alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tidak Semua Tenaga Pendidik Mau Divaksin

Butuh Pendekatan dan Sosialisasi Intens

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, Dinas Kesehatan melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Jember masih menunggu data peserta vaksinasi dari Dinas Pendidikan, khususnya untuk tenaga pendidik. Dinas Pendidikan belum menyediakan data, sebab pengelolaannya masih belum selesai.

Kabid TK-SD Dinas Pendidikan Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih dalam proses pengumpulan data secara manual. Pihak sekolah mendata warga sekolah dan diserahkan kepada Dinas Pendidikan.

Dhebora mengungkapkan, data tersebut tidak bisa diakses melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, dalam data base Dapodik tidak sampai menyebut secara detail identitas setiap guru. “Dalam prosesnya, tidak ada kurun waktu atau deadline yang dibebankan kepada Dinas Pendidikan terkait dengan perampungan pendataan. Jadi, datanya masih diolah, masih belum final,” kata Dhebora.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan bahwa persoalan pendataan sejatinya dapat dilakukan secara daring agar lebih simpel. Namun, menurut dia hal itu kembali lagi pada kebijakan yang berlaku pada kedinasan terkait.

Kendala lainnya adalah sosialisasi mengenai vaksinasi yang kurang luas. Masih banyak guru yang memiliki pemahaman berbeda mengenai vaksin. Sehingga, ada sejumlah guru yang ragu untuk divaksin karena adanya kekhawatiran akan terserangnya penyakit atau mendapat klaim terjangkit Covid-19. “Persoalannya, walaupun vaksin sudah disosialisasikan oleh pemerintah, namun tidak serta-merta bisa dilakukan. Masih ada yang ragu, tidak berani, tapi ada juga yang berani,” jelas Supriyono, Senin (1/3).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, Dinas Kesehatan melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Jember masih menunggu data peserta vaksinasi dari Dinas Pendidikan, khususnya untuk tenaga pendidik. Dinas Pendidikan belum menyediakan data, sebab pengelolaannya masih belum selesai.

Kabid TK-SD Dinas Pendidikan Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih dalam proses pengumpulan data secara manual. Pihak sekolah mendata warga sekolah dan diserahkan kepada Dinas Pendidikan.

Dhebora mengungkapkan, data tersebut tidak bisa diakses melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, dalam data base Dapodik tidak sampai menyebut secara detail identitas setiap guru. “Dalam prosesnya, tidak ada kurun waktu atau deadline yang dibebankan kepada Dinas Pendidikan terkait dengan perampungan pendataan. Jadi, datanya masih diolah, masih belum final,” kata Dhebora.

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan bahwa persoalan pendataan sejatinya dapat dilakukan secara daring agar lebih simpel. Namun, menurut dia hal itu kembali lagi pada kebijakan yang berlaku pada kedinasan terkait.

Kendala lainnya adalah sosialisasi mengenai vaksinasi yang kurang luas. Masih banyak guru yang memiliki pemahaman berbeda mengenai vaksin. Sehingga, ada sejumlah guru yang ragu untuk divaksin karena adanya kekhawatiran akan terserangnya penyakit atau mendapat klaim terjangkit Covid-19. “Persoalannya, walaupun vaksin sudah disosialisasikan oleh pemerintah, namun tidak serta-merta bisa dilakukan. Masih ada yang ragu, tidak berani, tapi ada juga yang berani,” jelas Supriyono, Senin (1/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini, Dinas Kesehatan melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Jember masih menunggu data peserta vaksinasi dari Dinas Pendidikan, khususnya untuk tenaga pendidik. Dinas Pendidikan belum menyediakan data, sebab pengelolaannya masih belum selesai.

Kabid TK-SD Dinas Pendidikan Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih dalam proses pengumpulan data secara manual. Pihak sekolah mendata warga sekolah dan diserahkan kepada Dinas Pendidikan.

Dhebora mengungkapkan, data tersebut tidak bisa diakses melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, dalam data base Dapodik tidak sampai menyebut secara detail identitas setiap guru. “Dalam prosesnya, tidak ada kurun waktu atau deadline yang dibebankan kepada Dinas Pendidikan terkait dengan perampungan pendataan. Jadi, datanya masih diolah, masih belum final,” kata Dhebora.

Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan bahwa persoalan pendataan sejatinya dapat dilakukan secara daring agar lebih simpel. Namun, menurut dia hal itu kembali lagi pada kebijakan yang berlaku pada kedinasan terkait.

Kendala lainnya adalah sosialisasi mengenai vaksinasi yang kurang luas. Masih banyak guru yang memiliki pemahaman berbeda mengenai vaksin. Sehingga, ada sejumlah guru yang ragu untuk divaksin karena adanya kekhawatiran akan terserangnya penyakit atau mendapat klaim terjangkit Covid-19. “Persoalannya, walaupun vaksin sudah disosialisasikan oleh pemerintah, namun tidak serta-merta bisa dilakukan. Masih ada yang ragu, tidak berani, tapi ada juga yang berani,” jelas Supriyono, Senin (1/3).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/