alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

11 Dosen dan Karyawan UIN KHAS Terpapar Covid-19

Kasus Positif Bukan karena Wisuda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akumulasi kasus positif Covid-19 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember hingga kini telah mencapai 11 orang. Yakni empat dosen, dan sisanya adalah karyawan. Civitas academica yang terpapar korona tersebut telah menjalani isolasi dan proses penyembuhan.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zein menegaskan, kasus positif itu bukan disebabkan prosesi wisuda yang berlangsung beberapa hari lalu. Sebab, nama-nama yang dinyatakan terpapar itu tidak hadir dalam acara wisuda. “Jadi, itu terhitung mulai sebelum wisuda. Karena semua tidak ada yang ikut wisuda dan ketahuan kalau Covid-19 sebelum wisuda,” kata Hefni, kemarin (2/7).

Hefni juga menjelaskan, dari 11 orang yang positif itu terdeteksi jika mereka terpapar secara bertahap. Tidak belasan orang sekaligus. Gejalanya pun bermacam-macam. Mulai dari flu, suhu tubuh panas, hingga lainnya. Berdasarkan pengamatannya, belasan orang itu merupakan golongan yang memiliki mobilitas tinggi di luar kampus. Mobilitas tersebut yang dinilainya menjadi faktor utama tertular virus korona. “Sebelas orang itu memiliki kesibukan di luar yang cukup padat,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, kata dia, sterilisasi ruangan di kampus sudah cukup intens dilakukan sejak sekitar dua atau tiga pekan lalu. Selama ini, UIN KHAS Jember juga mewajibkan semua yang akan datang ke kampus untuk melakukan atau menunjukan hasil swab antigen atau surat keterangan sehat. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. “Makanya kami wajibkan semua untuk melakukan swab antigen ketika masuk kampus. Dan yang masuk kampus harus menunjukan surat kesehatan,” bebernya.

Pemberlakuan aturan baru itulah yang menjadi awal ditemukannya kasus baru Covid-19 di UIN KHAS Jember. Mulai dari karyawan dan dosen. “Nah, dengan itu, ternyata ketemu setiap harinya siapa yang kena. Bahkan, terbaru adalah sopir kampus. Jadi, ada sebelas orang sama sopir yang hari ini positif,” tuturnya, melalui sambungan telepon.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, Hefni mengungkapkan, nantinya pejabat kampus akan melakukan rapat untuk menentukan keputusan apakah lockdown atau tidak. Opsinya ada dua. Lockdown untuk beberapa waktu hingga kondisi membaik, atau melakukan pembatasan jumlah karyawan yang hadir di kantor sebanyak 25 persen dari keseluruhan. “Nanti sore kami akan berembuk terkait kebijakan yang akan diambil tersebut,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akumulasi kasus positif Covid-19 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember hingga kini telah mencapai 11 orang. Yakni empat dosen, dan sisanya adalah karyawan. Civitas academica yang terpapar korona tersebut telah menjalani isolasi dan proses penyembuhan.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zein menegaskan, kasus positif itu bukan disebabkan prosesi wisuda yang berlangsung beberapa hari lalu. Sebab, nama-nama yang dinyatakan terpapar itu tidak hadir dalam acara wisuda. “Jadi, itu terhitung mulai sebelum wisuda. Karena semua tidak ada yang ikut wisuda dan ketahuan kalau Covid-19 sebelum wisuda,” kata Hefni, kemarin (2/7).

Hefni juga menjelaskan, dari 11 orang yang positif itu terdeteksi jika mereka terpapar secara bertahap. Tidak belasan orang sekaligus. Gejalanya pun bermacam-macam. Mulai dari flu, suhu tubuh panas, hingga lainnya. Berdasarkan pengamatannya, belasan orang itu merupakan golongan yang memiliki mobilitas tinggi di luar kampus. Mobilitas tersebut yang dinilainya menjadi faktor utama tertular virus korona. “Sebelas orang itu memiliki kesibukan di luar yang cukup padat,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata dia, sterilisasi ruangan di kampus sudah cukup intens dilakukan sejak sekitar dua atau tiga pekan lalu. Selama ini, UIN KHAS Jember juga mewajibkan semua yang akan datang ke kampus untuk melakukan atau menunjukan hasil swab antigen atau surat keterangan sehat. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. “Makanya kami wajibkan semua untuk melakukan swab antigen ketika masuk kampus. Dan yang masuk kampus harus menunjukan surat kesehatan,” bebernya.

