alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Vaksinasi SLTA Baru 85 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi terhadap seluruh elemen di sektor pendidikan hingga kini terus dilakukan. Tidak hanya kepada guru, namun juga kepada siswa.

Hingga saat ini vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SLTA telah mencapai 85 persen. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa belum semua guru divaksin. Namun, jumlahnya relatif sedikit. “Sejak awal kami sudah mengimbau pihak sekolah menghubungi pihak puskesmas untuk melakukan vaksinasi,” kata Mahrus ketika ditemui di kantornya, Senin (2/8).

Kini, vaksinasi pun terus digalakkan dengan sasarannya adalah para siswa. Hingga saat ini ada dua lembaga sekolah di Jember yang direncanakan menyelenggarakan vaksinasi, yaitu SMK Negeri 2 Jember dan SMK Negeri 5 Jember. Vaksinasi di SMK Negeri 5 Jember akan dilaksanakan Rabu (3/8), dengan sasaran siswa dan tenaga pendidik yang belum melakukan vaksinasi. “Sebelum vaksin, ada pengecekan. Tidak langsung divaksin. Kalau belum layak divaksin ya tidak bisa vaksin,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya mengungkapkan, kendati vaksinasi dilakukan di lembaga sekolah, tidak semua siswa bisa mendapatkannya. Sebab, sebelum proses vaksinasi, pihak yang bertugas melakukan pengecekan secara terperinci. Tujuannya untuk memilih mana yang telah atau memenuhi persyaratan, dan mana yang belum memenuhi persyaratan. “Umur juga menjadi prasyarat. Sampai tekanan darah juga dicek,” katanya lagi.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi terhadap seluruh elemen di sektor pendidikan hingga kini terus dilakukan. Tidak hanya kepada guru, namun juga kepada siswa.

Hingga saat ini vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SLTA telah mencapai 85 persen. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa belum semua guru divaksin. Namun, jumlahnya relatif sedikit. “Sejak awal kami sudah mengimbau pihak sekolah menghubungi pihak puskesmas untuk melakukan vaksinasi,” kata Mahrus ketika ditemui di kantornya, Senin (2/8).

Kini, vaksinasi pun terus digalakkan dengan sasarannya adalah para siswa. Hingga saat ini ada dua lembaga sekolah di Jember yang direncanakan menyelenggarakan vaksinasi, yaitu SMK Negeri 2 Jember dan SMK Negeri 5 Jember. Vaksinasi di SMK Negeri 5 Jember akan dilaksanakan Rabu (3/8), dengan sasaran siswa dan tenaga pendidik yang belum melakukan vaksinasi. “Sebelum vaksin, ada pengecekan. Tidak langsung divaksin. Kalau belum layak divaksin ya tidak bisa vaksin,” imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, kendati vaksinasi dilakukan di lembaga sekolah, tidak semua siswa bisa mendapatkannya. Sebab, sebelum proses vaksinasi, pihak yang bertugas melakukan pengecekan secara terperinci. Tujuannya untuk memilih mana yang telah atau memenuhi persyaratan, dan mana yang belum memenuhi persyaratan. “Umur juga menjadi prasyarat. Sampai tekanan darah juga dicek,” katanya lagi.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi terhadap seluruh elemen di sektor pendidikan hingga kini terus dilakukan. Tidak hanya kepada guru, namun juga kepada siswa.

Hingga saat ini vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SLTA telah mencapai 85 persen. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa belum semua guru divaksin. Namun, jumlahnya relatif sedikit. “Sejak awal kami sudah mengimbau pihak sekolah menghubungi pihak puskesmas untuk melakukan vaksinasi,” kata Mahrus ketika ditemui di kantornya, Senin (2/8).

Kini, vaksinasi pun terus digalakkan dengan sasarannya adalah para siswa. Hingga saat ini ada dua lembaga sekolah di Jember yang direncanakan menyelenggarakan vaksinasi, yaitu SMK Negeri 2 Jember dan SMK Negeri 5 Jember. Vaksinasi di SMK Negeri 5 Jember akan dilaksanakan Rabu (3/8), dengan sasaran siswa dan tenaga pendidik yang belum melakukan vaksinasi. “Sebelum vaksin, ada pengecekan. Tidak langsung divaksin. Kalau belum layak divaksin ya tidak bisa vaksin,” imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan, kendati vaksinasi dilakukan di lembaga sekolah, tidak semua siswa bisa mendapatkannya. Sebab, sebelum proses vaksinasi, pihak yang bertugas melakukan pengecekan secara terperinci. Tujuannya untuk memilih mana yang telah atau memenuhi persyaratan, dan mana yang belum memenuhi persyaratan. “Umur juga menjadi prasyarat. Sampai tekanan darah juga dicek,” katanya lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/