Radar Jember - Situasi panic buying yang melanda Jember memicu kekhawatiran akan munculnya oknum yang mencoba mencari keuntungan di tengah keresahan warga.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan penimbunan BBM.
Pasalnya, lonjakan permintaan yang tidak wajar di SPBU menjadi celah bagi para spekulan untuk melakukan aksi borong menggunakan jeriken atau tangki modifikasi.
Oleh karena itu, pengawasan di lapangan kini diperketat oleh aparat gabungan.
"Kita juga perlu mengantisipasi adanya manuver oknum-oknum yang membeli BBM dalam skala besar-besaran," tegas Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat transit di Surabaya, sepulang umrah, dan terhubung secara virtual bersama SBM Pertamina, dan Hiswana Migas, Kamis (5/03/2026) malam pukul 23.30 waktu setempat.
Sinergi antara Pertamina, Hiswana Migas, dan Pemerintah Daerah menjadi kunci untuk menyaring mana kebutuhan riil masyarakat dan mana upaya penimbunan.
Baca Juga: Alarm Merah Energi Nasional: Mengapa Indonesia Harus Gemetar Melihat Selat Hormuz?
Sistem digitalisasi pengisian BBM dioptimalkan untuk melacak transaksi yang mencurigakan.
Masyarakat diminta untuk melaporkan jika menemukan adanya praktik pembelian dalam skala tidak wajar yang mendahului antrean warga biasa.
Keadilan distribusi harus tetap terjaga meski dalam situasi tekanan psikologis massa.
"Kami berkoordinasi mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi dengan melakukan pembelian yang besar, agar mereka tidak memanfaatkan situasi ini," kata Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Minta Warga Sabar dan Mendukung Setelah Krisis BBM Akibat Gumitir Tutup
Pertamina memastikan bahwa rencana penambahan stok mulai Jumat pagi akan diawasi secara ketat agar tepat sasaran.
Tambahan suplai ini ditujukan untuk menenangkan pasar, bukan untuk memberi ruang bagi para spekulan.
Komitmen untuk tidak berpangku tangan ditegaskan oleh otoritas terkait guna menjaga kondusivitas Jember di sisa 15 hari bulan Ramadan. Stabilitas harga dan ketersediaan barang di level pengecer juga menjadi atensi khusus.
"Kalau pun dibutuhkan untuk penambahan, kami sudah siapkan. Kami memang ada rencana penambahan penyaluran mulai besok pagi untuk di Jember," tambah Andi Reza, SBM Pertamina Wilayah Jember. (mau)
Editor : Imron Hidayatullahh