alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Unej Gunakan GeNose untuk Screening Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain rapid antigen, kini terdapat inovasi baru untuk mendeteksi penularan Covid-19. Bernama GeNose. Perangkat pendeteksi virus korona melalui embusan napas. Di Jember, terdapat salah satu perguruan tinggi yang juga menyediakan GeNose untuk penapisan (screening), yakni Universitas Jember (Unej).

Rektor Unej Iwan Taruna menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dua alat GeNose C19 sebagai sarana untuk mendeteksi virus korona di lingkungan kampus. Alat ini nantinya digunakan oleh dosen, mahasiswa dan segenap sivitas akademika di Kampus Tegalboto.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus,” terangnya saat proses vaksinasi tenaga pendidik di Gedung Soetardjo, Senin (1/3).
Menurutnya, Unej memiliki mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga potensi penularan Coivd-19 cukup terbuka. “Apalagi mahasiswa Universitas Jember berasal dari berbagai daerah yang kondisinya berbeda-beda,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut rencana, keberadaan dua perangkat GeNose C19 akan ditempatkan di Unej Medical Center (UMC), dan akan diikuti dengan pengadaan alat serupa di tiap fakultas. Adanya alat tersebut, mewajibkan seluruh sivitas akademika harus melalukan screening setiap dua pekan sekali. Hal ini tak hanya untuk mengetahui penyebaran Covid-19, tapi juga berfungsi untuk menanggulangi penyebarannya.

“Sebab tujuh puluh persen mahasiswa berasal dari luar Jember yang membutuhkan tempat tinggal dan makan. Jika perekonomian Jember kembali normal maka kondisi kamtibmas juga kondusif,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain rapid antigen, kini terdapat inovasi baru untuk mendeteksi penularan Covid-19. Bernama GeNose. Perangkat pendeteksi virus korona melalui embusan napas. Di Jember, terdapat salah satu perguruan tinggi yang juga menyediakan GeNose untuk penapisan (screening), yakni Universitas Jember (Unej).

Rektor Unej Iwan Taruna menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dua alat GeNose C19 sebagai sarana untuk mendeteksi virus korona di lingkungan kampus. Alat ini nantinya digunakan oleh dosen, mahasiswa dan segenap sivitas akademika di Kampus Tegalboto.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus,” terangnya saat proses vaksinasi tenaga pendidik di Gedung Soetardjo, Senin (1/3).
Menurutnya, Unej memiliki mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga potensi penularan Coivd-19 cukup terbuka. “Apalagi mahasiswa Universitas Jember berasal dari berbagai daerah yang kondisinya berbeda-beda,” ungkapnya.

Menurut rencana, keberadaan dua perangkat GeNose C19 akan ditempatkan di Unej Medical Center (UMC), dan akan diikuti dengan pengadaan alat serupa di tiap fakultas. Adanya alat tersebut, mewajibkan seluruh sivitas akademika harus melalukan screening setiap dua pekan sekali. Hal ini tak hanya untuk mengetahui penyebaran Covid-19, tapi juga berfungsi untuk menanggulangi penyebarannya.

“Sebab tujuh puluh persen mahasiswa berasal dari luar Jember yang membutuhkan tempat tinggal dan makan. Jika perekonomian Jember kembali normal maka kondisi kamtibmas juga kondusif,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain rapid antigen, kini terdapat inovasi baru untuk mendeteksi penularan Covid-19. Bernama GeNose. Perangkat pendeteksi virus korona melalui embusan napas. Di Jember, terdapat salah satu perguruan tinggi yang juga menyediakan GeNose untuk penapisan (screening), yakni Universitas Jember (Unej).

Rektor Unej Iwan Taruna menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dua alat GeNose C19 sebagai sarana untuk mendeteksi virus korona di lingkungan kampus. Alat ini nantinya digunakan oleh dosen, mahasiswa dan segenap sivitas akademika di Kampus Tegalboto.

“Ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus,” terangnya saat proses vaksinasi tenaga pendidik di Gedung Soetardjo, Senin (1/3).
Menurutnya, Unej memiliki mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga potensi penularan Coivd-19 cukup terbuka. “Apalagi mahasiswa Universitas Jember berasal dari berbagai daerah yang kondisinya berbeda-beda,” ungkapnya.

Menurut rencana, keberadaan dua perangkat GeNose C19 akan ditempatkan di Unej Medical Center (UMC), dan akan diikuti dengan pengadaan alat serupa di tiap fakultas. Adanya alat tersebut, mewajibkan seluruh sivitas akademika harus melalukan screening setiap dua pekan sekali. Hal ini tak hanya untuk mengetahui penyebaran Covid-19, tapi juga berfungsi untuk menanggulangi penyebarannya.

“Sebab tujuh puluh persen mahasiswa berasal dari luar Jember yang membutuhkan tempat tinggal dan makan. Jika perekonomian Jember kembali normal maka kondisi kamtibmas juga kondusif,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/