alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Sehat, Stop Berjalan Tanpa Alas Kaki

Imbauan bagi Penderita Diabetes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki sangatlah bermanfaat. Tak jarang, banyak orang yang meyakini itu adalah aktivitas yang menyehatkan. Mulai dari dianggap bisa mengatasi insomnia, menurunkan berat badan, hingga menyehatkan saraf-saraf telapak kaki. Namun, tidak semua orang bisa melakukan itu. Terutama orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Lalu, kenapa demikian?

Rizal Tri Wahyuono SKep Ners, salah satu perawat di RSD dr H Koesnadi Bondowoso, menuturkan, seseorang yang menderita atau memiliki riwayat diabetes dilarang berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Sebab, para penderita diabetes mengalami kebas pada telapak kakinya. “Artinya, indera perasa pada telapak kakinya sudah jauh menurun,” lanjutnya.

Karena itu, berjalan tanpa menggunakan alas kaki sangat tidak dianjurkan. Sebab, dia tidak akan merasa saat menginjak benda tajam dan sebagainya. “Tahu-tahu, kakinya sudah terluka. Padahal, kesembuhan para penderita diabetes saat terluka itu sangat sulit sekali,” ungkap pria berusia 26 tahun itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurut dia, salah satu gejala akibat diabetes melitus berupa gangguan sensori. “Ini merupakan gejala neuropati diabetik,” ungkap salah seorang nakes di RSD dr Soebandi itu.

Neuropati diabetik ditandai dengan hilangnya akson (salah satu nama saraf, Red), dan yang terkena terlebih dulu adalah serabut saraf terpanjang. Umumnya pengidap mengalami gejala nyeri serta sensasi kesemutan yang rasanya hilang timbul ketika malam hari. Gejala khas ini diawali dari jari kaki, kemudian menyebar sampai ke proksimal tungkai.

Karena hilangnya sensor pada beberapa organ termasuk telapak kaki, para penderita diabetes dilarang berjalan tanpa menggunakan alas. Tidak hanya itu, pemilihan alas kaki juga harus sesuai. Mulai dari berbahan lunak hingga dengan sirkulasi yang baik. “Karena kurangnya sensasi di kaki mereka, penderita diabetes tidak menyadari tentang jumlah tekanan yang mereka letakkan pada titik tertentu sambil berjalan,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki sangatlah bermanfaat. Tak jarang, banyak orang yang meyakini itu adalah aktivitas yang menyehatkan. Mulai dari dianggap bisa mengatasi insomnia, menurunkan berat badan, hingga menyehatkan saraf-saraf telapak kaki. Namun, tidak semua orang bisa melakukan itu. Terutama orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Lalu, kenapa demikian?

Rizal Tri Wahyuono SKep Ners, salah satu perawat di RSD dr H Koesnadi Bondowoso, menuturkan, seseorang yang menderita atau memiliki riwayat diabetes dilarang berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Sebab, para penderita diabetes mengalami kebas pada telapak kakinya. “Artinya, indera perasa pada telapak kakinya sudah jauh menurun,” lanjutnya.

Karena itu, berjalan tanpa menggunakan alas kaki sangat tidak dianjurkan. Sebab, dia tidak akan merasa saat menginjak benda tajam dan sebagainya. “Tahu-tahu, kakinya sudah terluka. Padahal, kesembuhan para penderita diabetes saat terluka itu sangat sulit sekali,” ungkap pria berusia 26 tahun itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurut dia, salah satu gejala akibat diabetes melitus berupa gangguan sensori. “Ini merupakan gejala neuropati diabetik,” ungkap salah seorang nakes di RSD dr Soebandi itu.

Neuropati diabetik ditandai dengan hilangnya akson (salah satu nama saraf, Red), dan yang terkena terlebih dulu adalah serabut saraf terpanjang. Umumnya pengidap mengalami gejala nyeri serta sensasi kesemutan yang rasanya hilang timbul ketika malam hari. Gejala khas ini diawali dari jari kaki, kemudian menyebar sampai ke proksimal tungkai.

Karena hilangnya sensor pada beberapa organ termasuk telapak kaki, para penderita diabetes dilarang berjalan tanpa menggunakan alas. Tidak hanya itu, pemilihan alas kaki juga harus sesuai. Mulai dari berbahan lunak hingga dengan sirkulasi yang baik. “Karena kurangnya sensasi di kaki mereka, penderita diabetes tidak menyadari tentang jumlah tekanan yang mereka letakkan pada titik tertentu sambil berjalan,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki sangatlah bermanfaat. Tak jarang, banyak orang yang meyakini itu adalah aktivitas yang menyehatkan. Mulai dari dianggap bisa mengatasi insomnia, menurunkan berat badan, hingga menyehatkan saraf-saraf telapak kaki. Namun, tidak semua orang bisa melakukan itu. Terutama orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Lalu, kenapa demikian?

Rizal Tri Wahyuono SKep Ners, salah satu perawat di RSD dr H Koesnadi Bondowoso, menuturkan, seseorang yang menderita atau memiliki riwayat diabetes dilarang berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Sebab, para penderita diabetes mengalami kebas pada telapak kakinya. “Artinya, indera perasa pada telapak kakinya sudah jauh menurun,” lanjutnya.

Karena itu, berjalan tanpa menggunakan alas kaki sangat tidak dianjurkan. Sebab, dia tidak akan merasa saat menginjak benda tajam dan sebagainya. “Tahu-tahu, kakinya sudah terluka. Padahal, kesembuhan para penderita diabetes saat terluka itu sangat sulit sekali,” ungkap pria berusia 26 tahun itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurut dia, salah satu gejala akibat diabetes melitus berupa gangguan sensori. “Ini merupakan gejala neuropati diabetik,” ungkap salah seorang nakes di RSD dr Soebandi itu.

Neuropati diabetik ditandai dengan hilangnya akson (salah satu nama saraf, Red), dan yang terkena terlebih dulu adalah serabut saraf terpanjang. Umumnya pengidap mengalami gejala nyeri serta sensasi kesemutan yang rasanya hilang timbul ketika malam hari. Gejala khas ini diawali dari jari kaki, kemudian menyebar sampai ke proksimal tungkai.

Karena hilangnya sensor pada beberapa organ termasuk telapak kaki, para penderita diabetes dilarang berjalan tanpa menggunakan alas. Tidak hanya itu, pemilihan alas kaki juga harus sesuai. Mulai dari berbahan lunak hingga dengan sirkulasi yang baik. “Karena kurangnya sensasi di kaki mereka, penderita diabetes tidak menyadari tentang jumlah tekanan yang mereka letakkan pada titik tertentu sambil berjalan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/