JEMBER, RADARJEMBER.ID – BANYAKNYA sampah medis yang ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari membuktikan bahwa masyarakat masih minim kesadaran atau minim pengetahuan tentang cara memperlakukan sampah medis. Dampaknya, sampah-sampah tersebut berpotensi menyebarkan virus Covid-19 pada pemulung atau petugas sampah.

Pakar Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (Unej) Khorion mengungkapkan, potensi terdekat untuk mengolah sampah infeksius itu adalah dari rumah tangga. Terutama sampah-sampah medis dari orang-orang yang telah positif korona dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Sebab, sampah-sampah tersebut harus disemprot disinfektan terlebih dahulu sebelum dibuang.

Khoiron menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah mengeluarkan aturan atau kebijakan tentang memperlakukan sampah medis domestik. Sayangnya, tidak semua masyarakat paham dan mengimplementasikan. “Apalagi kalau isoman itu ada dua. Ada yang isoman karena rekomendasi rumah sakit dan ada yang isoman karena sudah merasa OTG (orang tanpa gejala, Red). Jadi, agar tahu mana orang yang sedang isoman dan tidak itu tidak gampang,” jelas dosen kandidat doktor kesehatan lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu.

Untuk itu, lanjut Khoiron, pemerintah harus mengoptimalkan kembali peran Satgas Covid-19. Sehingga imbauan yang dikeluarkan tidak hanya 5M saja atau mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, tapi juga pengolahan limbah APD. “Sampahnya tidak hanya berupa masker. Bekas tempat makan orang isoman itu juga disemprot disinfektan,” imbuhnya.

Terpisah, pemilik Rumah Belajar Minim Sampah, Dina Putu Ayu Kristiyanti, mengungkapkan, penanganan limbah medis tersebut sebenarnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, rumah sakit juga memiliki andil untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah medis. Edukasi ini sasarannya lebih kepada pasien isoman. Sebab, rumah sakit memiliki data pasien yang melakukan isoman.

“Jadi, rumah sakit harus mengimbangi dengan memberikan imbauan perlakuan masker ke orang yang isoman untuk dikirimkan ke rumah sakit. Karena rumah sakit yang bisa mengelola limbah medis,” jelas Dina melalui sambungan telepon.