan. Lalu, pukul punggungnya menggunakan telapak tangan beberapa kali hingga benda asing itu keluar,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Insiden bocah SD yang tersedak rambutan hingga meninggal harus menjadi perhatian bersama. Utamanya para orang tua. Sebab, peristiwa serupa bisa saja terulang dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, orang tua harus paham dan memiliki skill bagaimana cara pertolongan pertama pada anak yang tersedak.

dr Denny Rizaldi Arianto Sp THT-KL FICS menengarai, ada kemungkinan biji rambutan itu menyumbat saluran pernapasan, hingga mengakibatkan bocah asal Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, itu meninggal. “Karena diameter biji rambutan yang terlalu besar, sedangkan tenggorokannya terlalu kecil. Hal itu mengakibatkan saluran pernapasannya tersumbat total,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/2).

Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di RSD dr Soebandi ini pun menyarankan, jika mendapati kejadian serupa, orang yang mengetahui harus segera melakukan Heimlich maneuver alias pertolongan pada orang yang tersedak. Ada beberapa teknik yang bisa dipelajari guna membantu orang yang tersedak tersebut.

Teknik pertolongan pertama ini disebutnya akan mendorong ke atas cadangan udara di paru-paru dengan cepat, sehingga benda asing yang menjadi pemicu seseorang yang tersedak dapat dikeluarkan dengan memunculkan refleks batuk dan membuat jalan pernapasan terbuka. Jika begitu, maka nyawa anak yang tersedak tersebut dapat terselamatkan.

Menurutnya, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat orang yang tersedak itu rileks, lalu bantu untuk berdiri. Kemudian, posisikan badan penolong di belakang orang tersebut. “Jika yang tersedak adalah anak-anak, berlututlah di belakangnya. Bungkukkan tubuh anak itu ke depan. Lalu, pukul punggungnya menggunakan telapak tangan beberapa kali hingga benda asing itu keluar,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Pembinaan Masih Buntu

Pengungsi Dirikan Masjid Sendiri

Dua Sapi Dinyatakan Positif PMK

/