alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pemenuhan Gizi demi Peningkatan Usia Harapan Hidup

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usia harapan hidup (UHH) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka indeks pembangunan manusia (IPM). Semakin tinggi angkanya, maka semakin baik kualitas pembangunan manusia. Nah, salah satu cara untuk meningkatkannya adalah pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala Instalasi Gizi RSD dr Soebandi Anis Nur Laili menjelaskan bahwa para orang tua harus cermat dalam memenuhi gizi anak mereka masing-masing sedini mungkin. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa melakukannya secara mandiri, bayi, balita, maupun anak-anak belum bisa melakukannya. “Karena itu, memerlukan peran para orang tua,” paparnya.

Misalnya, pada anak usia 4-6 tahun, energi yang harus tercukupi adalah sebesar 1.400 kkal. Selain itu, komponen lain juga harus terpenuhi seperti protein (25 gram), lemak (0,9 gram omega-3 dan 10 gram omega-6), karbohidrat (220 gram), serat (20 gram), serta 1.000 mililiter air.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, komponen-komponen itu bisa didapatkan melalui makanan pokok seperti beras, biji-bijian, jagung, gandum, sagu, umbi, kentang, dan singkong. “Untuk makanan sumber protein hewani bisa mengonsumsi ikan, ayam, hati, udang, telur, dan susu,” jelasnya.

Selain protein hewani, ada juga protein nabati yang terdapat dari kedelai, kacang hijau, kacang polong, serta kacang tanah. “Kalau lemak, diperoleh dari proses olahan. Misalnya, penambahan minyak atau santan,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usia harapan hidup (UHH) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka indeks pembangunan manusia (IPM). Semakin tinggi angkanya, maka semakin baik kualitas pembangunan manusia. Nah, salah satu cara untuk meningkatkannya adalah pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala Instalasi Gizi RSD dr Soebandi Anis Nur Laili menjelaskan bahwa para orang tua harus cermat dalam memenuhi gizi anak mereka masing-masing sedini mungkin. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa melakukannya secara mandiri, bayi, balita, maupun anak-anak belum bisa melakukannya. “Karena itu, memerlukan peran para orang tua,” paparnya.

Misalnya, pada anak usia 4-6 tahun, energi yang harus tercukupi adalah sebesar 1.400 kkal. Selain itu, komponen lain juga harus terpenuhi seperti protein (25 gram), lemak (0,9 gram omega-3 dan 10 gram omega-6), karbohidrat (220 gram), serat (20 gram), serta 1.000 mililiter air.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, komponen-komponen itu bisa didapatkan melalui makanan pokok seperti beras, biji-bijian, jagung, gandum, sagu, umbi, kentang, dan singkong. “Untuk makanan sumber protein hewani bisa mengonsumsi ikan, ayam, hati, udang, telur, dan susu,” jelasnya.

Selain protein hewani, ada juga protein nabati yang terdapat dari kedelai, kacang hijau, kacang polong, serta kacang tanah. “Kalau lemak, diperoleh dari proses olahan. Misalnya, penambahan minyak atau santan,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usia harapan hidup (UHH) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka indeks pembangunan manusia (IPM). Semakin tinggi angkanya, maka semakin baik kualitas pembangunan manusia. Nah, salah satu cara untuk meningkatkannya adalah pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala Instalasi Gizi RSD dr Soebandi Anis Nur Laili menjelaskan bahwa para orang tua harus cermat dalam memenuhi gizi anak mereka masing-masing sedini mungkin. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa melakukannya secara mandiri, bayi, balita, maupun anak-anak belum bisa melakukannya. “Karena itu, memerlukan peran para orang tua,” paparnya.

Misalnya, pada anak usia 4-6 tahun, energi yang harus tercukupi adalah sebesar 1.400 kkal. Selain itu, komponen lain juga harus terpenuhi seperti protein (25 gram), lemak (0,9 gram omega-3 dan 10 gram omega-6), karbohidrat (220 gram), serat (20 gram), serta 1.000 mililiter air.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, komponen-komponen itu bisa didapatkan melalui makanan pokok seperti beras, biji-bijian, jagung, gandum, sagu, umbi, kentang, dan singkong. “Untuk makanan sumber protein hewani bisa mengonsumsi ikan, ayam, hati, udang, telur, dan susu,” jelasnya.

Selain protein hewani, ada juga protein nabati yang terdapat dari kedelai, kacang hijau, kacang polong, serta kacang tanah. “Kalau lemak, diperoleh dari proses olahan. Misalnya, penambahan minyak atau santan,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/