alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Datangkan Lagi Vaksin PMK Asal Perancis 

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Vaksin impor untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan terus berdatangan. Hingga hari Minggu (3/7), giliran 94 ribu dosis vaksin dari Prancis tiba di tanah air.

BACA JUGA: Menang Telak 7 – 0 atas Brunei, Timnas Masih Perlu Berbenah

Finari Manan, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta menuturkan, vaksin tersebut merupakan gelombang ketiga diimpor dari Prancis. Paket ketiga itu sekaligus menggenapi total target impor vaksin PMK sebanyak 3.140.000 dosis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gelombang pertama tiba pada 12 Juni sebanyak 10 ribu dosis, kemudian d.isusul gelombang kedua sebanyak 3 juta dosis pada 16 Juni.Vaksin impor tersebut diangkut pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 356 dan mendarat pukul 15.42 WIB.

Dikemas dalam 940 botol, masing-masing berisi 100 dosis. Seperti penanganan sebelumnya, 94.000 dosis vaksin PMK itu langsung ditimbun di Coolroom Gudang PT Jasa Angkasa Semesta.

Finari menerangkan, total nilai barang impor itu mencapai Rp 3,5 miliar.’’Sementara itu, potensi kerugian akibat PMK di Indonesia bisa mencapai Rp 9,9 triliun per tahun akibat penurunan produksi, kematian ternak, serta pelarangan/pembatasan ekspor produk ternak.”jelas dia.

Sementara itu, soal kompensasi pemusnahan hewan ternak dari pemerintah. Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengatakan, ia belum mendapatkan update lebih lanjut soal juknis atau skema pemberian insentif pemerintah untuk sapi mati PMK.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Vaksin impor untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan terus berdatangan. Hingga hari Minggu (3/7), giliran 94 ribu dosis vaksin dari Prancis tiba di tanah air.

BACA JUGA: Menang Telak 7 – 0 atas Brunei, Timnas Masih Perlu Berbenah

Finari Manan, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta menuturkan, vaksin tersebut merupakan gelombang ketiga diimpor dari Prancis. Paket ketiga itu sekaligus menggenapi total target impor vaksin PMK sebanyak 3.140.000 dosis.

Gelombang pertama tiba pada 12 Juni sebanyak 10 ribu dosis, kemudian d.isusul gelombang kedua sebanyak 3 juta dosis pada 16 Juni.Vaksin impor tersebut diangkut pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 356 dan mendarat pukul 15.42 WIB.

Dikemas dalam 940 botol, masing-masing berisi 100 dosis. Seperti penanganan sebelumnya, 94.000 dosis vaksin PMK itu langsung ditimbun di Coolroom Gudang PT Jasa Angkasa Semesta.

Finari menerangkan, total nilai barang impor itu mencapai Rp 3,5 miliar.’’Sementara itu, potensi kerugian akibat PMK di Indonesia bisa mencapai Rp 9,9 triliun per tahun akibat penurunan produksi, kematian ternak, serta pelarangan/pembatasan ekspor produk ternak.”jelas dia.

Sementara itu, soal kompensasi pemusnahan hewan ternak dari pemerintah. Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengatakan, ia belum mendapatkan update lebih lanjut soal juknis atau skema pemberian insentif pemerintah untuk sapi mati PMK.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Vaksin impor untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan terus berdatangan. Hingga hari Minggu (3/7), giliran 94 ribu dosis vaksin dari Prancis tiba di tanah air.

BACA JUGA: Menang Telak 7 – 0 atas Brunei, Timnas Masih Perlu Berbenah

Finari Manan, Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta menuturkan, vaksin tersebut merupakan gelombang ketiga diimpor dari Prancis. Paket ketiga itu sekaligus menggenapi total target impor vaksin PMK sebanyak 3.140.000 dosis.

Gelombang pertama tiba pada 12 Juni sebanyak 10 ribu dosis, kemudian d.isusul gelombang kedua sebanyak 3 juta dosis pada 16 Juni.Vaksin impor tersebut diangkut pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 356 dan mendarat pukul 15.42 WIB.

Dikemas dalam 940 botol, masing-masing berisi 100 dosis. Seperti penanganan sebelumnya, 94.000 dosis vaksin PMK itu langsung ditimbun di Coolroom Gudang PT Jasa Angkasa Semesta.

Finari menerangkan, total nilai barang impor itu mencapai Rp 3,5 miliar.’’Sementara itu, potensi kerugian akibat PMK di Indonesia bisa mencapai Rp 9,9 triliun per tahun akibat penurunan produksi, kematian ternak, serta pelarangan/pembatasan ekspor produk ternak.”jelas dia.

Sementara itu, soal kompensasi pemusnahan hewan ternak dari pemerintah. Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia Asnawi mengatakan, ia belum mendapatkan update lebih lanjut soal juknis atau skema pemberian insentif pemerintah untuk sapi mati PMK.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/