Tenaga Medis Siap Dimobilisasi dan Siaga 24 Jam

Jika Kejadian Besar atau Bencana Alam

TEGAS: Wadir SDM dan Pendidikan RSUD dr Soebandi drg Arief Setiyoargo memberi keterangan layanan kesehatan seputar libur Lebaran.

RADARJEMBER.ID – Salah satu petugas yang harus merelakan tidak merayakan Lebaran bersama keluarga adalah tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit. Mereka tetap harus menyediakan layanan selama 24 jam penuh melayani masyarakat. Bahkan, seluruh tenaga medis yang semula jadwal jaga bergantian siap dimobilisasi jika ada kejadian besar seperti bencana alam.

IKLAN

Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSD dr Soebandi drg Arief Setiyoargo SH MKes MMR menjelaskan, pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut tetap jalan dan dibuka melalui instalasi gawat darurat (IGD). “Sesuai instruksi ibu bupati, cuti Lebaran yaitu tanggal 1-9 Juni 2019. Nah, selama hari libur tersebut, peran kesehatan tetap jalan. Pelayanan tetap buka lewat IGD,” jelas Arief kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurutnya, selama cuti hari raya akan ada tiga dokter umum yang standby setiap shift dan dokter jaga spesialis on call demi mendukung kelancaran layanan IGD RSD dr Soebandi. “Selain dokter, juga ada sejumlah pegawai yang piket. Termasuk pejabat struktural juga dijadwal jaga atau masuk kerja. Jadi, kami sudah biasa melaksanakan tugas saat hari libur, termasuk saat cuti hari raya,” ucap Arief.

Layanan pada IGD, menurutnya, berlaku untuk semua pasien umum, ataupun pasien BPJS. Baik yang kasus emergency alias gawat darurat maupun yang non emergency. Pelayanan pasien BPJS diberikan pelayanan sesuai ketentuan BPJS. “Layanan lewat IGD tetap buka. Kalau pasien umum bisa apa saja, tetapi untuk pasien dari BPJS hanya yang emergency saja,” jelasnya.

Guna mendukung kelancaran layanan kesehatan, drg Arief mengungkapkan, apabila ada semacam kejadian massal yang mengharuskan ada tambahan tenaga medis, maka pihaknya juga siap melakukannya dengan maksimal. “Misalnya, tiba-tiba ada korban bencana massal dan emergency, maka pegawai yang cuti akan dimobilisasi agar masuk,” jelasnya.

Hal ini sudah dikomunikasikan, sehingga semua pihak harus siap kalau ada kejadian besar. “Semoga di Jember selama libur Lebaran nanti tetap lancar dan aman,” paparnya. Sementara itu, dr Tri Wiranto, staf pelayanan medis RSD dr Soebandi Jember menambahkan, khusus pasien BPJS yang menggunakan kartu JKN-KIS, memang hanya yang emergency saja yang di layanan di IGD. Itu berdasar dari prosedur BPJS Kesehatan.

Meski demikian, pasien JKN-KIS yang membutuhkan pelayanan medik dasar tetap bisa dilayani pada fasilitas kesehatan primer, yaitu di masing-masing puskesmas, FKTP atau RS kelas D pratama terdekat. Layanan pada RSD dr Soebandi nantinya akan kembali normal pada tanggal 10 Juni 2019 usai cuti bersama.

“1-9 Juni akan tetap ada yang piket. Kemudian tanggal 10 Juni sudah masuk normal seperti hari biasanya,” pungkasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Rangga Mahardika