alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jangan Mudah Termakan Hoaks Korona

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPUREJO.RADARJEMBER.ID- Virus Korona berasal dari Wuhan, Tiongkok. Saat ini virus mematikan itu menjadi perhatian dunia. Bahkan menjadi berita utama di media, baik itu cetak maupun elektronik.

Untuk itu dr. Ahmad Multazam, Ketua Perhimpunan Dokter Nadhatul Ulama (PDNU) Kabupaten Jember, meminta warga Kota Suwar-Suwir tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks terkait peredaran virus Korona itu.

“Di tubuh organisasi PDNU sendiri terdapat unit siber NU dan memiliki tugas untuk memerangi informasi hoaks. Termasuk kabar tidak benar mengenai virus Korona dan hal itu membuat semua orang resah,”ungkap Multazam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya sempat tersiar kabar adanya pasien suspect Korona yang dirawat di RS Siloam Jember. Pihak rumah sakit sudah menepis kabar tersebut. Informasi yang beredar itu dinyatakan tidak benar alias hoaks.

Tersebarnya kabar palsu ini membuat Kepala Puskesmas Curahnongko, Kecamatan Tempurejo itu merasa prihatin. Terlebih di media sosial kabar hoaks tentang virus Korona ini juga menyebar.

“Berita hoaks ini kan bertujuan untuk membuat kegaduhan dan kepanikan masyarakat. Karena itu jangan mudah menelan begitu saja informasi menyesatkan,” imbuh Multazam.

Ia mencontohkan, beberapa hari terakhir ini di media sosial tersiar kabar penularan virus Korona ini bisa melalui produk asal Tiongkok, seperti elektronik dan makanan. Hal itu disebutnya sama sekali tidak benar. Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hasutan tersebut. “Karena tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya. (*)

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPUREJO.RADARJEMBER.ID- Virus Korona berasal dari Wuhan, Tiongkok. Saat ini virus mematikan itu menjadi perhatian dunia. Bahkan menjadi berita utama di media, baik itu cetak maupun elektronik.

Untuk itu dr. Ahmad Multazam, Ketua Perhimpunan Dokter Nadhatul Ulama (PDNU) Kabupaten Jember, meminta warga Kota Suwar-Suwir tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks terkait peredaran virus Korona itu.

“Di tubuh organisasi PDNU sendiri terdapat unit siber NU dan memiliki tugas untuk memerangi informasi hoaks. Termasuk kabar tidak benar mengenai virus Korona dan hal itu membuat semua orang resah,”ungkap Multazam.

Mobile_AP_Half Page

Sebelumnya sempat tersiar kabar adanya pasien suspect Korona yang dirawat di RS Siloam Jember. Pihak rumah sakit sudah menepis kabar tersebut. Informasi yang beredar itu dinyatakan tidak benar alias hoaks.

Tersebarnya kabar palsu ini membuat Kepala Puskesmas Curahnongko, Kecamatan Tempurejo itu merasa prihatin. Terlebih di media sosial kabar hoaks tentang virus Korona ini juga menyebar.

“Berita hoaks ini kan bertujuan untuk membuat kegaduhan dan kepanikan masyarakat. Karena itu jangan mudah menelan begitu saja informasi menyesatkan,” imbuh Multazam.

Ia mencontohkan, beberapa hari terakhir ini di media sosial tersiar kabar penularan virus Korona ini bisa melalui produk asal Tiongkok, seperti elektronik dan makanan. Hal itu disebutnya sama sekali tidak benar. Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hasutan tersebut. “Karena tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya. (*)

Desktop_AP_Leaderboard 1

TEMPUREJO.RADARJEMBER.ID- Virus Korona berasal dari Wuhan, Tiongkok. Saat ini virus mematikan itu menjadi perhatian dunia. Bahkan menjadi berita utama di media, baik itu cetak maupun elektronik.

Untuk itu dr. Ahmad Multazam, Ketua Perhimpunan Dokter Nadhatul Ulama (PDNU) Kabupaten Jember, meminta warga Kota Suwar-Suwir tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks terkait peredaran virus Korona itu.

“Di tubuh organisasi PDNU sendiri terdapat unit siber NU dan memiliki tugas untuk memerangi informasi hoaks. Termasuk kabar tidak benar mengenai virus Korona dan hal itu membuat semua orang resah,”ungkap Multazam.

Sebelumnya sempat tersiar kabar adanya pasien suspect Korona yang dirawat di RS Siloam Jember. Pihak rumah sakit sudah menepis kabar tersebut. Informasi yang beredar itu dinyatakan tidak benar alias hoaks.

Tersebarnya kabar palsu ini membuat Kepala Puskesmas Curahnongko, Kecamatan Tempurejo itu merasa prihatin. Terlebih di media sosial kabar hoaks tentang virus Korona ini juga menyebar.

“Berita hoaks ini kan bertujuan untuk membuat kegaduhan dan kepanikan masyarakat. Karena itu jangan mudah menelan begitu saja informasi menyesatkan,” imbuh Multazam.

Ia mencontohkan, beberapa hari terakhir ini di media sosial tersiar kabar penularan virus Korona ini bisa melalui produk asal Tiongkok, seperti elektronik dan makanan. Hal itu disebutnya sama sekali tidak benar. Untuk itu dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hasutan tersebut. “Karena tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya. (*)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran