alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pastikan Kesehatan Ibu Hamil agar Tak Berisiko Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Beberapa masalah kesehatan ibu hamil perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh pada anak. Paparan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH dalam sebuah webinar.

BACA JUGA : Jumlah Penonton Tembus Lebih 15 Juta di Film Box Office Korsel

“Satu adalah anemia. Dua, jika ibu hamil dalam usia remaja. Tiga, darah tinggi baik pada awal hamil atau di sepanjang kehamilan. Empat, jika ibu obesitas. Lima, kurang energi kronik, berat badannya kurang dari 45 kilogram di awal kehamilan, apalagi jika menderita penyakit kronis seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dwiana mengatakan, kondisi-kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan janin terhambat sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, hingga berpotensi persalinan prematur.

Menurut dia, semakin muda usia ibu hamil maka semakin besar risikonya untuk menderita anemia. Selain berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan prematur, anemia pada ibu hamil juga disebutkan Dwiana dapat menyebabkan keguguran, ketuban pecah, persalinan menjadi sulit atau distosia, hingga pendarahan.

Untuk itu, Dwiana mengatakan, persiapan hamil yang sehat harus dimulai sejak sebelum hamil, bahkan saat perempuan masih berusia remaja.

“Pada saat usia remaja, dia harus rajin olahraga. Ibu-ibu yang punya anak remaja, anak perempuan, pastikan jaga kesehatan tubuhnya sehingga suatu saat dia hamil kita berharap dia dalam kondisi terbaik, kemudian bisa membesarkan kandungan dalam kondisi baik, dan merawat bayinya secara baik,” ujarnya.

“Tapi kalau dari awal dia sudah anemia, menderita hipertensi, kurang energi, bahkan menderita penyakit-penyakit, maka bisa saja nanti kelahirannya bisa prematur, bayi dalam kandungannya tidak tumbuh dengan baik, dan ini bisa menyebabkan stunting,” sambungnya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Beberapa masalah kesehatan ibu hamil perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh pada anak. Paparan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH dalam sebuah webinar.

BACA JUGA : Jumlah Penonton Tembus Lebih 15 Juta di Film Box Office Korsel

“Satu adalah anemia. Dua, jika ibu hamil dalam usia remaja. Tiga, darah tinggi baik pada awal hamil atau di sepanjang kehamilan. Empat, jika ibu obesitas. Lima, kurang energi kronik, berat badannya kurang dari 45 kilogram di awal kehamilan, apalagi jika menderita penyakit kronis seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV,” katanya.

Dwiana mengatakan, kondisi-kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan janin terhambat sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, hingga berpotensi persalinan prematur.

Menurut dia, semakin muda usia ibu hamil maka semakin besar risikonya untuk menderita anemia. Selain berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan prematur, anemia pada ibu hamil juga disebutkan Dwiana dapat menyebabkan keguguran, ketuban pecah, persalinan menjadi sulit atau distosia, hingga pendarahan.

Untuk itu, Dwiana mengatakan, persiapan hamil yang sehat harus dimulai sejak sebelum hamil, bahkan saat perempuan masih berusia remaja.

“Pada saat usia remaja, dia harus rajin olahraga. Ibu-ibu yang punya anak remaja, anak perempuan, pastikan jaga kesehatan tubuhnya sehingga suatu saat dia hamil kita berharap dia dalam kondisi terbaik, kemudian bisa membesarkan kandungan dalam kondisi baik, dan merawat bayinya secara baik,” ujarnya.

“Tapi kalau dari awal dia sudah anemia, menderita hipertensi, kurang energi, bahkan menderita penyakit-penyakit, maka bisa saja nanti kelahirannya bisa prematur, bayi dalam kandungannya tidak tumbuh dengan baik, dan ini bisa menyebabkan stunting,” sambungnya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Beberapa masalah kesehatan ibu hamil perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh pada anak. Paparan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH dalam sebuah webinar.

BACA JUGA : Jumlah Penonton Tembus Lebih 15 Juta di Film Box Office Korsel

“Satu adalah anemia. Dua, jika ibu hamil dalam usia remaja. Tiga, darah tinggi baik pada awal hamil atau di sepanjang kehamilan. Empat, jika ibu obesitas. Lima, kurang energi kronik, berat badannya kurang dari 45 kilogram di awal kehamilan, apalagi jika menderita penyakit kronis seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV,” katanya.

Dwiana mengatakan, kondisi-kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan janin terhambat sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, hingga berpotensi persalinan prematur.

Menurut dia, semakin muda usia ibu hamil maka semakin besar risikonya untuk menderita anemia. Selain berpotensi menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan persalinan prematur, anemia pada ibu hamil juga disebutkan Dwiana dapat menyebabkan keguguran, ketuban pecah, persalinan menjadi sulit atau distosia, hingga pendarahan.

Untuk itu, Dwiana mengatakan, persiapan hamil yang sehat harus dimulai sejak sebelum hamil, bahkan saat perempuan masih berusia remaja.

“Pada saat usia remaja, dia harus rajin olahraga. Ibu-ibu yang punya anak remaja, anak perempuan, pastikan jaga kesehatan tubuhnya sehingga suatu saat dia hamil kita berharap dia dalam kondisi terbaik, kemudian bisa membesarkan kandungan dalam kondisi baik, dan merawat bayinya secara baik,” ujarnya.

“Tapi kalau dari awal dia sudah anemia, menderita hipertensi, kurang energi, bahkan menderita penyakit-penyakit, maka bisa saja nanti kelahirannya bisa prematur, bayi dalam kandungannya tidak tumbuh dengan baik, dan ini bisa menyebabkan stunting,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/