Pemberlakuan aturan baru itulah yang menjadi awal ditemukannya kasus baru Covid-19 di UIN KHAS Jember. Mulai dari karyawan dan dosen. “Nah, dengan itu, ternyata ketemu setiap harinya siapa yang kena. Bahkan, terbaru adalah sopir kampus. Jadi, ada sebelas orang sama sopir yang hari ini positif,” tuturnya, melalui sambungan telepon.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, Hefni mengungkapkan, nantinya pejabat kampus akan melakukan rapat untuk menentukan keputusan apakah lockdown atau tidak. Opsinya ada dua. Lockdown untuk beberapa waktu hingga kondisi membaik, atau melakukan pembatasan jumlah karyawan yang hadir di kantor sebanyak 25 persen dari keseluruhan. “Nanti sore kami akan berembuk terkait kebijakan yang akan diambil tersebut,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akumulasi kasus positif Covid-19 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember hingga kini telah mencapai 11 orang. Yakni empat dosen, dan sisanya adalah karyawan. Civitas academica yang terpapar korona tersebut telah menjalani isolasi dan proses penyembuhan.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Hefni Zein menegaskan, kasus positif itu bukan disebabkan prosesi wisuda yang berlangsung beberapa hari lalu. Sebab, nama-nama yang dinyatakan terpapar itu tidak hadir dalam acara wisuda. “Jadi, itu terhitung mulai sebelum wisuda. Karena semua tidak ada yang ikut wisuda dan ketahuan kalau Covid-19 sebelum wisuda,” kata Hefni, kemarin (2/7).

Hefni juga menjelaskan, dari 11 orang yang positif itu terdeteksi jika mereka terpapar secara bertahap. Tidak belasan orang sekaligus. Gejalanya pun bermacam-macam. Mulai dari flu, suhu tubuh panas, hingga lainnya. Berdasarkan pengamatannya, belasan orang itu merupakan golongan yang memiliki mobilitas tinggi di luar kampus. Mobilitas tersebut yang dinilainya menjadi faktor utama tertular virus korona. “Sebelas orang itu memiliki kesibukan di luar yang cukup padat,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata dia, sterilisasi ruangan di kampus sudah cukup intens dilakukan sejak sekitar dua atau tiga pekan lalu. Selama ini, UIN KHAS Jember juga mewajibkan semua yang akan datang ke kampus untuk melakukan atau menunjukan hasil swab antigen atau surat keterangan sehat. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. “Makanya kami wajibkan semua untuk melakukan swab antigen ketika masuk kampus. Dan yang masuk kampus harus menunjukan surat kesehatan,” bebernya.

Pemberlakuan aturan baru itulah yang menjadi awal ditemukannya kasus baru Covid-19 di UIN KHAS Jember. Mulai dari karyawan dan dosen. “Nah, dengan itu, ternyata ketemu setiap harinya siapa yang kena. Bahkan, terbaru adalah sopir kampus. Jadi, ada sebelas orang sama sopir yang hari ini positif,” tuturnya, melalui sambungan telepon.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, Hefni mengungkapkan, nantinya pejabat kampus akan melakukan rapat untuk menentukan keputusan apakah lockdown atau tidak. Opsinya ada dua. Lockdown untuk beberapa waktu hingga kondisi membaik, atau melakukan pembatasan jumlah karyawan yang hadir di kantor sebanyak 25 persen dari keseluruhan. “Nanti sore kami akan berembuk terkait kebijakan yang akan diambil tersebut,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/