alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tak Semua Warga Tahu Cara Mengakses Layanan Ambulans Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2017, Kabupaten Jember memiliki fasilitas ambulans desa. Sebenarnya, keberadaan ambulans desa ini telah diketahui warga. Hanya saja, masih banyak dari mereka yang belum tahu bagaimana cara mengakses layanan ambulans tersebut.

Hal ini terungkap dalam workshop Penyempurnaan Isu Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) di gedung Bakorwil Jalan Kalimantan, Sumbersari, Kamis (4/3). Dalam pemetaan akar masalah tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember, ketidaktahuan masyarakat khususnya yang tinggal di pelosok desa tentang alur pelayanan ambulans desa, turut menyumbang jumlah AKI dan AKB di Jember.

“Mereka tak tahu harus menghubungi siapa, padahal ini adalah tugas RT yang harus memberi tahu. Karena masing-masing mereka sudah punya nomor sopirnya,” ungkap Reni Juniwati, bidan Puskesmas Mangli.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain karena tak mengetahui aksesnya, warga juga tak mengerti bahwa fasililtas ambulans desa sepenuhnya gratis dan bisa digunakan kapan saja. Menurut Reni, terkadang dia menemui warga yang meminta kepada sopir ambulans untuk diantar ke rumah sakit. Padahal, ambulans itu hanya dapat digunakan untuk menjemput warga yang sakit menuju puskesmas setempat.

“Kalau ke rumah sakit langsung tidak bisa. Intinya, warga harus ke puskesmas dulu. Kalau misal saat di puskesmas diminta untuk dirujuk ke RS, baru bisa pakai ambulans ke sana,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2017, Kabupaten Jember memiliki fasilitas ambulans desa. Sebenarnya, keberadaan ambulans desa ini telah diketahui warga. Hanya saja, masih banyak dari mereka yang belum tahu bagaimana cara mengakses layanan ambulans tersebut.

Hal ini terungkap dalam workshop Penyempurnaan Isu Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) di gedung Bakorwil Jalan Kalimantan, Sumbersari, Kamis (4/3). Dalam pemetaan akar masalah tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember, ketidaktahuan masyarakat khususnya yang tinggal di pelosok desa tentang alur pelayanan ambulans desa, turut menyumbang jumlah AKI dan AKB di Jember.

“Mereka tak tahu harus menghubungi siapa, padahal ini adalah tugas RT yang harus memberi tahu. Karena masing-masing mereka sudah punya nomor sopirnya,” ungkap Reni Juniwati, bidan Puskesmas Mangli.

Selain karena tak mengetahui aksesnya, warga juga tak mengerti bahwa fasililtas ambulans desa sepenuhnya gratis dan bisa digunakan kapan saja. Menurut Reni, terkadang dia menemui warga yang meminta kepada sopir ambulans untuk diantar ke rumah sakit. Padahal, ambulans itu hanya dapat digunakan untuk menjemput warga yang sakit menuju puskesmas setempat.

“Kalau ke rumah sakit langsung tidak bisa. Intinya, warga harus ke puskesmas dulu. Kalau misal saat di puskesmas diminta untuk dirujuk ke RS, baru bisa pakai ambulans ke sana,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2017, Kabupaten Jember memiliki fasilitas ambulans desa. Sebenarnya, keberadaan ambulans desa ini telah diketahui warga. Hanya saja, masih banyak dari mereka yang belum tahu bagaimana cara mengakses layanan ambulans tersebut.

Hal ini terungkap dalam workshop Penyempurnaan Isu Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) di gedung Bakorwil Jalan Kalimantan, Sumbersari, Kamis (4/3). Dalam pemetaan akar masalah tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember, ketidaktahuan masyarakat khususnya yang tinggal di pelosok desa tentang alur pelayanan ambulans desa, turut menyumbang jumlah AKI dan AKB di Jember.

“Mereka tak tahu harus menghubungi siapa, padahal ini adalah tugas RT yang harus memberi tahu. Karena masing-masing mereka sudah punya nomor sopirnya,” ungkap Reni Juniwati, bidan Puskesmas Mangli.

Selain karena tak mengetahui aksesnya, warga juga tak mengerti bahwa fasililtas ambulans desa sepenuhnya gratis dan bisa digunakan kapan saja. Menurut Reni, terkadang dia menemui warga yang meminta kepada sopir ambulans untuk diantar ke rumah sakit. Padahal, ambulans itu hanya dapat digunakan untuk menjemput warga yang sakit menuju puskesmas setempat.

“Kalau ke rumah sakit langsung tidak bisa. Intinya, warga harus ke puskesmas dulu. Kalau misal saat di puskesmas diminta untuk dirujuk ke RS, baru bisa pakai ambulans ke sana,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/