KERINGAN: Siswa di Lumajang mulai terima menu keringan MBG selama Ramadan.(ADE APRYANIS/RAME)
JEMBER – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di Kabupaten Jember diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan bahan pangan. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memicu kenaikan harga jika pasokan tidak disiapkan sejak awal.
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan bahan makanan akibat program nasional tersebut.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan bahan pangan harus diimbangi dengan kesiapan pasokan, terutama dari produksi lokal.
“Sejak ada MBG, demand-nya tinggi. Kalau suplai tidak disiapkan sejak sekarang, maka harga bisa ikut terus naik,” ujarnya.
Saat ini program MBG di Jember belum berjalan penuh. Dari rencana sekitar 270 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), baru sekitar 140 unit yang beroperasi.
Jika seluruh SPPG sudah aktif, kebutuhan bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan, telur hingga daging diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.
Karena itu, Widarto menyarankan pemerintah daerah mulai menyiapkan strategi untuk menjaga pasokan pangan, termasuk mendorong petani menanam komoditas yang dibutuhkan untuk program MBG.
“Pasokan pangan tidak boleh dianggap sepele. Kalau produksi lokal bisa memenuhi kebutuhan, maka inflasi bisa lebih terkendali dan tidak membebani masyarakat,” tegasnya. (kin/dwi)
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu. Artinya, uang yang kita miliki nilainya menurun karena barang atau jasa menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya.
Inflasi tinggi → uang berkurang daya belinya
Inflasi rendah atau stabil → daya beli relatif terjaga
Jenis Inflasi
Inflasi Berdasarkan Penyebab
Inflasi Permintaan (Demand-Pull Inflation): Terjadi ketika permintaan barang/jasa melebihi pasokan. Contoh: saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan permintaan cabai dan ayam, harga naik.
Inflasi Biaya (Cost-Push Inflation): Terjadi karena biaya produksi naik, misalnya harga pupuk atau listrik naik → harga cabai atau sayuran ikut naik.
Inflasi Berdasarkan Tingkat Kenaikan
Inflasi Ringan: Kenaikan harga kurang dari 10% per tahun.
Inflasi Sedang: Kenaikan antara 10–30% per tahun.
Inflasi Tinggi / Hiperinflasi: Kenaikan harga lebih dari 50% per bulan → sangat merugikan masyarakat.