alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Masih Ada Sekolah Tak Dapat Wastafel

Alternatif dengan Air dalam Galon

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam dunia pendidikan. Bantuan dalam sektor pendidikan sudah digulirkan melalui pemenuhan wastafel di lingkungan sekolah. Sayangnya, hingga saat ini pemenuhannya tidak maksimal. Masih ada beberapa kecamatan yang belum terpenuhi. Seperti di Kecamatan Wuluhan dan Mayang.

Di Kecamatan Wuluhan, dari 56 SD negeri dan swasta, baru 19 SD swasta yang telah mendapat bantuan wastafel dari pemerintah daerah. Seluruhnya adalah sekolah swasta di bawah Dinas Pendidikan.

Salah satu yang belum mendapat bantuan wastafel adalah SDN Lojejer 02. Kepala SDN Lojejer 02 Ahmad Yani menjelaskan, hingga saat ini sekolahnya belum menyediakan wastafel untuk cuci tangan. Oleh karenanya, alternatifnya adalah pemenuhan tempat cuci tangan dengan alat-alat sederhana yang dijadikan sebagai wastafel. “Kita pakai galon dan timba,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, di Kecamatan Mayang, dari 24 SD negeri dan swasta, hanya satu SD swasta yang belum mendapat wastafel. Kecamatan lainnya yang senasib adalah Ledokombo. “Tentu ini tidak bisa mengaver kebutuhan. Ini kan ala kadarnya saja,” imbuh Ahmad Yani.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam dunia pendidikan. Bantuan dalam sektor pendidikan sudah digulirkan melalui pemenuhan wastafel di lingkungan sekolah. Sayangnya, hingga saat ini pemenuhannya tidak maksimal. Masih ada beberapa kecamatan yang belum terpenuhi. Seperti di Kecamatan Wuluhan dan Mayang.

Di Kecamatan Wuluhan, dari 56 SD negeri dan swasta, baru 19 SD swasta yang telah mendapat bantuan wastafel dari pemerintah daerah. Seluruhnya adalah sekolah swasta di bawah Dinas Pendidikan.

Salah satu yang belum mendapat bantuan wastafel adalah SDN Lojejer 02. Kepala SDN Lojejer 02 Ahmad Yani menjelaskan, hingga saat ini sekolahnya belum menyediakan wastafel untuk cuci tangan. Oleh karenanya, alternatifnya adalah pemenuhan tempat cuci tangan dengan alat-alat sederhana yang dijadikan sebagai wastafel. “Kita pakai galon dan timba,” imbuhnya.

Sementara, di Kecamatan Mayang, dari 24 SD negeri dan swasta, hanya satu SD swasta yang belum mendapat wastafel. Kecamatan lainnya yang senasib adalah Ledokombo. “Tentu ini tidak bisa mengaver kebutuhan. Ini kan ala kadarnya saja,” imbuh Ahmad Yani.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam dunia pendidikan. Bantuan dalam sektor pendidikan sudah digulirkan melalui pemenuhan wastafel di lingkungan sekolah. Sayangnya, hingga saat ini pemenuhannya tidak maksimal. Masih ada beberapa kecamatan yang belum terpenuhi. Seperti di Kecamatan Wuluhan dan Mayang.

Di Kecamatan Wuluhan, dari 56 SD negeri dan swasta, baru 19 SD swasta yang telah mendapat bantuan wastafel dari pemerintah daerah. Seluruhnya adalah sekolah swasta di bawah Dinas Pendidikan.

Salah satu yang belum mendapat bantuan wastafel adalah SDN Lojejer 02. Kepala SDN Lojejer 02 Ahmad Yani menjelaskan, hingga saat ini sekolahnya belum menyediakan wastafel untuk cuci tangan. Oleh karenanya, alternatifnya adalah pemenuhan tempat cuci tangan dengan alat-alat sederhana yang dijadikan sebagai wastafel. “Kita pakai galon dan timba,” imbuhnya.

Sementara, di Kecamatan Mayang, dari 24 SD negeri dan swasta, hanya satu SD swasta yang belum mendapat wastafel. Kecamatan lainnya yang senasib adalah Ledokombo. “Tentu ini tidak bisa mengaver kebutuhan. Ini kan ala kadarnya saja,” imbuh Ahmad Yani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/