Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Wajib Perbarui Akreditasi

Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Wajib Perbarui Akreditasi

WAJIB TERAKREDITASI: Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jember Tanya Rahayu, mengingatkan agar rumah sakit yang menjadi mitra untuk memperbarui akreditasi.

IKLAN

RADARJEMBER.ID – Beberapa rumah sakit diingatkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperbarui status akreditasi. Mengingat rumah sakit tersebut selama ini merupakan mitra BPJS Kesehatan.

Dalam konfrensi pers, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Tanya Rahayu menjelaskan, sesuai aturan akreditasi merupakan syarat wajib untuk memastikan peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan bermutu, sesuai standar yang ditetapkan.

“Akreditasi ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu. Selain itu, akreditasi bertujuan tidak hanya melindungi masyarakat, namun ikut melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit tersebut,” papar Tanya, Kamis (2/5).

Tanya menambahkan, akreditasi sebagai persyaratan rumah sakit, seharusnya diterapkan awal tahun 2014 lalu, seiring pemberlakuan program JKN-KIS. “Saat itu banyak rumah sakit yang belum siap, sehingga ketentuan itu diperpanjang hingga 1 Januari 2019,” imbuh Tanya.

Namun demikian, BPS Kesehatan Cabang Jember telah berkali-kali mengingatkan rumah sakit untuk secepatnya mengurus akreditasi. Terkait itu, pemerintah juga telah memberikan surat rekomendasi kepada sejumlah rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi. Isinya, paling lambat 30 Juni 2019 wajib mengantongi status akreditasi.

Sebagai informasi, hingga akhir April 2019 ini, terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Fasilitas ini terdiri dari 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama. Dari jumlah itu, hingga Desember 2018 tercatat 720 rumah sakit yang belum terakreditasi. Namun saat ini, jumlah tersebut menurun hanya berjumlah 271 rumah sakit. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih