30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Atasi Isu Miring Soal Kesehatan, Peran Media di Jember Sangat Dibutuhkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Maraknya informasi simpang siur mengenai isu kesehatan, terlebih pascapandemi, menjadi tantangan baru bagi masyarakat. Tidak terkecuali di Jember. Hal ini menjadi tanggung jawab yang harus dituntaskan oleh berbagai pihak. Mulai dari dinas kesehatan, dinas komunikasi dan informatika hingga media.

Peran media sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah, menjadi elemen krusial dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang isu kesehatan. Dalam mendukung hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara dinas komunikasi dan informatika dengan dinas kesehatan sebagai stakeholder untuk menyediakan data yang akurat. Sehingga penyampaian berita yang dilakukan media dapat berjalan sesuai fakta di lapangan.

“Informasi yang disampaikan oleh media, harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga tidak ada kesalahanpahaman informasi yang diterima oleh masyarakat,” terang Erwin Prasetyo, Plt Kepala Bidang Layanan Media dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, dalam penyampaian materi pada workshop media yang diselenggarakan oleh Plato Foundation, Selasa (4/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media

Diskominfo, kata Erwin, siap mendukung segala bentuk penyebaran informasi mengenai isu-isu kesehatan. Apalagi di Jember sudah ada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dimiliki dinas-dinas, bahkan sudah mulai ada di tingkat desa. “Saya pikir PPID adalah salah satu sumber informasi yang bisa diakses oleh para jurnalis untuk diolah menjadi sajian informasi untuk masyarakat,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Maraknya informasi simpang siur mengenai isu kesehatan, terlebih pascapandemi, menjadi tantangan baru bagi masyarakat. Tidak terkecuali di Jember. Hal ini menjadi tanggung jawab yang harus dituntaskan oleh berbagai pihak. Mulai dari dinas kesehatan, dinas komunikasi dan informatika hingga media.

Peran media sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah, menjadi elemen krusial dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang isu kesehatan. Dalam mendukung hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara dinas komunikasi dan informatika dengan dinas kesehatan sebagai stakeholder untuk menyediakan data yang akurat. Sehingga penyampaian berita yang dilakukan media dapat berjalan sesuai fakta di lapangan.

“Informasi yang disampaikan oleh media, harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga tidak ada kesalahanpahaman informasi yang diterima oleh masyarakat,” terang Erwin Prasetyo, Plt Kepala Bidang Layanan Media dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, dalam penyampaian materi pada workshop media yang diselenggarakan oleh Plato Foundation, Selasa (4/10).

BACA JUGA: Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media

Diskominfo, kata Erwin, siap mendukung segala bentuk penyebaran informasi mengenai isu-isu kesehatan. Apalagi di Jember sudah ada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dimiliki dinas-dinas, bahkan sudah mulai ada di tingkat desa. “Saya pikir PPID adalah salah satu sumber informasi yang bisa diakses oleh para jurnalis untuk diolah menjadi sajian informasi untuk masyarakat,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Maraknya informasi simpang siur mengenai isu kesehatan, terlebih pascapandemi, menjadi tantangan baru bagi masyarakat. Tidak terkecuali di Jember. Hal ini menjadi tanggung jawab yang harus dituntaskan oleh berbagai pihak. Mulai dari dinas kesehatan, dinas komunikasi dan informatika hingga media.

Peran media sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah, menjadi elemen krusial dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang isu kesehatan. Dalam mendukung hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara dinas komunikasi dan informatika dengan dinas kesehatan sebagai stakeholder untuk menyediakan data yang akurat. Sehingga penyampaian berita yang dilakukan media dapat berjalan sesuai fakta di lapangan.

“Informasi yang disampaikan oleh media, harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga tidak ada kesalahanpahaman informasi yang diterima oleh masyarakat,” terang Erwin Prasetyo, Plt Kepala Bidang Layanan Media dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, dalam penyampaian materi pada workshop media yang diselenggarakan oleh Plato Foundation, Selasa (4/10).

BACA JUGA: Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media

Diskominfo, kata Erwin, siap mendukung segala bentuk penyebaran informasi mengenai isu-isu kesehatan. Apalagi di Jember sudah ada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dimiliki dinas-dinas, bahkan sudah mulai ada di tingkat desa. “Saya pikir PPID adalah salah satu sumber informasi yang bisa diakses oleh para jurnalis untuk diolah menjadi sajian informasi untuk masyarakat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/