alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Cukup Bawa KTP, Bisa Langsung Vaksin

Bagi Lansia yang Belum Ikuti Vaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Susilo tampak bersemangat, kemarin (31/5) siang. Pria 62 tahun tersebut mengantarkan istrinya untuk mengikuti vaksinasi di RSD dr Soebandi, selain dirinya sendiri yang berangkat.

Awalnya, warga Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, tersebut mengikuti vaksinasi sendirian. “Ternyata, istri saya boleh ikut. Jadi, langsung saya jemput,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya memang menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin. Karena mendapatkan informasi dari pihak RT/RW untuk langsung ke RSD dr Soebandi, dia langsung berangkat. Sebelumnya, harus menunggu panggilan secara kolektif.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto membenarkan adanya vaksinasi untuk para lanjut usia (lansia). Mewakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supartiwi, dia menerangkan bahwa awalnya pihaknya memang menggunakan sistem kolektif untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat Jember. Termasuk para lansia. “Namun, pada praktiknya, itu memakan proses dan waktu yang panjang,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5). Sebab, harus melalui tahapan yang panjang.

Atas imbauan Menteri Kesehatan, dia menambahkan bahwa seluruh daerah harus mempercepat vaksinasi untuk para lansia. Untuk saat ini, lanjutnya, tak ada lagi pendataan secara kolektif. dr Alfi memaparkan bahwa para lansia bisa langsung diantar ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendapatkan vaksin. Baik di puskesmas terdekat maupun di rumah sakit besar di Jember. “Cukup bawa KTP untuk registrasi,” terangnya.

Seperti pada penerima vaksin lainnya, mereka harus melalui tahap screening lebih dulu. Di antaranya bisa naik 10 tangga atau tidak, tes gula darah, hipertensi, dan jantung. Bagi yang lolos tes screening, bisa langsung mendapatkan vaksin. Kalau belum, akan ditunda hingga kondisi mereka memungkinkan untuk mendapatkan vaksin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Susilo tampak bersemangat, kemarin (31/5) siang. Pria 62 tahun tersebut mengantarkan istrinya untuk mengikuti vaksinasi di RSD dr Soebandi, selain dirinya sendiri yang berangkat.

Awalnya, warga Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, tersebut mengikuti vaksinasi sendirian. “Ternyata, istri saya boleh ikut. Jadi, langsung saya jemput,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya memang menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin. Karena mendapatkan informasi dari pihak RT/RW untuk langsung ke RSD dr Soebandi, dia langsung berangkat. Sebelumnya, harus menunggu panggilan secara kolektif.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto membenarkan adanya vaksinasi untuk para lanjut usia (lansia). Mewakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supartiwi, dia menerangkan bahwa awalnya pihaknya memang menggunakan sistem kolektif untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat Jember. Termasuk para lansia. “Namun, pada praktiknya, itu memakan proses dan waktu yang panjang,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5). Sebab, harus melalui tahapan yang panjang.

Atas imbauan Menteri Kesehatan, dia menambahkan bahwa seluruh daerah harus mempercepat vaksinasi untuk para lansia. Untuk saat ini, lanjutnya, tak ada lagi pendataan secara kolektif. dr Alfi memaparkan bahwa para lansia bisa langsung diantar ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendapatkan vaksin. Baik di puskesmas terdekat maupun di rumah sakit besar di Jember. “Cukup bawa KTP untuk registrasi,” terangnya.

Seperti pada penerima vaksin lainnya, mereka harus melalui tahap screening lebih dulu. Di antaranya bisa naik 10 tangga atau tidak, tes gula darah, hipertensi, dan jantung. Bagi yang lolos tes screening, bisa langsung mendapatkan vaksin. Kalau belum, akan ditunda hingga kondisi mereka memungkinkan untuk mendapatkan vaksin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Susilo tampak bersemangat, kemarin (31/5) siang. Pria 62 tahun tersebut mengantarkan istrinya untuk mengikuti vaksinasi di RSD dr Soebandi, selain dirinya sendiri yang berangkat.

Awalnya, warga Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, tersebut mengikuti vaksinasi sendirian. “Ternyata, istri saya boleh ikut. Jadi, langsung saya jemput,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya memang menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin. Karena mendapatkan informasi dari pihak RT/RW untuk langsung ke RSD dr Soebandi, dia langsung berangkat. Sebelumnya, harus menunggu panggilan secara kolektif.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto membenarkan adanya vaksinasi untuk para lanjut usia (lansia). Mewakili Plt Kadinkes dr Wiwik Supartiwi, dia menerangkan bahwa awalnya pihaknya memang menggunakan sistem kolektif untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat Jember. Termasuk para lansia. “Namun, pada praktiknya, itu memakan proses dan waktu yang panjang,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5). Sebab, harus melalui tahapan yang panjang.

Atas imbauan Menteri Kesehatan, dia menambahkan bahwa seluruh daerah harus mempercepat vaksinasi untuk para lansia. Untuk saat ini, lanjutnya, tak ada lagi pendataan secara kolektif. dr Alfi memaparkan bahwa para lansia bisa langsung diantar ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mendapatkan vaksin. Baik di puskesmas terdekat maupun di rumah sakit besar di Jember. “Cukup bawa KTP untuk registrasi,” terangnya.

Seperti pada penerima vaksin lainnya, mereka harus melalui tahap screening lebih dulu. Di antaranya bisa naik 10 tangga atau tidak, tes gula darah, hipertensi, dan jantung. Bagi yang lolos tes screening, bisa langsung mendapatkan vaksin. Kalau belum, akan ditunda hingga kondisi mereka memungkinkan untuk mendapatkan vaksin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/