alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Kasus Korona Melonjak, Penjual Masker Untung Banyak

Sempat Turun di New Normal, Kini Mulai Naik Kembali

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Omzet pedagang masker yang mangkal di pinggir jalan, sempat anjlok di awal masa pemberlakukan new normal. Namun kini, seiring meningkatnya kasus Covid-19, pendapatan mereka mulai naik. Karena banyak warga yang kembali berbelanja masker untuk melindungi diri dari paparan korona.

Dedi Oktanto, pedagang masker yang mangkal di dekat Perumdam Tirta Pendalungan Jalan Trunojoyo, mengatakan, ketika penjualan masker lesu dia terpaksa menurunkan harga karena stok menumpuk. “Penjualan masker anjlok berbulan-bulan sampai Lebaran kemarin. Sampai jumlah penjual masker berkurang. Kini, penjual masker di seputaran kota tinggal dua orang. Selain aku, ada satu lagi di Jalan Kartini,” ungkap Dedi.

Walau hanya bekerja sebagai penjual masker, namun pria lulusan SD ini mengaku tidak pernah ketinggalan mengikuti informasi seputar Covid-19. Ia bahkan mengetahui bila baru-baru ini Kabupaten Jember memberlakukan jam malam. “Menurut informasi, saat ini di Indonesia angka orang terinfeksi Covid-19 melonjak, termasuk di Jember. Makanya, orang kembali berburu masker sehingga penjualannya mulai meningkat. Dua hari ini omzet sehari Rp 400 ribu,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Omzet pedagang masker yang mangkal di pinggir jalan, sempat anjlok di awal masa pemberlakukan new normal. Namun kini, seiring meningkatnya kasus Covid-19, pendapatan mereka mulai naik. Karena banyak warga yang kembali berbelanja masker untuk melindungi diri dari paparan korona.

Dedi Oktanto, pedagang masker yang mangkal di dekat Perumdam Tirta Pendalungan Jalan Trunojoyo, mengatakan, ketika penjualan masker lesu dia terpaksa menurunkan harga karena stok menumpuk. “Penjualan masker anjlok berbulan-bulan sampai Lebaran kemarin. Sampai jumlah penjual masker berkurang. Kini, penjual masker di seputaran kota tinggal dua orang. Selain aku, ada satu lagi di Jalan Kartini,” ungkap Dedi.

Walau hanya bekerja sebagai penjual masker, namun pria lulusan SD ini mengaku tidak pernah ketinggalan mengikuti informasi seputar Covid-19. Ia bahkan mengetahui bila baru-baru ini Kabupaten Jember memberlakukan jam malam. “Menurut informasi, saat ini di Indonesia angka orang terinfeksi Covid-19 melonjak, termasuk di Jember. Makanya, orang kembali berburu masker sehingga penjualannya mulai meningkat. Dua hari ini omzet sehari Rp 400 ribu,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Omzet pedagang masker yang mangkal di pinggir jalan, sempat anjlok di awal masa pemberlakukan new normal. Namun kini, seiring meningkatnya kasus Covid-19, pendapatan mereka mulai naik. Karena banyak warga yang kembali berbelanja masker untuk melindungi diri dari paparan korona.

Dedi Oktanto, pedagang masker yang mangkal di dekat Perumdam Tirta Pendalungan Jalan Trunojoyo, mengatakan, ketika penjualan masker lesu dia terpaksa menurunkan harga karena stok menumpuk. “Penjualan masker anjlok berbulan-bulan sampai Lebaran kemarin. Sampai jumlah penjual masker berkurang. Kini, penjual masker di seputaran kota tinggal dua orang. Selain aku, ada satu lagi di Jalan Kartini,” ungkap Dedi.

Walau hanya bekerja sebagai penjual masker, namun pria lulusan SD ini mengaku tidak pernah ketinggalan mengikuti informasi seputar Covid-19. Ia bahkan mengetahui bila baru-baru ini Kabupaten Jember memberlakukan jam malam. “Menurut informasi, saat ini di Indonesia angka orang terinfeksi Covid-19 melonjak, termasuk di Jember. Makanya, orang kembali berburu masker sehingga penjualannya mulai meningkat. Dua hari ini omzet sehari Rp 400 ribu,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/