alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

220 Hewan Suspek PMK, Kandang Sudah Lockdown

Sudah Dua Ekor Sapi Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember terus mengalami peningkatan. Hingga kemarin, sudah 220 hewan yang suspek PMK dan empat ekor sapi dinyatakan positif.

BACA JUGA : Pria di Jember Ditangkap saat Tunggu Pelanggan Depan Warung Lalapan

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti. Dirinya menjelaskan, berdasarkan data terakhir per tanggal 31 Mei lalu, sudah ditemukan beberapa kasus suspek dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan yang menunjukkan kasus mengarah suspek,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diagnosis berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, 220 suspek dan 4 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK. “Ada empat ekor sapi positif hasil pemeriksaan Laboratorium Pusvetma Surabaya. Total sampai 31 Mei, 214 ekor positif dan suspek,” terangnya.

Menurut Elok, penularan yang terjadi sejauh ini begitu cepat. Dari ratusan yang suspek dan positif, sudah terdapat dua ekor ternak yang mati dan satu sapi kondisinya sudah kritis. “Suspek (gejala klinis mengarah PMK, Red) 220 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

- Advertisement -

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember terus mengalami peningkatan. Hingga kemarin, sudah 220 hewan yang suspek PMK dan empat ekor sapi dinyatakan positif.

BACA JUGA : Pria di Jember Ditangkap saat Tunggu Pelanggan Depan Warung Lalapan

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti. Dirinya menjelaskan, berdasarkan data terakhir per tanggal 31 Mei lalu, sudah ditemukan beberapa kasus suspek dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan yang menunjukkan kasus mengarah suspek,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Diagnosis berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, 220 suspek dan 4 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK. “Ada empat ekor sapi positif hasil pemeriksaan Laboratorium Pusvetma Surabaya. Total sampai 31 Mei, 214 ekor positif dan suspek,” terangnya.

Menurut Elok, penularan yang terjadi sejauh ini begitu cepat. Dari ratusan yang suspek dan positif, sudah terdapat dua ekor ternak yang mati dan satu sapi kondisinya sudah kritis. “Suspek (gejala klinis mengarah PMK, Red) 220 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

KEBONSARI, Radar Jember – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jember terus mengalami peningkatan. Hingga kemarin, sudah 220 hewan yang suspek PMK dan empat ekor sapi dinyatakan positif.

BACA JUGA : Pria di Jember Ditangkap saat Tunggu Pelanggan Depan Warung Lalapan

Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember Elok Kristanti. Dirinya menjelaskan, berdasarkan data terakhir per tanggal 31 Mei lalu, sudah ditemukan beberapa kasus suspek dan positif PMK. “Hal ini berdasarkan temuan di lapangan yang menunjukkan kasus mengarah suspek,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Diagnosis berdasarkan gejala klinis yang sudah ditemukan, 220 suspek dan 4 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK. “Ada empat ekor sapi positif hasil pemeriksaan Laboratorium Pusvetma Surabaya. Total sampai 31 Mei, 214 ekor positif dan suspek,” terangnya.

Menurut Elok, penularan yang terjadi sejauh ini begitu cepat. Dari ratusan yang suspek dan positif, sudah terdapat dua ekor ternak yang mati dan satu sapi kondisinya sudah kritis. “Suspek (gejala klinis mengarah PMK, Red) 220 ekor, mati 2 ekor, 1 kondisinya menurun,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/