alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tak Capai Target, tapi Peringkat Dua Jatim

Realisasi Program Sejuta Akseptor

Mobile_AP_Rectangle 1

Meski begitu, dirinya yakin bahwa dengan meningkatnya dan diraihnya predikat ini akan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Sebab, menurutnya, Jember memiliki masa usia pernikahan subur setidaknya ada lebih dari lima ratus ribuan. “Makanya, kami terus memfasilitasi alat untuk metode kontrasepsi agar ikut menggunakan alat, obat, dan metode kontrasepsi itu,” paparnya.

Ironisnya, hingga saat ini Jember masih dinobatkan sebagai wilayah dengan tingkat AKI/AKB tertinggi se-Jawa Timur. Artinya, implementasi kontrasepsi tidak cukup efektif untuk menekannya. Ia mengungkapkan, bahwa AKI/AKB dan stunting tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh KB. “Karena memang ada push pasangan punya anak. Nah, ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Misalnya dari Dinas Kesehatan, PKH, dan lainnya. Kita yang dipastikan adalah push yang tidak hamil,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Meski begitu, dirinya yakin bahwa dengan meningkatnya dan diraihnya predikat ini akan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Sebab, menurutnya, Jember memiliki masa usia pernikahan subur setidaknya ada lebih dari lima ratus ribuan. “Makanya, kami terus memfasilitasi alat untuk metode kontrasepsi agar ikut menggunakan alat, obat, dan metode kontrasepsi itu,” paparnya.

Ironisnya, hingga saat ini Jember masih dinobatkan sebagai wilayah dengan tingkat AKI/AKB tertinggi se-Jawa Timur. Artinya, implementasi kontrasepsi tidak cukup efektif untuk menekannya. Ia mengungkapkan, bahwa AKI/AKB dan stunting tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh KB. “Karena memang ada push pasangan punya anak. Nah, ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Misalnya dari Dinas Kesehatan, PKH, dan lainnya. Kita yang dipastikan adalah push yang tidak hamil,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Meski begitu, dirinya yakin bahwa dengan meningkatnya dan diraihnya predikat ini akan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB). Sebab, menurutnya, Jember memiliki masa usia pernikahan subur setidaknya ada lebih dari lima ratus ribuan. “Makanya, kami terus memfasilitasi alat untuk metode kontrasepsi agar ikut menggunakan alat, obat, dan metode kontrasepsi itu,” paparnya.

Ironisnya, hingga saat ini Jember masih dinobatkan sebagai wilayah dengan tingkat AKI/AKB tertinggi se-Jawa Timur. Artinya, implementasi kontrasepsi tidak cukup efektif untuk menekannya. Ia mengungkapkan, bahwa AKI/AKB dan stunting tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh KB. “Karena memang ada push pasangan punya anak. Nah, ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Misalnya dari Dinas Kesehatan, PKH, dan lainnya. Kita yang dipastikan adalah push yang tidak hamil,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/