Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait kembali menyatakan komitmennya untuk menuntaskan rasio elektrifikasi di pelosok desa dengan bantuan pemasangan meteran listrik gratis.
Khususnya bagi warga yang selama ini belum memiliki/menikmati layanan listrik dengan cara numpang.
Langkah ini bukan terobosan baru. Di awal-awal menjabat, Bupati Fawait cukup getol melakukan lobi-lobi-yang kerap ia istilahkan dengan ngamen-ke pusat, demi membawa pulang program pembangunan ke tanah kelahirannya.
Program strategis ini diklaim sebagai hasil sinergi pemerintah daerah dengan kekuatan politik di Senayan.
Ia mengakui bahwa akses listrik gratis ini tidak lepas dari dorongan dua koleganya di DPR RI, yang telah menjembatani koordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait untuk memastikan Jember mendapatkan alokasi khusus.
"Program pemasangan listrik ini berjalan berkat dorongan dari anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Mas Bambang Haryadi dan Bang Kawendra Lukistian," katanya, memberikan terbuka saat Umrah di Tanah Suci, Senin (2/04).
Sebagai tindak lanjut, ia mengaku telah menginstruksikan OPD terkait untuk segera bergerak cepat, melakukan pendataan akurat dan berkoordinasi dengan PLN selaku penyedia layanan tunggal listrik.
"Bagi warga Jember yang belum memiliki meteran listrik, nanti bisa mendaftarkan diri di nomor resmi Wadul Guse, nanti biar dikawal, kita ajukan," katanya.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, memastikan fasilitas ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Realisasi program ini diproyeksikan mulai berjalan tahun ini atau paling lambat tahun depan, tergantung pada kecepatan verifikasi data pemohon.
Jika antusiasme dan jumlah pengajuan dari warga membludak, ia memastikan pemerintah daerah menyiapkan skema anggaran tahun jamak (Multiyears) demi mengakomodasi seluruh masyarakat selaku pemohon meteran listrik gratis.
"Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan bisa segera terealisasi. Nanti kalau jumlahnya banyak pengajuannya bisa dengan skema multiyears. Sehingga nanti bisa dipasang meteran listrik, dan ini gratis," pungkas Politisi Partai Gerindra itu. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh