alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ribuan Nakes Gagal Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kali pertama digelar pada 27 Januari lalu, sudah ada 7.603 tenaga kesehatan (nakes) yang datang ke berbagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Jember untuk menjalani vaksinasi. Meski begitu, tidak semua nakes yang datang bisa mendapatkan vaksin. Sebab, setelah menjalani screening, banyak nakes yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Senin (1/2) petang, pria yang juga menjadi Plt Kadiskominfo Jember itu menjelaskan bahwa sebanyak 5.692 atau 74,87 persen nakes telah divaksin. “Namun, ada yang harus ditunda untuk mendapatkan vaksin, dan ada yang harus dibatalkan,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah nakes yang mengalami penundaan sebanyak 855 orang. Menurut dia, ada beberapa kendala yang mengakibatkan penundaan tersebut. Di antaranya, 23 nakes terkonfirmasi merupakan kontak erat pasien positif, 153 menderita ISPA ringan, dan 174 mengalami hipertensi yang tidak terkontrol.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, sejumlah nakes juga teridentifikasi menderita penyakit paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan TBC sejumlah 45 nakes. “Penyakit lain seperti typhoid dan diare sejumlah 15 nakes. Ada juga yang memiliki suhu di atas 37,50 derajat Celcius saat melakoni pemeriksaan,” lanjutnya.

Sementara itu, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jember tersebut mengungkapkan, dari total 7.603 nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), ada sebanyak 1.171 nakes yang tak bisa mengikuti vaksinasi karena berbagai alasan. Di antaranya, terkonfirmasi positif, hamil/menyusui, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, mereka tak lagi bisa mengikuti vaksinasi. “Ribuan nakes tersebut sudah tak lagi bisa mengikuti vaksinasi juga pada gelombang kedua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gatot menambahkan, berdasarkan hasil observasi, ada beberapa nakes yang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). “Di antaranya, merasakan nyeri, demam, nyeri sendi, badan lemas, sakit kepala, dan alergi,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kali pertama digelar pada 27 Januari lalu, sudah ada 7.603 tenaga kesehatan (nakes) yang datang ke berbagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Jember untuk menjalani vaksinasi. Meski begitu, tidak semua nakes yang datang bisa mendapatkan vaksin. Sebab, setelah menjalani screening, banyak nakes yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Senin (1/2) petang, pria yang juga menjadi Plt Kadiskominfo Jember itu menjelaskan bahwa sebanyak 5.692 atau 74,87 persen nakes telah divaksin. “Namun, ada yang harus ditunda untuk mendapatkan vaksin, dan ada yang harus dibatalkan,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah nakes yang mengalami penundaan sebanyak 855 orang. Menurut dia, ada beberapa kendala yang mengakibatkan penundaan tersebut. Di antaranya, 23 nakes terkonfirmasi merupakan kontak erat pasien positif, 153 menderita ISPA ringan, dan 174 mengalami hipertensi yang tidak terkontrol.

Selain itu, sejumlah nakes juga teridentifikasi menderita penyakit paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan TBC sejumlah 45 nakes. “Penyakit lain seperti typhoid dan diare sejumlah 15 nakes. Ada juga yang memiliki suhu di atas 37,50 derajat Celcius saat melakoni pemeriksaan,” lanjutnya.

Sementara itu, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jember tersebut mengungkapkan, dari total 7.603 nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), ada sebanyak 1.171 nakes yang tak bisa mengikuti vaksinasi karena berbagai alasan. Di antaranya, terkonfirmasi positif, hamil/menyusui, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, mereka tak lagi bisa mengikuti vaksinasi. “Ribuan nakes tersebut sudah tak lagi bisa mengikuti vaksinasi juga pada gelombang kedua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gatot menambahkan, berdasarkan hasil observasi, ada beberapa nakes yang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). “Di antaranya, merasakan nyeri, demam, nyeri sendi, badan lemas, sakit kepala, dan alergi,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kali pertama digelar pada 27 Januari lalu, sudah ada 7.603 tenaga kesehatan (nakes) yang datang ke berbagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Jember untuk menjalani vaksinasi. Meski begitu, tidak semua nakes yang datang bisa mendapatkan vaksin. Sebab, setelah menjalani screening, banyak nakes yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono. Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Senin (1/2) petang, pria yang juga menjadi Plt Kadiskominfo Jember itu menjelaskan bahwa sebanyak 5.692 atau 74,87 persen nakes telah divaksin. “Namun, ada yang harus ditunda untuk mendapatkan vaksin, dan ada yang harus dibatalkan,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah nakes yang mengalami penundaan sebanyak 855 orang. Menurut dia, ada beberapa kendala yang mengakibatkan penundaan tersebut. Di antaranya, 23 nakes terkonfirmasi merupakan kontak erat pasien positif, 153 menderita ISPA ringan, dan 174 mengalami hipertensi yang tidak terkontrol.

Selain itu, sejumlah nakes juga teridentifikasi menderita penyakit paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan TBC sejumlah 45 nakes. “Penyakit lain seperti typhoid dan diare sejumlah 15 nakes. Ada juga yang memiliki suhu di atas 37,50 derajat Celcius saat melakoni pemeriksaan,” lanjutnya.

Sementara itu, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jember tersebut mengungkapkan, dari total 7.603 nakes yang datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), ada sebanyak 1.171 nakes yang tak bisa mengikuti vaksinasi karena berbagai alasan. Di antaranya, terkonfirmasi positif, hamil/menyusui, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, mereka tak lagi bisa mengikuti vaksinasi. “Ribuan nakes tersebut sudah tak lagi bisa mengikuti vaksinasi juga pada gelombang kedua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gatot menambahkan, berdasarkan hasil observasi, ada beberapa nakes yang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). “Di antaranya, merasakan nyeri, demam, nyeri sendi, badan lemas, sakit kepala, dan alergi,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/