alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Dinkes Jember Akan Musnahkan Obat Lawas Senilai Rp 7 Miliar, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember bakal memusnahkan obat-obatan yang nilai total mencapai Rp 7 miliar. Rencana pemusnahan itu cukup menyita perhatian. Pasalnya, obat-obatan yang dibiayai dari APBD Jember itu dinilai pemborosan uang rakyat karena obat harus terbuang sia-sia dan tidak terpakai.

DPRD sampai menduga rencana pemusnahan itu buntut dari perencanaan yang kurang matang atau ada kepentingan lain yang dibungkus melalui program pengadaan obat-obatan. Hal itu disampaikan dewan kala rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Jember, hari ini. Rapat itu dihadiri Dinkes Jember, tiga Direktur RSD di Jember, dan BPJS Jember.

BACA JUGA: Sayangkan Pemborosan Uang Negara, Obat Kedaluwarsa Capai Rp 7 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihak Dinkes Jember menepis anggapan miring tersebut. Dinkes mengatakan obat-obatan yang hendak dimusnahkan merupakan akumulasi sejak 2016 lalu hingga 2021 kemarin. Utamanya di masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi tahun 2020 dan 2021 disebut menjadi salah satu sebab obat-obatan tidak bisa terserap hingga kedaluarsa atau expired date (ED).

Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, rencananya pemusnahan itu masih menunggu hasil pencatatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Karena obat tersebut terhitung sebagai aset daerah. “Salah satu penyebab pada waktu pandemi harusnya digunakan, tapi tidak bisa digunakan. Karena kasusnya melandai,” terang Lilik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember bakal memusnahkan obat-obatan yang nilai total mencapai Rp 7 miliar. Rencana pemusnahan itu cukup menyita perhatian. Pasalnya, obat-obatan yang dibiayai dari APBD Jember itu dinilai pemborosan uang rakyat karena obat harus terbuang sia-sia dan tidak terpakai.

DPRD sampai menduga rencana pemusnahan itu buntut dari perencanaan yang kurang matang atau ada kepentingan lain yang dibungkus melalui program pengadaan obat-obatan. Hal itu disampaikan dewan kala rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Jember, hari ini. Rapat itu dihadiri Dinkes Jember, tiga Direktur RSD di Jember, dan BPJS Jember.

BACA JUGA: Sayangkan Pemborosan Uang Negara, Obat Kedaluwarsa Capai Rp 7 Miliar

Pihak Dinkes Jember menepis anggapan miring tersebut. Dinkes mengatakan obat-obatan yang hendak dimusnahkan merupakan akumulasi sejak 2016 lalu hingga 2021 kemarin. Utamanya di masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi tahun 2020 dan 2021 disebut menjadi salah satu sebab obat-obatan tidak bisa terserap hingga kedaluarsa atau expired date (ED).

Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, rencananya pemusnahan itu masih menunggu hasil pencatatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Karena obat tersebut terhitung sebagai aset daerah. “Salah satu penyebab pada waktu pandemi harusnya digunakan, tapi tidak bisa digunakan. Karena kasusnya melandai,” terang Lilik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember bakal memusnahkan obat-obatan yang nilai total mencapai Rp 7 miliar. Rencana pemusnahan itu cukup menyita perhatian. Pasalnya, obat-obatan yang dibiayai dari APBD Jember itu dinilai pemborosan uang rakyat karena obat harus terbuang sia-sia dan tidak terpakai.

DPRD sampai menduga rencana pemusnahan itu buntut dari perencanaan yang kurang matang atau ada kepentingan lain yang dibungkus melalui program pengadaan obat-obatan. Hal itu disampaikan dewan kala rapat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Jember, hari ini. Rapat itu dihadiri Dinkes Jember, tiga Direktur RSD di Jember, dan BPJS Jember.

BACA JUGA: Sayangkan Pemborosan Uang Negara, Obat Kedaluwarsa Capai Rp 7 Miliar

Pihak Dinkes Jember menepis anggapan miring tersebut. Dinkes mengatakan obat-obatan yang hendak dimusnahkan merupakan akumulasi sejak 2016 lalu hingga 2021 kemarin. Utamanya di masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi tahun 2020 dan 2021 disebut menjadi salah satu sebab obat-obatan tidak bisa terserap hingga kedaluarsa atau expired date (ED).

Plt Kepala Dinkes Jember dr Lilik Lailiyah mengatakan, rencananya pemusnahan itu masih menunggu hasil pencatatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Karena obat tersebut terhitung sebagai aset daerah. “Salah satu penyebab pada waktu pandemi harusnya digunakan, tapi tidak bisa digunakan. Karena kasusnya melandai,” terang Lilik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/